Ini 9 Pesan Tersembunyi dari Lagu-lagu Barasuara di Album Taifun

Powered by GoAheadPeople

Siapa yang gak mengenal sosok gitaris, vokalis juga penulis lirik dari band indie Barasuara, Iga Massardi? Perjalanan Kreatif Iga Massardi bersama Barasuara yang dibuktikan dengan album Taifun, sebuah album yang saat ini menjadi album terbaik di industri musik Indonesia.

Gak cuma itu, album ini juga menjadi inspirasi berkarya bagi Go Ahead People, khususnya yang berkarya dengan band-band indie mereka yang eksis hari ini.

Sebenarnya apa sih yang jadi resep mengapa album Taifun menjadi inspirasi berkarya bagi banyak Go Ahead People?

Gak lain adalah pesan tersembunyi yang lahir dari tiap baris lirik yang ada di lagu-lagu Barasuara di album Taifun ini. Penasaran kira-kira pesan apa yang tersembunyi di lagu-lagu Barasuara ini? Simak di bawah ini yuk.

1. Nyala Suara

Lagu ini tentang bagaimana buruknya memendam keinginan, tujuan, pemikiran dan ide yang mana lama-lama malah jadi bara di dalam sekam doang. Lama-lama akan meredup. Jadi harus dikeluarkan.

2. Sendu Melagu

Ini adalah lagu cinta dimana semua terasa lebih berharga ketika sudah tidak ada. Lirik “ingat mu kau merayu, ingatnya kau berlalu” kurang lebih menyiratkan pesan itu.

3. Bahas Bahasa

Cara berkomunikasi orang saat ini sudah bermetamorfosis. Dulu bisa ketemu langsung, sekarang bahkan kita bisa bikin pesan teks untuk berapa puluh orang dalam waktu bersamaan. Lagu ini tentang bagaimana cara menyikapi komunikasi di era saat ini

4. Hagia

Diambil dari nama Hagia Sofia, sebuah mesjid di Turki yang dulunya adalah gereja.  Intinya, lagu ini mengajarkan tentang bagaimana kita masing-masing punya kepercayaan dan tujuan berdasar kepercayaan itu. Bagaimana kita menghormati orang lain dan hidup berdampingan dengan damai. Walaupun tradisinya berbeda, semua ajaran agama mengajarkan kebaikan. Kita bebas untuk percaya. Kenapa terakhir ada lirik dari kitab Injil, Iga Massardi ngerasa merasa doa Bapa Kami sangat kuat untuk menutup lagu ini."

5. Api dan Lentera

Api adalah semangat, jangan biarkan api dan bara yang kamu punyai padam, jangan takut, lepasin aja semua keraguan dan lakukan apa yang kamu yakini.

6. Menunggang Badai

Ketika menulis lagu ini, Iga Massardi kerap mengamati orang-orang yang hidupnya penuh dengan kebencian. Menurutnya, orang yang hidup dengan kebencian akan sulit sendiri nantinya.

7. Tarintih

Lagu ini bercerita tentang sosok ibu, dari hamil hingga melahirkan anak. Seperti kata pepatah, surga ada di telapak kaki Ibu. Begitu besarnya kasih Ibu kepada kita, kita sebagai anak masih saja berbuat salah. Lalu pantaskah kita mendapatkan surga itu? Lagu ini juga tentang meminta maaf. Kadang kita selalu lalai untuk meminta maaf, padahal kesempatan selalu ada di kala Ibu kita masih hidup.

"Tarintih" adalah kata yang Iga buat sendiri, berasal dari kata ‘tarian’ dan ‘rintihan’ yang digabung jadi satu. Apa maksudnya? “Dalam perkembangan hidup, elo akan bersenang-senang yang gue gambarkan sebagai tarian, dan ada saat menyadari kesalahan yang gue gambarkan dengan rintihan." ungkap Iga Massardi.

8. Mengunci Ingatan

Inspirasinya lagu ini datang dari sebuah berita tentang Alzheimer. “Ada seorang pelukis alzheimer, dia mencoba melukis wajahnya sendiri terus menerus. Awal dia divonis alzheimer, dia bisa melukis wajahnya sendiri secara detail. Ketika mau meninggal, lukisan dia hanya coret-coretan. Itu sangat memilukan, kita tidak bisa mengingat kita siapa," ujar Iga Massardi.

Berkaca dari peristiwa ini, Iga Massardi berpikir untuk membalikan konteksnya. “Bagaimana kita ingin melupakan apa yang menyakitkan. Pada awalnya gue pengin nulis tentang proses melupakan, tetapi pada praktiknya gue menulis ingin melupakan kenangan buruk." jelasnya.

9. Taifun

Iga Massardi membuat lagu ini sebagai sebuah pesan kepada anaknya. Isinya kurang lebih adalah terkadang dalam hidup harus berhenti berlari, mulai berjalan. Intinya itu, menerima diri sendiri, berdamai dengan kesalahan.

Album Taifun yang mendapat peringkat sebagai album terbaik versi majalah Rolling Stone ini membuktikan bahwa di antara homogenitas yang terjadi di industri musik Indonesia, Iga Massardi dan Barasuara membuktikan bahwa musik indie punya tempat di peta musik tanah air.

Dan sebagai band, Barasuara terbukti bisa bertahan dan eksis dengan tidak mengikuti arus, they succeed to be the band that against the stream.

Prestasi Inilah yang kemudian jadi inspirasi berkarya bagi Go Ahead People tentunya, khususnya bagi band indie yang masih meniti karir untuk menemukan karakternya dan memiliki tempat di peta musik tanah air.