7 Hal di AADC yang Pada Zamannya Dulu Keren Banget

Ada Apa dengan Cinta? lebih dari sekedar film. Karya 112 menit Rudy Soedjarwo tersebut udah jadi budaya pop dengan impak luar biasa. Hal-hal kecil sekalipun dipikirkan secara detail. Gak ada adegan sekunder yang cuma jadi penghias, bikin kamu tetap ingat sampai sekarang, termasuk beberapa hal keren seperti:

1. PAS Band (ft. Tere)

[caption id=“attachment_192272” align=“aligncenter” width=“630”]rsz_pas-band-aadc PAS Band ft. Tere[/caption]

Cinta dan kawan-kawan udah janjian mau nonton pensi yang penampil utamanya adalah PAS Band, bersama Tere yang di film bawain “Kesepian Kita.” Eh, tapi Cinta lupa. Doi malah nyari buku ke Kwitang sama Rangga, walaupun ujung-ujungnya nyusulin gengnya juga sih. Lagu tersebut pun akhirnya melegenda. Sebuah ode bagi anak-anak muda millenial.

2. Lomba Puisi

[caption id=“attachment_192272” align=“aligncenter” width=“630”]rsz_lomba-puisi Juara lomba puisi[/caption]

Momen yang bikin Rangga dan Cinta bertemu. Ceritanya lomba puisi pada masa itu rutin diadakan tiap tahun, dan Cinta adalah langganan juara. Eh, ada cowok “dingin’ bernama Rangga yang ngalahin Cinta, mana doi gak mau diwawancarai segala pula.

3. Mading

[caption id=“attachment_192272” align=“aligncenter” width=“630”]rsz_mading Anak mading[/caption]

Pengurus mading zaman dulu isinya anak-anak populer sekolah lho. Setidaknya itu yang digambarkan dalam AADC. Juara lomba puisi (sebelum ada Rangga) biasanya Cinta, yang seolah jadi pemimpin gak resmi di geng mading. Resmi sudahlah AADC jadi perkenalan terakhir soal mading ke para anak Indonesia yang sedang bertumbuh.

4. Kwitang

[caption id=“attachment_192272” align=“aligncenter” width=“630”]rsz_kwitang Kayak gak punya kepribadian[/caption]

Kencan nyari buku panas-panasan di Kwitang. Sekarang mana ada lagi yang kayak begitu? Selain udah jarang, kini pun pasar buku Kwitang emang udah gak ada (dalam arti sebenarnya) karena penggusuran beberapa waktu silam.

5. Buku Curhat

[caption id=“attachment_192272” align=“aligncenter” width=“630”]rsz_buku-curhat Mean Girls ikut-ikut nih[/caption]

Buku bersama gengnya cewek-cewek AADC, di mana “masalah satu orang adalah masalah mereka semua” dan “musuh satu orang adalah musuh mereka semua”. Isinya curhatan Cinta, Alya, Carmen, Maura, dan Milly. Film Mean Girls yang sukses berat itu kemudian mengikuti langkah serupa menyoal buku curhat yang akhirnya jadi bagian penting di film. Bukti Tina Fey juga suka AADC (kayaknya sih).

6. Bandana

[caption id=“attachment_192272” align=“aligncenter” width=“630”]rsz_bandana-cinta Bando hits[/caption]

Hal kecil seperti bandana terbukti punya pengaruh luas dalam kehidupan cewek-cewek dari berbagai rentang usia yang semuanya pengen make bando kayak punyanya Cinta. Padahal mungkin aja gak sengaja ya soal perbandanaan ini. Bisa jadi kan itu koleksi pribadinya Dian Sastro aja.

7. Bawa Buku ke Mana-Mana

[caption id=“attachment_192272” align=“aligncenter” width=“630”]rsz_buku-mana-mana Rangga anak sastra[/caption]

Rangga nenteng AKU-nya Syumandjaya ke mana aja, yang (berhasil banget triknya) bikin Cinta makin penasaran. Apalagi pake jatuh segala, jadi deh dipungut Cinta. Bagian bawa buku AKU ke mana-mana tersebut bikin cowok-cowok pada masa itu seakan terhipnotis. Banyak cowok yang pengen sepuitis Rangga walaupun sebenarnya jauh panggang dari api. Gak apa-apa deh, yang penting terlihat keren aja dulu.

Ada lagi gak hal-hal kecil-tapi-berkesan yang mewarnai AADC selain poin-poin di atas? Kamu-kamu banyak dong yang udah nonton berkali-kali. Langsung melipir ke kolom komentar aja ya.