[REVIEW] Deredia - Bunga & Miles

Deredia Bunga & MIles [Demajors]

Pertama kali ngeliat ini band di Java Jazz Festival 2016 di JIExpo Kemayoran kemarin, kami langsung jatuh cinta dan nanyain apakah mereka udah ngerilis album. Dan pucuk dicinta, album ini datang ke meja kami.

Covernya keren dan catchy, nih liat aja,

Oiya, yang belum tahu siapa Deredia, mereka adalah band yang terdiri dari Dede (gitar) dan Yosua (gitar) yang pengen bikin musik era 50-an ala-ala Les Paul and Mary Ford, Pattie Page atau Doris Day (pasti kamu gak kenal nama-nama ini kan?). Nah, ‘anak-anak salah era’ ini ngajakin temen-temennya, Raynhard (piano), Aryo (drums) dan Ical (bass), setahun kemudian Louise (vokal) bergabung dalam band ini. Lengkap!

Debut album mereka, Bunga & Miles emang diset ngembalikan nuansa itu, Kisah seorang dara bernama Bunga, yang digambarin sebagai orang pribumi dan Miles, seorang ‘Londo’ atau lelaki bule yang kepincut sama paras cantik sang Bunga.

Terbagi dalam 2 CD, nuansa Indonesia lama, ada keroncong di sana, bebunyian alat-alat vintage, se-vintage suara Louise yang manis, liriknya pun juga puitis, meski tak selamanya romantis, karena di CD 2 kami menemukan lirik-lirik dengan tema-tema non-cinta. Mulai dari curhat pegawai tentang bos-nya yang otoriter di lagu “Sir, Yes Sir!”, atau lagu yang ngomongin koruptor dan ketamakannya di “Sugarbucks”.

Cocoknya nih mereka jadi soundtrack lagu film-filmnya Nia Dinata atau film-film yang bersetting di jaman kemerdekaan.