Ini Dia 8 Tips Supaya Kamu Bisa Motret Milky Way

Memotret bintang dan Galaksi Bima Sakti atau Milky Way sekarang jadi kegemaran para traveler. Dengan kemajuan teknologi kamera dan perlengkapannya, kita tinggal mengasah kemampuan supaya bisa menangkap momen menakjubkan di langit malam. Memotret pas malam hari tentunya jauh beda dengan memotret pas siang hari, yang sumber cahayanya berlimpah.

Tapi, motret Milky Way bisa saja dilakukan oleh siapa pun, asalkan punya kamera yang memadai, bukan kamera smartphone lalu diedit dengan filter atau efek Milky Way, ya. Dan, kamu harus rajin-rajin berlatih motret pas malam hari.

Tentunya, ada juga faktor eksternal yang menentukan keberhasilan motret bintang dan menghasilkan foto yang keren, misalnya lokasi, waktu, dan cuaca, dan juga kondisi tubuh. Untuk lokasi, cari tempat yang luas menghadap langit, tanpa penghalang seperti gedung tinggi dan pohon besar.

Untuk waktu, biasanya tengah malam sekitar jam dua belas hingga dua pagi. Untuk cuaca, sebaiknya motret saat cuaca cerah, langit tak berawan, agar bintang terlihat jelas. Biasanya, hobi motret bintang dilakukan di tempat yang tinggi, di bukit atau gunung, yang pastinya berhawa dingin dan membuat kita sulit berkonsentrasi atau gemetar karena menggigil. Jadi, siapkan pakaian tebal atau minuman hangat untuk penyelamat, ya.

Oh iya, buat foto-foto bintang, ini beberapa favorit Jalan2Men.

A post shared by Alexander Thian (@amrazing) on

A post shared by Alexander Thian (@amrazing) on

A post shared by Alexander Thian (@amrazing) on

Nah, berikut ini 8 tips praktis motret Milky Way

1. Ganti format foto menjadi RAW agar hasil foto dapat diperbaiki dengan pengeditan.

2. Ubah pengaturan kamera menjadi Manual (M).

3. Ubah White Balance menjadi Color Temperature K 4300 (atau disesuaikan dengan kondisi saat motret).

4. Atur ISO ke angka yang cukup tinggi, dapat disesuaikan juga dengan kondisi saat memotret. Cobalah ISO 2400, lalu 3200. ISO yang tinggi berarti berisiko noise, tapi dapat diatasi dengan Long Exposure Noise Reduction dan pengeditan.

5. Gunakan Shutter Speed lambat, yaitu 30 detik, agar dapat menangkap bintang dengan baik. Kalau enggak bawa tripod, pastikan kamera diletakkan di tempat yang tak bergerak.

6. Gunakan Aperture (diafragma) terendah, umumnya f/2.8. Makin kecil makin baik karena dapat menangkap cahaya lebih banyak.

7. Ubah fokus menjadi Infinity, lalu arahkan ke bintang yang hendak difoto. Untuk mengatur komposisi, lihat dari View Finder karena LCD pasti gelap.

8. Pastikan baterai kamera sudah terisi penuh dan bawa baterai cadangan. Jangan lupa juga siapkan memori cadangan.

Nah, kalau kalian punya tips yang lebih bagus atau pengalaman seru saat motret Milky Way, boleh banget berbagi di kolom komentar, ya.