[Review] Nyicip Album Barunya Barry Likumahuwa Kaya Makan Mangga Manis

Barry Likumahuwa Octonary [BeatLuz Music/demajors]

Satu kata buat ngegambarin sosok bassist jazz yang satu ini: Maksimal! Yes, dari apa yang ia kerjain, semua gak tanggung-tanggung. Dari aransemen, pemilihan sound, mixing mastering biar bisa jadi musik yang enak buat didengerin di kuping. Semua udah keuji dari proyek-proyek yang udah dia buat.

Oiya, kalo gak salah ini udah album Barry Likumahuwa yang ketiga ya? Hmmm, umumnya sih kalo musisi udah menginjak album-album kedua atau ketiga, pastinya musiknya juga makin matang. Barry lewat musiknya pun demikian. Ibarat kereta, ia udah nemuin tracknya mau kemana, doi yang pegang setir, sopir dari musiknya. So yang MBDC dengerin di albumnya ini adalah cerminan musiknya yang itu udah kepupuk dari album pertama, Goodspell (2008).

Banyak groove yang enak dari album ini, udah kaya gula-gula. manis tercicip. Bawaannya sih kalo dengerin Barry Likumahuwa pengennya ngeliat dia manggung aja di arena-arena keren macam Java Jazz, karena lagunya aktraktif banget, seaktraktif jaru jemari Barry yang meliuk-liuk di fret basnya, memetik not dan menyanyikannya. Menginjak pedal dan menjadikan fantasi-fantasi yang asik. Ini juga lah apa yang tepat disajikan Barry dalam 10 lagu (eh, 9 ding, soalnya yang lagu pertama intro) di album barunya yang dibuat selama ia tur 1 bulan di Amerika.

“Rapid Transistion” adalah satu track favorit MBDC. Ini track yang emang pantes divisualiasikan live. Tingkah semua pengisi musiknya menarik, dari obrolan bas dan drum, yang rasanya kalo di bawa ke panggung udah pasti disambut rame tepuk tangan. Sementara “Find Rest My Soul” adalah track yang asik buat jalan-jalan di Sabtu sore mau malem mingguan naik mobil di sekitaran Jakarta. Gak percaya cobain aja puter CD Ini di mobil kamu. Lihat matahari merah yang mau terbenam, asik banget deh.

Mau dengerin? Nih,

“Saratoga - Jakarta” juga favorit MBDC juga tuh. Meski penyajiannya minimalis alias berbekal bass, pianika dan perkusi tapi jadinya tetep keren. Alurnya santai. liukannya asik banget, berasa naik holden di jalan berkelok. Barry pas banget milih melodi tema yang enak.

Nih lagunya,

Sementara single “Tabula Rasa” udah jelas enak banget dinikmatin, apalagi dengan kehadiran Saykoji di sana. Lagu yang menceritakan tentang penemuan ulang jati diri dan tujuan hidup secara universal ini emang menurut Barry adalah lagu yang paling bisa menunjukkan karakter dirinya sekarang, dengan lirik lagu yang dalam.

Di lagu ini, Ia menceritakan tentang kehadiran Tuhan sebagai sosok yang punya visi sempurna buat hidup seseorang. Sebuah kisah refleksi yang inspiratif tentunya bagi musisi baru dalam menciptakan lagu.

Album Godspell dan Generasi Synergy adalah arena bermain-main Barry lewat struktur lagu yang ringan, funk dan bebas banget, tapi kalau di Octonary, kamu bisa dengerin sisi lain dari Barry yang lebih dalam.

Gak ada alasan buat gak suka sama album ini jika kamu penyuka jazz apalagi bassist yang lagi menekuni jazz. Rasanya kaya nyicipin mangga mateng di pohon, bukan di karbit. Beli versi digitalnya sekarang, eh tapi lebih asoy lagi kalo beli CD fisiknya fren!