Mengapa Anak Muda Sekarang Harus tau Siapa Itu Harry Roesli

Semua orang, khususnya anak muda harus menghargai musik Indonesia.

Untuk menghargai musik Indonesia, ada banyak caranya:

1. Gak beli produk bajakan (dari CD, merchandise) beli yang asli

2. Dateng ke konser musik bayar

3. Jangan beli CD trus bajak, trus naikin ke Youtube

4. Kalo gak ada fisiknya, beli produk digital lewat layanan musik digital yang ada.

Masih banyak lagi deh kalo mau disebutin satu per satu.

Cuma nih, ada satu lagi yang gak kalah pentingnya soal gimana kita, generasi millennials menghargai musik Indonesia.

MENGENAL DAN MENGHARGAI MUSISI INDONESIA

Buat yang satu ini, emang kamu harus melalui 4 langkah di atas tadi, baru bisa ngelakuin ini. Musisi Indonesia itu gak cuma Nidji, Noah, Iwan Fals, Slank dan mereka yang kamu liat sekarang ini. Mereka sendiri gak gak turun dari langit.

Ada generasi sebelum mereka yang udah duluan main musik dan memberi warna yang bagus dalam peta perjalanan musik Indonesia (aseek bahasanya).

Beberapa hari kemarin, kita udah nampilin Fariz RM, gimana anak muda harus kenal Fariz RM, trus selain Fariz ada beberapa nama musisi lagi yang musti kita kenal.

Nah, satu musisi yang kudu juga kamu kenal dan layak jadi apresiasi adalah Alm. Harry Roesli. Musisi asal Bandung yang satu ini udah memberi influence bagi beberapa musisi yang ada di peta perjalanan musik Indonesia.

DKSB (Depot Kreasi Seni Bandung - yang sekarang menjadi Rumah Musik Harry Roesli) yang didirikannya sejak lama di rumahnya di WR Supratman 57 Bandung ini menjadi tempat nongkrong dan kreasi bagi banyak musisi yang kita kenal sekarang, dari Fariz RM, Glenn Fredly sampai Khemod, drummernya Seringai.

Nih, coba denger apa kata Glenn dan Rara Sekar dari Bandaneira tentang siapa sosok Harry Roesli,

Ini disebabkan karena Harry Roesli adalah sosok yang berani melahirkan karya musik kontemporer yang berbeda dari kebanyakan musik yang dibuat pada saat itu dan sesudahnya. Kalo sekarang orang mengenal hipster, indie atau sidestream atau dulu angkatan kakak atau om kita mengenal musik underground, nah Harry Roesli lewat musiknya adalah akar dari masuknya musik yang kurang lebih dikategorikan sebagai pelopor musik sidestream di Indonesia.

Dengerin lagu-lagu kaya "Borobudur",

Atau lagu macam "Peacock Dog"

Harusnya Harry Roesli layak mendapat tempat untuk dijadikan tribute di event kaya Java Jazz event festival rock lainnya.

Nah, tapi tenang, ada kesempatan untuk kamu mau mengenal lebih dalam siapa sosok Harry Roesli, datang aja ke acara ini nih, sebuah acara release party dari album debut dari Harry Roesli dan bandnya, The Gang of Harry Roesli - Philosophy Gang yang dirilis dalam bentuk piringan hitam atau vinyl.

Acaranya sendiri bakal digelar di SAE Institute, besok Jumat (17/03) dimulai jam 7 malem sampe kelar.

Nah bakal ada sesi ngobrol bareng sama personil The Gang of Harry Roesli, termasuk dengan pembicara musik dan drummer Seringai, Khemod sebagai perwakilan dari anak muda sekarang yang dibesarkan oleh musik Harry Roesli.

Ada juga penampilan musik dan Jason Ranti alias Jeje serta DJ dari Irama Nusantara.

Dateng ya! Jangan sampe gak lho.