Fakta Tak Terduga Putri Marino, Aktris Terbaik FFI 2017 Katanya Titisan Christine Hakim

Ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2017 yang digelar di Manado kemarin menyisakan cerita yang seru. Tiga film, masing-masing Night Bus, Posesif dan Pengabdi Setan. Pengabdi Setan panen 7 piala Citra malam itu, disusul Night Bus yang membawa pulang 6 citra. Sementara Posesif membawa pulang 3 citra. 

Tapi yang menarik dari FFI tahun ini adalah sosok Putri Marino, Pemeran Wanita Terbaik (Aktris Terbaik) FFI 2017 di film Posesif

Sebagai pendatang baru, Putri menggeser nama-nama yang udah besar seperti Dian Sastrowardoyo (di film Kartini) dan Adinia Wirasti (di film Critical Eleven) juga nominasi lain seperti Sheryl Sheinafia (Galih dan Ratna) dan Tatjana Saphira (Sweet 20).

Konon netizen ngebanding-bandingin seolah menjadi ‘titisan’ Christine Hakim, aktris senior Indonesia.

Kenapa dibandingin? Karena dua-duanya berprestasi di awal debutnya sebagai aktris. 

Yuk kenalan sama Putri yuk, 

Ngomongin aktris Indonesia nih

Lahir 21 Agustus 1993. Blasteran Bali - Italia. Kombinasi yang ciamik!

Kalo yang ngeh siapa dia. Putri dulunya presenter di acara My Trip, My Adventure. 

Udah pasti sebagai presenter acara petulangan gitu, doi doyan banget sama traveling. Eh dia juga suka diving loh.

Punya adik tiga, cakep-cakep semuah. Duh, jadi baper kan? 

Hobi main kameraan juga. Wah pasti pake hashtag #35mm yak? 

Bacaannya Kinfolk, khas hipster art gituh. 

Dia dianggap titisan aktris Christine Hakim. Pengalaman Putri mendapat piala Citra pertama kali di awal karier layar lebarnya persis sama kaya Christine Hakim menang Piala Citra di film Cinta Pertama di tahun 1974.

Yang penasaran pengen tau siapa aja yang menang di FFI 2017, nih dia


Film Terbaik: Night Bus

Sutradara Terbaik: Edwin (Posesif)

Lifetime Achievement Award: Budiyati Abiyoga

Pemeran Utama Pria Terbaik: Teuku Rifnu Wikana (Night Bus)

Pemeran Utama Wanita Terbaik: Putri Marino (Posesif)


Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Christine Hakim (Kartini)

Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Yayu Unru (Posesif)

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Rahabi Mandra & Teuku Rifnu Wikana (Night Bus)

Penulis Skenario Asli Terbaik: Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah)

Film Animasi Pendek Terbaik: Lukisan Nafas - Fajar Ramayel

Film Pendek Terbaik: Ruah - Makbul Mubarak


Film Dokumenter Pendek Terbaik: The Unseen Words - Wahyu Utami Wati

Film Dokumenter Panjang Terbaik: Bulu Mata - Tonny Trimarsanto

Penata Efek Visual Terbaik: Finalize Studios - Heri Kuntoro & Abby Eldipie (Pengabdi Setan)

Penyunting Gambar Terbaik: Kelvin Nugroho & Sentot Sahit (Night Bus)

Pemeran Anak Terbaik: Muhammad Adhyat (Pengabdi Setan)

Pencipta Lagu Tema Terbaik: The Spouse - Kelam Malam (Pengabdi Setan)


Pengarah Artistik Terbaik: Allan Sebastian (Pengabdi Setan)

Pengarah Sinematografi Terbaik: Ical Tanjung (Pengabdi Setan)

Penata Musik Terbaik: Aghi Narottama, Tomy Merle, Bemby Gusti (Pengabdi Setan)

Penata Suara Terbaik: Khikmawan Santosa & Anhar Moha (Pengabdi Setan)

Penata Rias Terbaik: Cherry Wirawan (Night Bus)

Penata Busana Terbaik: Gemailla Gea Geriantiana (Night Bus

film Indonesia

RELATED POST

RECENT POST

Celotehan Ortu Kalo Celana Pacar Anaknya Sobek-sobek


7 Cara Biar Mie Instan Kamu Gak Diminta Pas Musim Hujan


Padahal Dubbing, Tapi Tetep Ngakak Liat Presiden Afrika Selatan Gagap Nyebut 'In the Beginning'


Enakan Pacarin Cewek Ala-ala Korea Apa Ala-ala Amerika?