Cara Menghadapi Vonis Hukuman di Indonesia

Gayus

Yang namanya manusia pasti pernah berbuat salah. Dan kalau salah biasanya dihukum. Hukuman selalu berbeda-beda tergantung kesalahan apa yang kamu buat dan juga dimana hukum itu berlaku. Ketika sudah jelas bersalah dan sudah divonis dengan hukuman, kamu tidak bisa berbuat banyak kecuali menjalani hukuman itu dengan sukarela. Bagaimana sebenarnya cara menghadapi sebuah hukuman dengan sedikit harapan-harapan positif ?

Terima dengan lapang dada

[caption id=“attachment_1076” align=“alignnone” width=“560” caption=“Duduk Tenang adalah salah satu bentuk lapang dada”]Duduk tenang[/caption]

Oke, hukuman dimana-mana pasti berat, tapi coba kamu terima dengan “lapang dada”. Saat mendengar vonis, mimik muka boleh shock sebentar tapi usahkan untuk langsung tenang lagi. Paling penting jangan histeris, kecuali kalau kamu divonis hukuman mati. ( Kalau ini yang terjadi pada kamu, langsung loncat ke point ‘Pura-pura sakit’ ). Hal ini baik untuk kesan pertama kamu terhadap vonis itu. Apabila kamu terlihat „menerima dengan lapang dada“, maka orang-orang akan nganggap kamu tobat. Itu nilai plus yang lumayan. Dengan itu, klimaks publik telah lewat, dan akan mulai menurun.

Bersikap baik

[caption id=“attachment_1093” align=“alignnone” width=“560” caption=“Contoh bersikap baik yang paling mudah”]Bersikap Baik[/caption]

Sewaktu di tahanan, besikap baiklah, ini yg paling penting. Ini juga bisa menjadi nilai plus kamu. Karena dengan bersikap baik, maka kamu akan dianggap berkelakuan baik selama di tahanan dan tidak perlu terlalu diawasi banget. Dengan itu, kamu bisa mencoba untuk mulai cari-cari ide atau coba-coba gali lobang/tembok untuk kabur.

Bersosialisasi dengan seisi penjara

[caption id=“attachment_1094” align=“alignnone” width=“560” caption=“Bersosialisasi di penjara. Kenapa tidak?”]Bersosialisasi di penjara[/caption]

Coba mulai bergaul dengan sesama napi ( kalau ditempati bersama napi lain ) dan cobalah juga bergaul dengan sipir. Intinya menjalin hubungan sosial dengan sesama penghuni penjara. Dengan begitu kamu akan selalu uptodate tentang hal-hal yang sedang terjadi di penjara, kaya : sipir mana yang bisa disogok, siapa yang bisa dijadikan kambing hitam, jam-jam istirahat sipir atau bahkan siapa yang punya rencana kabur.

Low profile

[caption id=“attachment_1095” align=“alignnone” width=“560” caption=“Bukannya contoh low profile yang baik”]Low Profile[/caption]

Untuk saudara, rekan atau relasi di luar, diharap untuk tenang juga, tidak usah terlalu banyak bicara atau nuntut ini itu. Biarkan keadaan diluar tenang dulu hingga media-media tidak menyoroti kasus kamu lagi. Jadi orang sudah mulai melupakan kasus tersebut.

Pura-pura sakit

[caption id=“attachment_1092” align=“alignnone” width=“560” caption=““Aduh pak hakim, kepala saya kok pusing ya tiba-tiba?”“][/caption]

Ini adalah the ultimate trick! Dan selalu berhasil. Pura-pura sakit, lalu kamu bisa dibawa keluar penjara untuk berobat, dari situ 1 titik terang sudah mulai kelihatan. Setidaknya kamu sudah bisa menghirup udara bebas dulu atau kalau perlu langsung kabur.

Terlihat sakit

[caption id=“attachment_1079” align=“alignnone” width=“560” caption=“Biar sakit, tetaplah tersenyum. Pencitraan itu penting!”]Sakit[/caption]

Lebih bagus lagi kalau kamu punya perban yang bisa dibalut di kepala atau di kaki kamu supaya kelihatan seperti sakit sungguhan dan serius. Jadi orang langsung melihat bahwa kamu sakit parah. Selain perban, juga bisa :

  • Kursi Roda
  • Tongkat
  • Tempat Tidur Jalan + Infus
  • Orang lain yang membopong kamu ketika keluar penjara
Ini bisa efektif untuk menunda persidangan atau pemeriksaan. Dengan begitu, kamu bisa berharap simpati publik yang melihat orang sakit menjalani hukuman. Syukur-syukur kamu bisa dimaafkan. Secara bangsa kita adalah bangsa pemaaf bukan ?

Mengalihkan perhatian publik

[caption id=“attachment_1090” align=“alignnone” width=“560” caption=“Gestur yang sungguh badass di pengadilan”]Bergaya seperti ini di pengadilan sungguhlah Badass[/caption]

Kalau koneksi kamu banyak dan punya uang, kamu bisa menyuruh orang lain untuk mengatur sesuatu untuk mengalihkan perhatian publik terhadap kasus kamu, sehingga gerak kamu bisa lebih leluasa. Contoh-contoh pengalih perhatian publik :

  • Ledakin bom di tempat-tempat ramai / pusat perhatian, tapi jangan di tempat yang ada hubungannya dengan kasus kamu. Takutnya dari situ bisa ketauan siapa penyebabnya.
  • Seret kambing hitam untuk dijadikan tersangka baru, sehingga kamu bisa keluar dan orang itu bisa masuk
  • Investasi dengan jumlah luar biasa besar di ekonomi Indonesia, lalu tarik secara tiba-tiba sehingga menimbulkan gejolak ekonomi.
Benda-benda penunjang

[caption id=“attachment_1082” align=“alignnone” width=“560” caption=“Bakalan jadi benda sangat berharga kalo bisa dibawa masuk ke penjara”]Benda Penunjang[/caption]

Apabila kamu di penjara, supaya tidak bosan sering-seringlah minta dikirim benda-benda berikut ini :

  • Sekop
  • Bor mesin beserta mata bornya yang gede-gede
  • Pacul
  • Tali (bisa buat gantung diri misalnya sudah mentok)
  • Komik Bob Si Napi Badung
  • DVD Ocean’s Eleven, Prison Break, Alcatraz, dan sebagainya
  • Artikel ini
Untuk menunjang kenyamanan kamu di penjara, kamu juga bisa mengisi dengan benda-benda ini :
  • AC
  • TV
  • PlayStation
  • Laptop + Internet
  • Kulkas kecil
  • Benda kenyamanan lainnya
[caption id=“attachment_1078” align=“alignnone” width=“560” caption=“Contoh Sel yang Dilengkapi dengan barang-barang penunjang”]Sel dengan barangn Penunjang[/caption]

Lupa Ingatan atau Gila

[caption id=“attachment_1080” align=“alignnone” width=“560” caption=“Ini sih pura-pura gilanya meyakinkan banget. Pasti gak jadi masuk penjara.”]Pura-Pura Gila[/caption]

Setelah pura-pura sakit berhasil, berikutnya adalah pura-pura kehilangan daya ingat atau pikun. Pointnya disini adalah kamu bisa mengelak dari penyidikan karena kamu tidak bisa memberi jawaban yang benar. Lebih bagus lagi kalau kamu bisa akting seolah-olah kamu menjadi stress atau gila. Oke… orang akan ganggep kamu gila beneran, tapi setidaknya kamu tidak perlu lama-lama berada dibelakang hukum. Mendingan jadi napi normal apa orang gila bebas di Indonesia ?

RELATED POST