Biar Kamu Pinter!! Panduan Dasar Menggunakan Kamera

Panduan-Dasar-Menggunakan-Kamera

Makin kesini, kayaknya makin banyak orang yang ngaku-ngaku dirinya adalah fotografer. Ngaku-ngaku lho ya, bukan fotografer beneran. Kenapa MBDC bisa bilang orang-orang ini cuma ngaku-ngaku? Karena banyak yang beli kamera mahal-malahl (DSLR) dan cuma make mode full-auto. Nah biar kamu gak kelian bego-bego amat, pegang kamera mahal tapi gak ngerti dasar-dasar teknis penggunaan kamera, nih MBDC ajarin.

1. Shutter Speed

Ini dasar banget nih. Apa itu shutter speed? Shutter speed adalah kecepatan dimana lensa kamu menangkap cahaya. Misalnya kamu set shutter speed kamu di satu detik, maka ketika kamu ngejepret sebuah gambar, shutter kamu akan terbuka selama satu detik, sebelum akhirnya shutter ini tertutup kembali.

Apa ngaruhnya? Semakin lama shutter kamera kamu terbuka, maka semakin banyak cahaya yang masuk ke kamera kamu. Gampangnya, makin lama shutter kamu terbuka, maka hasil foto kamu makin terang.

2. Diafragma

Diafragma ini banyak nama lainnya. Biasa disebut “F”, atau “bukaan”, dan diafragma ini agak sedikit lebih ribet dari shutter speed. Tapi jangan panik, MBDC bakal jelasin dengan sederhana.

Pengaturan diafragma ini menentukan segimana besar shutter kamu kebuka ketika kamu jepret. Jadi kalau Shutter Speed tadi menentukan durasi terbukanya shutter kamera kamu, maka diafragma ini menentukan segimana gede shutter kamu kebuka.

Kenapa lebih ribet? Karena diafragma ini angkanya kebalik. Makin kecil angka F yang ditunjukkan di kamera kamu, artinya shutter kamu akan terbuka lebih lebar. Kalau kamu set diafragma kamu di 10, maka shutter kamu akan membuka lebih lebar dari pada kalau kamu set di 22.

Apa ngaruhnya? Diafragma ini ngaruh juga di penerimaan cahaya; makin besar kebukanya shutter kamu, tentu aja makin banyak cahaya yang masuk. Jadi kalau kamu buka shutter kamu lebar-lebar, kamu gak perlu membuka shutter kamu lama-lama.

Fungsi lain dari pengaturan diafragma ini adalah untuk menentukan depth of field foto kamu. Apa itu depth of field? Baca deh di sini

3. ISO

ISO jauh lebih simpel dari dua poin diatas. ISO itu menunjukan seberapa sensitif sensor kamera kamu terhadap cahaya. Simpelnya, makin gelap tempat kamu motret, kamu naikkin deh ISO kamu, maka sensor kamera kamu akan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan membuat gambar kamu lebih terang.

Tapi kamu musti hati-hati nih. Penggunaan ISO tinggi bisa mengurangi kualitas foto kamu. Istilahnya, sensor kamu ‘dipaksa’ untuk ambil gambar terang, padahal tempat di mana kamu motret itu gelap. Jadi jangan sampe ISO kamu ketinggian kalau kamu gak mau ada bercak-bercak di foto kamu.

Nah sekarang kamu udah tau tiga pengaturan dasar kamera kamu, lalu gimana caranya bikin foto yang bagus?

‘Foto yang bagus’ itu sendiri susah di-definisi-kan, karena biar gimanapun juga fotografi itu adalah seni. Yang bagus buat MBDC belum tentu bagus buat kamu, begitu juga sebaliknya.

[caption id=“attachment_19227168126” align=“alignnone” width=“560”]Foto kayak gini juga manfaatin 3 elemen di atas. hmm Foto kayak gini juga manfaatin 3 elemen di atas. hmm[/caption]

sumber foto: logisticalmadness.com

Yang penting kamu tau cara mengatur tiga aspek diatas, kamu kombinasikan deh pengaturan Shutter Speed, Diafragma, dan ISO kamu. Kalau pengaturannya pas, niscaya kamu bisa memproduksi foto yang keren-keren, misalnya foto gebetan. Selamat mencoba!