Sudah Saatnya Band-band Legendaris di Indonesia Harus Bikin Buku

Tulisan ini berawal dari ketika penulis menemukan kesulitan untuk menemukan informasi yang lengkap, baik itu album atau cerita terkait yang berhubungan dengan band Indonesia yang ada di situs biografi yang (katanya) lengkap macam Wikipedia.

Dari Naif, Sheila on 7, sampai Iwan Fals, dan masih banyak lagi.

Betapa kecewanya penulis ketika menemukan minimnya informasi, baik itu biografi, keterangan mendalam tentang album dan cerita lainnya.

Coba liat berapa banyak informasi yang penulis bisa temukan di Wikipedia tentang …

Ah, ambil saja contohnya David Naif

Kesian ya, cuma dikit doang informasi tentang doi. Padahal dari era 90-an sampe sekarang orang udah sering ngeliat dia, Baik sebagai vokalis band, belum dia punya proyek session (yang itu gak ada), sama perjalanan kariernya doi, semua gak lengkap.

Lalu iseng ngeliat  halamannya Wikipedia-nya Naif.

Informasinya sih lumayan lengkap, cuma buat band seukuran Naif, rasa-rasanya kok ‘kentang’ banget kalo cuma segini. Gak berasa didongengin. Inget, Naif band yang udah dari era 90-an, jadi udah lebih dari dua dekade mereka berkiprah di musik, masa cuma kaya gini aja informasinya? Pastinya ada cerita-cerita seru di balik 22 tahun perjalanan karier mereka di blantika musik yang pastinya, fans atau penikmat musik secara luas, pengen tau.

Ini baru NAIF ya, gimana Iwan Fals atau Broery atau Chrisye? Atau penyanyi dangdut macam Rhoma Irama, atau diva pop dari era 70-an kaya Vina Panduwinata?

Miris ya ngeliat informasi yang didapat cuma segini, padahal pelantun lagu “Burung Camar” ini pastinya punya segudang cerita yang layak buat jadi contoh bagi penyanyi di generasi sesudahnya.

Ada sesuatu yang salah di sini.

Ya, musisi/penyanyi/anak band sekarang kurang punya dongeng tentang betapa kerennya industri musik Indonesia di masa lampau, betapa kerennya musisi dan penyanyi senior mereka di panggung, dan lain sebagainya.

Dan semua itu mungkin gak kamu ditemukan di satu halaman Wikipedia saja.

Kita perlu berlembar-lembar halaman untuk itu.

Kita perlu buku.

Coba cek berapa buku musisi Indonesi yang ada saat ini,

Coba bandingkan ada berapa band/penyanyi yang masih eksis yang ada sampai saat ini dengan jumlah buku tentang musisi yang terbit sampai saat ini?

Menurut kami,

Perbandingannya 10: 90

masih tipis sekali 

Meski masih belum banyak, namun ada titik cerah di sana, minimal satu per satu musisi atau band sudah ada. Dari band legend era 60-an kaya Koes Plus, Chrisye sampai Superman Is Dead minimal udah terwakili.

Namun bayangkan jika hampir tiap musisi di Indonesia punya buku biografi mereka. Can you imagine? Wah wah, pastinya dunia musik bakal lebih berwarna ya.

Bayangkan, ke Gramedia tiba-tiba ngeliat bukunya White Shoes and The Couples Company, Efek Rumah Kaca, bahkan sampai Banda Neira atau Ari Reda, duo folk yang nyaris belum banyak orang yang tau padahal mereka udah dari tahun 80-an.

Tapi kami yakin,

suatu hari pasti ada banyak buku tentang musisi di Indonesia, yang nantinya bakal rame dan keren sekeren buku-buku band luar negri yang selalu kita beli di Toko buku yang ada di Bandara atau yang selalu rajin dibaca di pesawat.

kaya gini,

dan ini,
Kami berharap ada banyak buku sekeren ini untuk musisi Indonesia!