Menebak-nebak Kenapa Bocah Penjaga Trotoar Itu Bisa Berani Banget Melawan Motor?

Daffa, mungkin gak pernah nyangka kalau aksi nekatnya yang menghadang motor di trotoar bikin dia jadi terkenal kayak sekarang. Maklum aja, walaupun yang dilakuin dia sebenernya emang wajar, tapi kan pengendara motor itu kayak cewek, selalu benar. Gak pernah (mau di)salahin.

Makanya, jarang ada orang yang berani menantang pengendara motor kayak si Daffa. Kadang polisi, yang tugasnya mengatur lalu lintas aja nyerah.

[caption id=“” align=“alignnone” width=“620”] {source name=“polisi di trotoar” url=“http://assets.kompas.com/data/photo/2011/04/28/1445532620X310.jpg"} Ikut naik juga[/caption]

Sementara ini cuma anak kelas 4 SDN Kalibanteng Kidul 01 Semarang doang. Jadi penasaran, apa sih yang dipikirin Daffa pas melakukan aksi itu? Kenapa dia bisa seberani itu sih nantangin si raja jalanan?

Sebenernya gampang sih buat dapet jawaban dari pertanyaan itu, MBDC bisa nanya langsung aja sama si Daffa. Eh tapi pas mampir ke rumahnya, baru aja mau ngetuk pintu, udah ada tulisan ini.

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“penjaga trotoar” url=“youtube.com”} Gak mau diwawancara[/caption]

Alhasil MBDC harus mengurungkan niat buat mewawancaranya. Tapi, rasa penasaran ini tak juga surut, malah makin menjadi-jadi. Ya udah, daripada gak kejawab sama sekali, mending kita coba menebaknya saja. Yuk!

Ada Pelajaran PKn di Kelas, Kebetulan yang dibahas itu Bab “Ketertiban”

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“PKN” url=“https://sdn01pulogebang.files.wordpress.com/2011/03/pkn.jpg"} pelajaran paling asik[/caption]

Satu-satunya pelajaran favorit Daffa di sekolah adalah PKn. Selain pelajaran dengan soal ujian paling gampang, karena tinggal jawab yang paling bener dan baik aja di antara yang lain. PKn juga selalu bikin Daffa pengen jadi manusia yang baik, yang taat peraturan, penegak keadilan dan kebenaran. Kebetulan topik yang dibahas hari itu adalah tentang ketertiban. Termasuk ketertiban di jalan raya. Seperti biasa, selama di dalam kelas gurunya selalu mengingatkan Daffa dan murid lain buat selalu taat dan tertib sama peraturan yang berlaku. Dan kalau ada yang melanggar, harus diingatkan. Persis kayak yang ditulis di buku. Makanya begitu pulang sekolah, Daffa lihat ada yang salah terjadi di trotoar deket rumahnya. Tanpa rasa ragu, Daffa langsung melakukan apa yang disuruh sama guru dan buku. Menegur para pengendara motor itu.

Dapet Tugas Dari Guru Bahasa Indonesia di Kelas

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“nulis cerita” url=“http://akhilak.com/blog/wp-content/uploads/2011/01/writing.jpg"} pada suatu hari di trotoar[/caption]

Keesokannya Daffa menceritakan kejadian sore (sepulang sekolah) kemarin pada guru dan teman-teman di depan kelasnya. Karena hari itu, giliran Daffa belajar Bahasa Indonesia. Tepuk tangan dan sorak-sorai pun bersahutan, begitu Daffa selesai bercerita kisah heroiknya. Bu Tuti, guru Bahasa Indonesia lalu memberi tugas Daffa buat melakukan hal yang sama sore harinya. Kata Bu Tuti, pengalaman Daffa ini bisa dijadikan cerita yang menarik buat diikutsertakan dalam lomba menulis tingkat provinsi. Dapet motivasi kayak gitu, Daffa jadi makin semangat buat menertibkan para pengendara motor nakal itu.

