6 Tipe Pengendara Motor

Dilihat pake mata telanjang aja, bisa ketauan kalo kebanyakan pengguna jalan itu adalah pengendara motor. Mau sendiri, mau boncengan, kapanpun di manapun jalanan penuh sama yang naik motor. Selain dirasa praktis, naik motor itu lebih satset alias cepet dan bisa menghemat waktu tempuh. Terungkap pula bahwa ada beberapa jenis pengendara motor yang berkeliaran di jalanan. Yaitu:

 

 

1. Ibu-ibu kacamata alien

[caption id=“attachment_19227184368” align=“alignnone” width=“560”]{source name="Ibu-ibu kacamata alien" url="http://lampung.tribunnews.com"} {source name=“Ibu-ibu kacamata alien” url=“http://lampung.tribunnews.com"}[/caption]

Pengendara yang satu ini kalo naik motor kudu banget pake kacamata pesyen yang warnanya macem-macem, bentuknya aneh-aneh, dan banyak yang ukurannya suka gak masuk akal. Kadang tanpa mengenakan helm pun asal pake kacamata alien, pengendara ini pede aja gitu seliweran di jalan. Selain terkenal dengan kacamatanya, ibu-ibu kacamata alien ini kadang bawa motornya suka bikin kagok pengguna jalan lain, dengan ngerem, mengubah kecepatan seenaknya, atau bahkan jalan di sebelah kanan jalan dengan kecepatan lambat. Giliran diklaksonin eh dia kaget dan makin bikin tambah kagok karena bawa motornya goyang-goyang.

 

2. Bapak-bapak peci

Pengendara ini selalu mengenakan peci rajutan berwarna putih di kepala, apapun situasinya. Kadang dipadukan dengan sarung, atau sekedar celana gombrong yang sering disebut dengan kulot. Bapak-bapak ini karena ngerasa udah pake peci (yang dirasa cukup bisa melindunginya) kadang ga pake helm lagi.

[caption id=“attachment19227184369” align=“alignnone” width=“560”]<a href=“http://images.malesbanget.com/mbdcposts/2015/03/konvoi-fpi-kabarsatu.co.jpg”>{source name="Sudah merasa aman dengan peci" url="hendrasuhendra176.blogspot.com"} {source name=“Sudah merasa aman dengan peci” url=“hendrasuhendra176.blogspot.com”}[/caption]

Tapi tenang, untuk kalian yang ingin aman dalam berkendara namun ingin tetap syar’i, sekarang udah ada helm peci dan sorban.

[caption id=“attachment_19227184374” align=“alignnone” width=“560”]{source name="Helm syar'i" url="achmadsyaroni.wordpress.com"} {source name=“Helm syar’i” url=“achmadsyaroni.wordpress.com”}[/caption]

 

3. Mas-mas touring bawa magic jar

[caption id=“attachment_19227184376” align=“alignnone” width=“560”]{source name="Motor mejikjer" url="http://setia1heri.wordpress.com"} {source name=“Motor mejikjer” url=“http://setia1heri.wordpress.com"}[/caption]

Pengendara ini selalu full equipment kalo berkendara; pake sepatu, celana panjang, pelindung lutut, jaket kulit tebal yang kadang udah dilengkapi dengan pelindung siku, sarung tangan, dan masker, seperti layaknya mau touring, lengkap dengan wadah besar seperti magic jar di bagian belakang motornya, atau bahkan tambahan di kanan dan kiri juga. Suka penasaran gaksih, isi si magic jar nya tuh apaan aja? Jangan-jangan dia jualan nasi uduk lagi.

4. Dedek-dedek celana gemes

[caption id=“attachment_19227184377” align=“alignnone” width=“560”]{source name="Dedek gemezzz" url="kabarinews.com"} {source name=“Dedek gemezzz” url=“kabarinews.com”}[/caption]

Udah familiar dong dengan pengendara yang satu ini? Biasanya mereka gak cuma naik motor sendiri, tapi boncengan. Bisa berdua, bisa bertiga, atau bahkan berempat. Ciri khas dari pengendara ini adalah pake celana gemes alias hot pants, baju ketat, dan rambut lepek abis keramas yang tergerai, yang kalo tertiup angin suka nusuk-nusuk mata, hidung,dan masuk-masuk ke mulut yang diboncengnya.

 

5. Knalpot berisik

[caption id=“attachment_19227184382” align=“alignnone” width=“560”]{source name="Knalpot berisik!" url="otomotifnet.com"} {source name=“Knalpot berisik!” url=“otomotifnet.com”}[/caption]

MBDC gak ngerti sih nih ya kenapa ada spesies ini di jalanan. Soalnya kan motor itu udah diciptakan dan dirancang sedemikian rupa supaya bentuk dan fungsionalitasnya prima dan maksimal, eh sama pengendara-pengendara “bandel” ini malah diganti-ganti lah segala itu knalpotnya jadi berisik. Kan bikin kuping sakit. Ngebut banget sih kagak, cuma suaranya aja ganggu. Pengendara ini juga kadang suka rese kalo di jalanan, kerjaannya nyalip-nyalip gak pake perkiraan.

 

6.  Pengendara santun

[caption id=“attachment_19227184378” align=“alignnone” width=“560”]{source name="Pengendara yang baik" url="mpm-motor.co.id"} {source name=“Pengendara yang baik” url=“mpm-motor.co.id”}[/caption]

Pengendara yang satu ini bawaannya nyantai, tidak tergesa-gesa, gak emosian, serta selalu menyesuaikan kecepatan berkendara di jalan dengan konstan, gak lebih cepet, gak juga lebih lambat dari yang lain. Nyusul kalo diperlukan dan hanya kalo memungkinkan, selalu menggunakan lampu sein dan selalu ngasih kalo ada yang mau nyebrang. Perlengkapan yang digunakan pun sesuai aturan. Pengendara santun biasanya gak ada spesifikasi umur, mau mas-mas, mbak-mbak, atau bapak-bapak, semuanya udah sering berkendara dan udah ditempa di jalan. Kita butuh lebih banyak nih pengendara tipe terakhir ini.

 

Kamu masuknya pengendara nomer berapa nih? Sudahkah kamu jadi pengendara santun?

RELATED POST

RECENT POST

Jalan2Men 2019 IS BACK!


6 Genre Film yang Jangan Kamu Tonton Pas Ngabuburit


7 Tipe Ibu-Ibu yang Perlu Kamu Waspadai


Bahaya, Ini Dia 5 Bahaya Laten Spoiler yang Perlu Kamu Waspadai!