Pangandaran Bukan Cuma Pantai, Yuk River Tubing di Sungai Santirah!

Kalau kamu mengaku pencinta adrenaline rush, mesti coba yang satu ini. River tubing sekaligus body rafting, loncat-loncatan dari tebing batu ke air! Semuanya bisa dilakukan di Sungai Santirah, Desa Selasari, Kabupaten Pangandaran. Ya, betul sekali, di dekat Pantai Pangandaran yang populer itu.

River tubing memang bukan hal baru di Indonesia, udah ada Gua Pindul di Yogyakarta yang selalu penuh pas musim liburan. Tapi, Sungai Santirah atau yang disebut juga Green Santirah, menawarkan jeram yang lebih menantang, lebih banyak terowongan, batu tinggi untuk meloncat, dan beberapa air terjun. Ini beda, lho, dengan Green Canyon di Batukaras karena di sana menawarkan body rafting, bukan tubing.

Apa sih river tubing?

Oh ya, buat yang belum tahu, tubing itu adalah petualangan di atas air dengan cara duduk telentang di atas ban besar yang mengambang di air. Biasanya dilakukan di sungai karena membutuhkan dorongan arus untuk bergerak.

Wisata river tubing di Sungai Santirah mulai beroperasi awal 2014. Para pemandu dan operatornya dari warga sekitar, yang bisa dibilang sudah khatam dengan kondisi sungai. Jadi, turuti aja instruksi mereka, mulai dari pemanasan hingga selesai tubing.

Bagaimana caranya river tubing?

Sebelum tubing, peserta akan diajak menuruni tangga ke sungai sambil membawa ban masing-masing. Nantinya pemandu akan membantu kita menduduki ban secara bergantian di sungai. Lalu, setiap lima peserta dibariskan dengan cara mengaitkan kaki masing-masing ke ketiak teman di depannya.

Panjang rute tubing kira-kira 1,5 km. Sepanjang itu pula kamu akan melihat pemandangan dinding batu yang tampak berlapis-lapis terkikis air, membentuk koridor panjang dihiasi ranting dan dedaunan hijau. Kalau cuaca cerah, langit biru bakal menjadi latarnya.

Dalam 200 meter pertama ada jeram yang cukup sulit dilewati saat memasuki terowongan pertama. Kalau kurang stabil, ban kamu mungkin bakal lepas atau mungkin kamu terombang-ambing melewati jeram. Tenang aja, ada pemandu yang bakal bantuin, tapi kamu harus tetap tenang. Paling tergores batu sedikit.

Bagian yang ditunggu-tunggu petualang ekstrem biasanya terjun bebas dari tebing ke air. Ada tiga bagian seperti ini di Santirah. Yang pertama batunya rendah, sekitar satu meter, tapi di bawahnya arus cukup deras. Yang kedua, loncat dari tebing air terjun setinggi kira-kira tujuh meter. Sebelumnya kamu harus memanjat tebing yang licin itu. Hati-hati ketagihan karena terbukti banyak yang mau loncat berkali-kali!

Nah, di akhir rute, sampailah kamu di tempat loncat ketiga. Naik ke tebing yang ini lebih mudah karena cenderung kering, tapi tingginya sepuluh meter! Ayo, berani, enggak?

Setelah bermain air selama dua jam terombang-ambing ke sana kemari, kamu masih harus jalan kaki dua puluh menit untuk membawa ban kembali ke pos semula. Kalau udah begitu, sih, enaknya langsung ke warung terdekat dan makan mi kuah panas!

Jadi, kapan kamu bakal menguji keberanian di Sungai Santirah?