6 Hal yang Bikin Hammersonic 2017 Bener-bener Hajatan Metal Terbesar

Untuk keenam kalinya, event paling metal se-Asia Tenggara berhasil menggetarkan hati metalheads tanah air dan negara sekitar.

Headliners lintas zaman, mulai dari The Black Dahlia Murder hingga Megadeth dan Entombed A.D sukses menyatukan penggila metal, Minggu 7 Mei yang lalu.

Meski The Faceless batal tampil tanpa kejelasan, Hammersonic 2017 tetap menjadi salah satu memorable event, dan inilah beberapa hal yang patut di-hilite dari gelaran kemarin!

Di balik keriaan hajatan metal terbesar ini, MBDC mencatat ada 6 hal yang bikin Hammersonic ini bener-bener jadi hajatan metal terbesar se-Asia Tenggara.

Reporter MBDC sekaligus metalheads cewek, Ajeng Safitri menuliskannya buat kamu semua.

1. Pawang Hujan Super

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya ketika venue berubah jadi kubangan lumpur, gelaran kali ini langit berbaik hati dengan tak menurunkan hujan. Padahal kami sudah membawa jas hujan cebanan yang siap dipakai jika tiba - tiba turun hujan. Aneh juga melihat kondisi cuaca di area venue jika melihat daerah bagian Jakarta lainnya banyak yang turun hujan bahkan sampai menimbulkan genangan sementara di Ancol cerah berawan.

2. Reuni Akbar Metalhead Lintas Usia

Melihat line upnya yang berbeda angkatan mulai dari 80an sampai 2000an, event gelaran Revision Live ini dihadiri Metalhead probation sampai pensiunan Metalhead. Event ini merupakan ajang pertemuan kembali teman lama, teman seperjuangan, teman sekolah sampai teman tapi mesra para penggila musik Metal yang telah lama terpisah. Terlihat beberapa pengunjung terkejut melihat teman lamanya saat berpapasan. Ada yang berpelukan, toyor-toyoran sampai yang jaim hanya bersalaman saja. Kamu yang mana nih?

3. Panggung Spesial

Diberi tajuk Soul of Steel: Krisna Sadrach Stage, panggung ini dipersembahkan untuk mendiang Krisna J Sadrach yang merupakan pentolan band Sucker Head yang juga founder dari Hammersonic. Hampir semua Metalheads Indonesia mengenal almarhum karena dedikasinya di scene metal sangat terasa. Salah satunya adalah kompilasi Metalik Klinik yang diproduserinya di tahun 1997. Sebelumnya album musik metal Iokal biasanya hanya menjangkau area kecil, namun berkat kompilasi ini virus metal menyebar cepat karena album ini menjangkau daerah edar lebih luas berkat kerjasama dengan distributor besar. Untuk 2 panggung utama “Hammer” dan “Sonic” tetap ada dan selalu berdampingan untuk diisi oleh penampil utama.

4. Sucker Head feat. Roy Jeconiah

Penampilan dedengkot Metal Indonesia, Sucker Head di Hammersonic 2017 bisa jadi salah satu memorable moment bagi pengunjung karena ini merupakan penampilan pertama dan terakhir dari Sucker Head pasca ditinggalkan almarhum Krisna J Sadrach. Bass dan kostum panggung favorit almarhum terpajang di stage sebagai simbol penghormatan saat lagu-lagu karya almarhum dimainkan. Roy Jeconiah didaulat untuk mengisi kekosongan vokal untuk tampil bersama Sucker Head di stage milik Krisna J Sadrach ini. Mantan vokalis Boomerang ini merasa terhormat atas penunjukannya menggantikan sahabatnya, Krisna J Sadrach. Dalam kesempatan ini, Sucker Head juga mengumumkan perilisan albumnya yang bertajuk Simphoni Kehidupan. Ini juga menjadi penantian panjang yang emosional bagi fans Sucker Head karena album terakhir bertajuk Hipertensi yang dirilis Sucker Head adalah 13 tahun lalu. Penantian yang cukup lama namun ketika rilis sudah ditinggalkan selamanya oleh frontmannya.

5. Hammersonic Award

Walau festival musik Hammersonic sudah enam kali digelar, namun baru dua tahun belakangan ini Hammersonic Award diadakan. Bisa dibilang ini merupakan ajang penghargaan musisi metal paling bergengsi di Indonesia. Dari stage Soul of Steel: Krisna Sadrach, 5 peraih penghargaan tersebut diumumkan diantaranya, Hurt’Em (Kategori Soul of Steel), Siksakubur (Breaktrough of the Year), Album “III” dari Rajasinga (Best Album), Rollfast (Best Metal Performance), dan Krisna J Sadrach (Lifetime Achievement Award). Kecuali Lifetime Achievment Award, peraih penghargaan tersebut berhasil mengungguli 4 nominator lain dari tiap kategori. Penilaiannya penghargaan ini melibatkan proses panjang dari dewan juri yang kompeten dan kredibel serta latar belakang profesi beragam, mulai dari label rekaman, radio, promotor, distro, jurnalis serta musisi metal Indonesia. Diharapkan dengan adanya penghargaan ini, musisi metal Indonesia yang selama ini dianak tirikan dapat termotivasi untuk selalu berkarya untuk kemajuan skena metal Indonesia

6. Megadeth!

Setelah sebelumnya “tercerai berai” di depan panggung yang berbeda, gerombolan berbaju hitam merapatkan barisan di depan Sonic Stage demi idola mereka, Megadeth. Mulai dari metalheads old skool hingga para pemuda yang merasa harus menjadi saksi salah satu band yang jadi idola band-band muda favorit mereka. Ketika panggung benderang, sontak semua orang -yang sedang tertidur atau duduk manis di rumput tebal, berdiri dan maju. Ditasbihkan sebagai penampil utama, penampilan Dave Mustaine dkk menjadi penutup minggu yang mampu menyuntikan semangat dalam menyongsong hari kerja esok pagi. Mantap!

Nah, gak ada alasan deh kalo kamu harus ke Hammersonic tahun depan.

MEGADETH! #hammersonicfestival #magnitudehammersonic #hammersonicfestival #semangatbajakami #hs2017

A post shared by HAMMERSONIC FESTIVAL (@hammersonicfest) on