[REVIEW] Pee Wee Gaskins - A Youth Not Wasted

Pee Wee Gaskins A Youth Not Wasted [Universal Music Indonesia]

[caption id=“” align=“alignnone” width=“360”] {source name=“Pee We Gaskins” url=“dok.MBDC”}[/caption]

Absen 6 tahun sejak Ad Astra Per Aspera, Pee Wee Gaskins nampaknya menarik ulur ke belakang untuk memberikan sesuatu yang lebih baik, baik segi produksi rekaman, songwriting dan lain sebagainya. Hasilnya? Sudah pasti maksimal! Ibarat meja kayu jati yang kokoh, padat, nihil cacat, apalagi keropos.

Beberapa album mereka hasilnya, pastinya ada pendewasaan di tiap albumnya. Dari sisi songwriting, Dochi sebagai penulis lirik utama, di bantu Sansan dan juga anggota band sebagai peramu musiknya ngasih sesuatu yang terbaik. Di sisi produksi, mereka juga gak main-main. Stephan Santoso, penata dan peramu rekaman yang pernah menangani album dari artis-artis papan atas dari Sheila on 7, Padi sampai Edane yang menangani mixing dan mastering album terbaru Pee Wee Gaskins ini jadi lebih menarik dari album-album sebelumnya.

Lagu-lagu macam “Just Friends”,“Kertas dan Pena”. “Serotonin” dan “Berbagi Cerita” menunjukkan pendewasaan, meski itu pada beberapa lagu di luar itu, kamu masih bisa dengerin aransemen musik seperti di awal-awal karier mereka. Ya, ini mungkin biar album ini juga bisa diterima berimbang, antara pendengar baru yang pengen musik yang lama, atau pendengar lama yang pengen musik mereka gak gitu-gitu aja, atau sebaliknya.

Kalo masih penasaran seperti apa album terbaru dari Pee Wee Gaskins ini, mending buruan ke toko CD terdekat atau bisa beli di iTunes, klik di sini aja.