Nonton Polisi-Polisi di TV

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“86” url=“https://i.ytimg.com/"} Keliatan cakep[/caption]

Sepulang dari jaga trotoar, seperti kebanyakan anak seumurannya, Daffa juga sering menghabiskan waktunya di depan TV. Walaupun orang tuanya selalu teriak dari dapur, nyuruh Daffa mengerjakan PR. Tapi, Daffa lebih milih nontonin polisi di TV. Apalagi barusan dia juga jadi ‘pengatur jalanan’ di deket rumahnya. Daffa jadi makin gak sabar mewujudkan cita-citanya jadi polisi, siapa tau bisa masuk TV.

Pernah Jatuh Ke Selokan Gara-Gara Keserempet Motor di Trotoar

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“jatuh ke selokan” url=“https://i1.ytimg.com/vi/TrLD4aUb858/mqdefault.jpg"} kecebur[/caption]

Waktu itu umurnya masih 4 tahun, Daffa bareng temen-temennya baru aja pulang dari warung depan gang, usai membeli permen coklat payung. Mereka berjalan melintasi trotoar sambil saling berpegangan tangan. Tiba-tiba dari belakang, ada motor yang mengklakson supaya mereka mempercepat jalannya, atau agak menepi, biar si motor bisa lewat. Tapi, namanya anak-anak, Daffa dkk malah panik. Daffa pun nyemplung ke got, lengkap bersama coklat payungnya. Sejak kejadian itu, Daffa jadi punya rasa dendam sama yang namanya motor. Dia bertekad, kalau udah besar nanti dia akan melawan mereka satu per satu, kayak sekarang.

Mau Ambil Bola yang Jatuh di Selokan Sebelah Trotoar

[caption id=“” align=“alignnone” width=“734”] {source name=“bola dunia” url=“http://sebandung.com/wp-content/uploads/2015/04/Bola-Batu-KAA-Di-Bandung.jpg"} yang pasti bukan bola ini[/caption]

Lain waktu, Daffa lagi mau main bola bareng temen-temennya di lapangan deket rumah. Tapi, buat sampai ke lapangan itu, mereka harus melintasi jalan raya dulu. Dasar Daffa yang gak sabar pengen nendang bola, jadilah sepanjang jalan menuju lapangan dia menggiring bola plastiknya. Begitu pun saat melintasi trotoar. Tiba-tiba seorang temen, mencoba mengambil bola itu dari kaki Daffa, tapi Daffa malah menggoceknya. Cuma sayang, gocekan Daffa malah bikin bolanya jadi masuk ke selokan sebelahnya. Nah, saat dia mau mengambil bola tersebut, belasan motor malah melintas di atas trotoar. Sampe sore Daffa menunggu trotoar itu sepi, tapi mustahil. Akhirnya Daffa pulang, esok harinya si bola udah gak ada. Daffa pun langsung memarahi semua motor yang udah melintas di atas trotoar (yang bikin bola plastik kesayangannya hilang).

Menegur Bapaknya Sendiri

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“penjaga trotoar” url=“http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/1207714/big/086910400_1461040878-Dafa_Pencegat_motor.jpg"} Bapak??![/caption]

Sebagai anak yang selalu menjunjung tinggi peraturan tata tertib dan bercita-cita jadi polisi, Daffa udah mulai membiasakan diri buat menegakkan kebenaran dan keadilan, tanpa pandang bulu. Gak peduli siapa dia, pokoknya kalau ketahuan melanggar berarti harus ditegur. Seperti yang terjadi sore itu. Lagi asik-asik mengamati pengendara motor dari kejauhan, tiba-tiba dia mendapati ada satu motor yang diam-diam melintas di trotoar. Padahal di situ jelas-jelas ada peringatan tertulis yang Daffa bikin sendiri, “Pengendara motor dilarang melintas di trotoar”. Melihat itu, Daffa langsung berlari ke arah si pengendara dan siap menegurnya. Tapi ternyata, kok makin deket, Daffa seperti mengenali orang dibalik helm itu, yang ternyata adalah bapaknya sendiri.

 

Ya gitu deh, jangan dianggep serius. Namanya juga nebak-nebak. Kamu sendiri bisa seberani Daffa gak?