Perubahan Nama Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri dari Masa ke Masa

Sekarang ini mungkin beberapa dari kamu ada yang lagi dag dig dug menghadapi SBMPTN yang udah di depan mata. Untuk itu MBDC mau bilang, selamat berjuang dan jangan menyerah yah kawan. Nah selagi kamu deg-degan, MBDC mau kasih tau kamu nih sekelumit perjalanan ujian masuk perguruan tinggi di tanah air. Yuk mari disimak.

1. SKALU (1976-1979)

Jadi ceritanya di tahun 70an gitu lulusan SMA atau SLTA itu banyak banget. Nah jumlah mereka ini ternyata kurang bisa ditampung sama perguruan tinggi yang ada pada saat itu. Akhirnya ya udah jelas, rebutan kursi pun terjadi. Nah akhirnya di tahn 1971, 5 perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia kayak UI, ITB, IPB, UGM, dan UNAIR bersatu buat bikin Sekertariat Kerjasama Antar Lima Universitas atau yang lebih enaknya disebut SKALU. Nah SKALU ini lah yang kemudian jadi sistem penerimaan mahasiswa baru. Walaupun ada sejak tahun 1971, tapi SKALU baru bisa diselenggarakan pada tahun 1976.

Konon SKALU ini dilakukan dalam 2 tahap, dimana para peserta yang lolos tahap pertama boleh ngikutin tahap selanjutnya. Nah disini kemudian terjadi polemik. Yes, peserta yang lolos tahap pertama semacam gak bisa ikutan daftar ke perguruan tinggi non SKALU, padahal pas di tahap ke 2 mereka belum tentu lolos. Trus pengumuman kelulusan juga sangat berlarut-larut gitu deh, jadi banyak yang ngeluh sama SKALU.

2. Proyek Perintis (1979-1983)

Karena dianggap banyak kelemahan, SKALU pun akhirnya diperbaiki yang kemudian menghasilkan Proyek Perintis, dimana jumlah perguruan tinggi yang ikutan di dalamnya bertambah banyak. Proyek Perintis ini dibagi dalam 3 kategori, Proyek Perintis 1, Proyek Perintis 2, dan Proyek Perintis 3. Tapi yang lebih populer di masyarakat sih Proyek Perintis 1 yang juga dikenal sebagai Sekretariat Kerja sama Antar Sepuluh Universitas (SKASU). Isi perguruan tinggi SKASU ini adalah anggota SKALU ditambah UNPAD, UNIBRAW, ITS, dan USU

3. SIPENMARU (1983-1989)

Ngeliat kondisi penerimaan mahasiswa baru yang berbeda-beda, akhirnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan inisiatip buat ngegabung semua perguruan tinggi ke dalam satu sistem yang dikasih nama SIPENMARU, kayak Jepang-Jepangan gitu ya. SIPENMARU ini merupakan singkatan dari Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. Nah dalam SIPENMARU ada model penerimaan mahasiswa baru tanpa ujian, yang kemudian dikenal dengan nama PMDK (Penelusuran Minat dan Keahlian)

4. UMPTN (1989-2001)

Nah karena model PMDK dibeberapa perguruan tinggi gak diberlakukan, akhirnya SIPENMARU pun bertransformasi jadi UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Ini adalah sistem penerimaan mahasiswa baru yang paling lama dipakai.

5. SPMB (2001-2008)

Di tahun 2001 UMPTN pun akhirnya berubah lagi namanya jadi SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) yang mana kepanitiannya dikelola sama anggota SPMB. Baru berjalan beberapa tahun, ternyata SPMB mengalami masalah internal, dimana panitianya terkena kasus sama BPK dan KPK. Karena kisruh ini pun akhirnya beberapa perguruan tinggi banyak yang keluar dari SPMB dan bikin ujian penerimaan sendiri. Nah pas ujian penerimaan mahasiswa di tahun 2008, beberapa perguruan tinggi bergabung buat bentuk UMPT (Ujian Masuk Perguruan Tinggi)

6. SNMPTN (2008-2010)

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) turun tangan dan ngegabungin perguruan tinggi yang mau pake sistem UMPT dan perguruan tinggi yang SPMB. Mereka pun akhirnya sepakat bikin Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) di tahun 2008.

7. SNMPTN Ver 2 (2011-2013)

Di tahun 2011 SNMPTN sedikit merobak sistemnya. Yap, akhirnya SNMPTN bikin dua jalur penerimaan mahasiswa baru. Jalur pertama itu secara ujian tertulis, dan jalur kedua secara undangan dimana lulusan terbaik di SMA atau SLTA tertentu akan mendapatkan undangan khusus buat ikut ujian secara terpisah.

8. SBMPTN dan SNMPTN (2013-Sekarang)

Nah di tahun 2013 ujian SNMPTN tertulis diganti namanya jadi SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Sedangkan SNMPTN dengan undangan namanya jadi SNMPTN aja. Sistem ini masih terus dipake sampe sekarang. Kira-kira sampe kapan sistem kayak gini akan berlangsung? Entah lah. Tanyakan saja sama rumput yang bergoyang. Dududu duduuuuu….

Kayak gitu deh kira-kira cerita tentang perubahan nama ujian masuk perguruan tinggi negeri. Mau namanya ganti-ganti berapa kali sih terserah, yang penting jangan nyusahin peserta ujian aja yak.

Eh btw, kenapa ya orang Indonesia suka banget pake singkatan ya? Ada yang tau?

featured image