Apakah Orang Bego Makin Banyak?

Kalo kamu perhatiin, sepertinya makin kesini makin banyak orang yang melakukan atau menunjukan kebodohannya. Di tahun 2013 aja ada banyak kebodohan-kebodohan yang kita saksikan. Misalnya si Vicky, yang menciptakan varian baru dari sebuah bahasa universal yang udah berabad-abad umurnya. Terusnya lagi kalo mundur dikit, ada bapak-bapak yang mempertanyakan keaslian rekaman CCTV, dan mempermasalahkan letak dan guna CCTV tersebut. Kalo yang paling baru, mungkin komentar petinggi negara kita yang menganggap segerombolan manusia yang suka bikin heboh dan doyan kekerasan itu merupakan aset bangsa.  

[caption id=“attachment_19227165000” align=“aligncenter” width=“630”]Aset Bangsa Aset Bangsa[/caption]

Ah mungkin itu emang kebetulan aja kali, lagi pada cari sensasi aja. Dan mungkin dari dulu juga orang bego banyak, tapi dulu medianya belom secanggih sekarang, jadi kebodohan-kebodohan orang jaman dulu gak terekspos ke semua orang. Lalu MBDC pun teringat pada sebuah film yang muncul pada tahun 2006 silam, yaitu Idiocracy. Di situ diceritain kalo umat manusia sedang berada dalam jalur yang berbahaya, karena populasi orang bego makin banyak, sementara orang pinter makin dikit. Alesannya simpel; orang pinter lebih hati-hati dalam hidup serta punya banyak tanggung jawab sehingga mikir berulang kali sebelom punya anak. Sementara orang bego, ya bodo amat, kalo mau beranak ya beranak aja. Akhirnya, perlahan-lahan, orang pinter punah dari muka bumi.

Itu film sih, tapi kenyataannya ternyata gak jauh-jauh dari situ. Menurut penelitian yang dimuat di jurnal Trends in Genetics tahun 2012 kemaren, makin ke sini manusia makin kehilangan tekanan untuk jadi pintar, sejak peradaban berubah dari Food Gathering menjadi Food Producing.

[caption id=“attachment_19227165001” align=“aligncenter” width=“630”]Food Producing Food Producing[/caption]

Di jaman Food Gathering, bener-bener cuma yang pinter yang bisa selamat dan menurunkan gennya. Sedangkan yang bego, yang gak bisa berburu, ngumpulin makanan atau bikin tempat tinggal yang bener, paling ujung-ujungnya bakal mati dimakan buaya. Sedangkan setelah peradaban makin maju, manusia gak perlu lagi bergantung pada kecerdasan dan nalurinya untuk bertahan hidup. Yang pinter dan yang bego, pasti bisa bertahan hidup walaupun tingkat kemakmurannya bisa jadi berbeda.

Selain itu, ada penelitian oleh Micahel Woodley, yang dimuat di The American Journal of Psychology pada 2010 yang menunjukkan bahwa biarpun rata-rata IQ meningkat dari masa ke masa, sebenernya potensi kecerdasan manusia terus menurun. Woodly menggunakan metode lain untuk mengukur kecerdasan, yaitu metode “Reaction Time,” yang mengukur kecepatan mental manusia untuk merespon sebuah stimulus. Hasil temuannya menunjukkan Reaction Time manusia dari masa ke masa makin melambat, dan menyimpulkan kalo kecerdasan manusia makin menurun.

[caption id=“attachment_19227165002” align=“aligncenter” width=“630”]Salah satu contoh bukti Salah satu contoh bukti kecerdasan manusia yang menurun[/caption]

Selanjutnya, Woodley juga mengatakan IQ gak bisa dijadiin ukuran kecerdasan karena IQ juga dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan dan kualitas hidup. Alasan kenapa rata-rata IQ meningkat, menurut Woodley karena kualitas pendidikan dan nutrisi yang meningkat juga.  Woodley menganalogikan kecerdasan manusia jaman sekarang sebagai bibit tanaman yang buruk, namun diberi pupuk yang bagus lewat kualitas pendidikan dan perkembangan teknologi yang pesat.

Jadi gimana ya sebenernya, apakah manusia beneran makin bego? Tapi kalo gitu kenapa teknologi dan tingkat pendidikan bisa terus maju? Kalo orang-orangnya bego, gak mungkin dong bisa membuat kemajuan dalam kehidupan seperti itu?

Kalo menurut MBDC sih, manusia sepertinya tambah pinter dan tambah bego di saat yang sama. Mungkin potensi kecerdasan kita makin berkurang di jaman yang serba canggih ini. Banyak hal yang dulu memusingkan, tapi sekarang bisa diselesein sama mesin dan komputer. Kita jadi semakin males, dan gak mau mikir. Tapi di sisi lain, kemajuan teknologi juga membantu kita mengerti dan melakukan hal-hal yang dulu mustahil. Dengan kemajuan teknologi, kualitas hidup kita jadi meningkat. Itu kan guna dari kecerdasan pada dasarnya, seperti waktu jaman Food Gathering, untuk selamat dan meningkatkan kualitas hidup.

[caption id=“attachment_19227165003” align=“aligncenter” width=“590”]1+1? Mana gue tau... 1+1? Mana gue tau…[/caption]

Terus, kalo IQ akhirnya dianggap bukan tolak ukur kecerdasan yang tepat, bisa jadi Reaction Time juga bukan pengukur yang paling tepat. Mungkin di masa depan bakal ditemukan lagi tolak ukur yang dianggap paling akurat.

Dan terakhir, kalo pun bener kita semua makin bego, kita semua adalah bibit-bibit yang buruk, bukan berarti kita gak bisa tumbuh jadi lebih baik kan? Kalo kita bisa menggunakan kemajuan jaman ada sekarang dengan baik dan terus mengembangkan diri, hasilnya gak bakal seburuk yang diramalkan dong. Son Goku aja yang terlahir dengan segala keterbatasannya akhirnya bisa menang dari Bezita yang terlahir jenius.

Jadi, gimana menurut kamu?

Sumber: http://www.livescience.com/24713-humans-losing-intelligence.html http://www.livescience.com/37095-humans-smarter-or-dumber.html http://www.forbes.com/sites/daviddisalvo/2013/05/26/think-fast-are-we-really-getting-dumber/ http://www.huffingtonpost.com/2013/05/22/people-getting-dumber-human-intelligence-victoria-era_n_3293846.html