10 Tokoh Lokal yang Jadi Idola Anak Indonesia dari Masa ke Masa

Anak kecil menggemari anak kecil lain yang berprestasi, itu udah biasa. Anak kecil menyukai sosok dewasa pun lazim ditemukan. Tapi kali ini MBDC gak mau menyinggung para bintang pop seperti Taylor Swift dan Katy Perry, juga bukan kehebatan para pemain bola. Kala menjamurnya pop anak-anak pada 90an sampai akhir 2000an, selalu ada para sosok dewasa dan tidak yang digemari oleh berbagai lapis kalangan seperti:

1. Pak Raden

[caption id=“attachment_19227212698” align=“aligncenter” width=“630”]{source name="Pak Raden" url="http://cdn-3.klimg.com/"} Kumisnya nyaingin Hitler {source name=“Pak Raden” url=“http://cdn-3.klimg.com/"} Kumisnya nyaingin Hitler[/caption]

Berjasa mengenalkan sosok Unyil sejak 80an kepada anak-anak Indonesia. Pada akhir 2000an serial televisi tersebut diperbaharui dengan judul Laptop Si Unyil. Dua hari lalu lulusan seni rupa ITB bernama asli Suyadi ini pergi meninggalkan kita untuk selama-selamanya. Semoga tenang, Pak. Terima kasih atas Unyil.

2. Tino Sidin

[caption id=“attachment_19227212700” align=“aligncenter” width=“620”]{source name="Tino Sidin" url="http://cdn.tmpo.co/"} Baguuuusssss {source name=“Tino Sidin” url=“http://cdn.tmpo.co/"} Baguuuusssss[/caption]

Generasi 2000an mungkin udah gak akrab dengan pribadi yang satu ini. Tino sendiri wafat pada 1995 lalu. Pada ujung masa keemasan TVRI, sempat ada program ikonik bertajuk Gemar Menggambar yang dipandu Tino. Isinya? Ya cara menggambar dan Tino selalu berusaha mensosialisasikan bahwa menggambar itu mudah.

3. Kak Nunuk

[caption id=“attachment_19227212712” align=“aligncenter” width=“630”]{source name="Kak Nunuk" url="https://murimuarabadak.files.wordpress.com"} Mainkaaann {source name=“Kak Nunuk” url=“https://murimuarabadak.files.wordpress.com"} Mainkaaann[/caption]

Ingat acara Kring Kring Olala? Pastilah ingat sosok yang memainkan lagu anak-anak jika ada permintaan, yaitu Kak Nunuk. Doi emang dikenal sebagai komposer dan pencipta lagu anak-anak yang masih berkarya hingga kini.

4. Kak Seto

[caption id=“attachment_19227212717” align=“aligncenter” width=“630”]{source name="Kak Seto" url="http://www.rmoljakarta.com/"} Pelindung {source name=“Kak Seto” url=“http://www.rmoljakarta.com/"} Pelindung[/caption]

Berbeda dengan sosok lain dalam daftar ini, Kak Seto tidak kondang di dunia hiburan, melainkan aktif terjun dalam dunia anak yang membuatnya kini duduk sebagai ketua Komisi Perlindungan Anak. Pengalaman sebagai asisten Pak Kasur bersumbangsih besar dalam perjalanan kariernya. Sekarang ini, siapa yang gak kenal doi? Pasti pernah dong lihat Kak Seto di televisi sedang melindungi anak, iye gak iye gak.

5. Ria Enes

[caption id=“attachment_19227212721” align=“aligncenter” width=“630”]{source name="Ria Enes" url="http://s259.photobucket.com/user/kaharudin"} Harus sama Susan {source name=“Ria Enes” url=“http://s259.photobucket.com/user/kaharudin"} Harus sama Susan[/caption]

Bersama boneka Susan, tentunya. Keduanya gak bisa dipisahkan. Bagaikan kaos kaki kanan dan kiri. Berawal dari radio, sebagai penyiar Ria seolah-olah bicara dengan anak kecil yang kelak menjadi Susan. Pada akhirnya mereka pun muncul di televisi. Pada awal 90an pemilik nama Wiwiek Suryaningsih ini bahkan merilis album rekaman yang laku keras di pasaran.

6. Sherina

[caption id=“attachment_19227212726” align=“aligncenter” width=“620”]{source name="Sherina Munaf" url="http://cdn.tmpo.co/"} Masih cakep {source name=“Sherina Munaf” url=“http://cdn.tmpo.co/"} Masih cakep[/caption]

Petualangan Sherina jelas adalah penyebabnya. Demam Sherina terjadi di mana-mana. Kini masih aktif bernyanyi dan menyuarakan kegelisahannya lewat Twitter.

7. Tasya

[caption id=“attachment_19227212730” align=“aligncenter” width=“630”]{source name="Tasya Kamila" url="http://www.kulitinta.com/"} Udah gede ya {source name=“Tasya Kamila” url=“http://www.kulitinta.com/"} Udah gede ya[/caption]

“Anak Gembala”, “Libur Telah Tiba”, dan “Jangan Takut Gelap” turut melambungkan Tasya sebagai penyanyi anak yang paling kece pada awal 2000an. Kendati album remajanya yang dirilis pada 2012 lalu gak sepecah dibanding album kanak-kanaknya, untungnya Tasya bertumbuh sesuai ekspektasi, tetep kece.

8. Coboy Jr

[caption id=“attachment_19227212733” align=“aligncenter” width=“630”]{source name="CJR" url="http://cdn-2.tstatic.net/wartakota"} Tinggal bartigo {source name=“CJR” url=“http://cdn-2.tstatic.net/wartakota"} Tinggal bartigo[/caption]

Lagu anak-anak Indonesia sempat memasuki fase kekeringan sebelum akhirnya muncul boyband cilik Coboy Jr (sekarang disebut CJR). Seperti biasa, meledak sedikit langsung dieksploitasi. Mereka pun merambah ke dunia film dan sinetron. Album keduanya aja yang dilepas tahun ini merupakan soundtrack film CJR The Movie.

9. Romaria

Jika Simbolon di atas (baca: Bastian) udah dikenal luas ampe berani keluar dari CJR, fenomena berikutnya ada dalam diri sepupu ciliknya yang bermarga serupa, yakni Romaria Simbolon. Singel “Malu Sama Kucing” cukup menyita perhatian akhir-akhir ini.

10. Naura

[caption id=“attachment_19227212734” align=“aligncenter” width=“630”]{source name="Naura" url="https://i.ytimg.com"} Buahnya Nola {source name=“Naura” url=“https://i.ytimg.com"} Buahnya Nola[/caption]

Buah emang jatuh gak jauh dari pohonnya. Begitupun Naura yang kini ngikutin jejak ibunya, Nola B3 (sebelumnya AB Three) yang memilih jalur tarik suara. Baru-baru ini Naura melangsungkan konser besar Dongeng Musikal Naura dengan produksi yang amat serius. Usianya masih 8 tahun. Masih banyak waktu untuk berkembang.

Ada lagi yang kira-kira belom disebutin? Dunia anak Indonesia sempat memasuki masa keemasan, sempat meredup, dan sekarang sedang berusaha bangkit lagi. Kalo ada favorit kamu yang gak ada dalam daftar bisa langsung ke kolom komentar ya.