Ini Dia 11 Hal yang Tidak Kamu Ketahui tentang Pesawat Terbang

Buat kamu-kamu yang hobi traveling, pasti udah terbiasa banget dengan berbagai moda transportasi yang tersedia saat ini. Mulai dari angkutan umum, bus, kereta api, hingga kapal laut dan pesawat terbang. Dilansir dari Travel and Leisure, sebenarnya ada banyak hal yang tidak kamu ketahui tentang pesawat terbang.

Mungkin selama ini kamu udah mikir-mikir tentang hal yang kamu temukan atau rasakan di dalam pesawat, tapi enggak ketemu aja gitu jawabannya. Nah, ini dia 11 hal yang mungkin tidak kamu ketahui tentang pesawat terbang.

1. Pesawat terbang tahan sambaran petir

Pernah enggak kamu merasakan kesambar petir pas lagi naik pesawat? Enggak, kan. Itu berkat teknologi yang diterapkan pada tubuh pesawat sehingga aman dari sambaran petir, energi listriknya langsung mengalir keluar dari tubuh pesawat.

2. Tidak ada posisi duduk yang aman di pesawat

Kalau kamu mengira duduk di bangku paling belakang paling aman saat mengalami kecelakaan, kamu salah. Semua posisi duduk di pesawat memiliki persentase bahaya yang sama kalau misalnya terjadi kecelakaan. Jadi, ya, memang berdoa saja dan pasrah pada Tuhan.

3. Beberapa pesawat memiliki kamar rahasia untuk awak kabin

Bayangkan nasib awak kabin kalau harus terbang selama 16 jam nonstop dari Indonesia ke Eropa, misalnya. Mereka juga butuh istirahat dan tidur. Karena itu, beberapa jenis pesawat, seperti Boeing 777 and 787 Dreamliners punya kamar rahasia kecil di atas pesawat, dengan akses melalui tangga tersembunyi.

4. Ban pesawat tidak akan meletus saat mendarat

Ternyata ban pesawat didesain sangat kuat dan tahan banting, mampu menahan bebean hingga 38 ton dan dapat mendarat dengan kecepatan hingga 170 mil/jam, bahkan bisa dipakai hingga 500 kali sebelum harus diganti. Ganti bannya pun semudah mengganti ban mobil.

5. Lampu kabin sengaja diredupkan saat mendarat

Alasannya adalah agar penumpang dapat beradaptasi dengan cahaya redup ketika terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan misalnya, dan penumpang baru terbangun. Cahaya terang benderang akan mengagetkan mata. Jendela juga diminta dibuka sebelum mendarat agar penumpang dapat melihat kondisi luar pesawat jika diperlukan evakuasi.

6. Pesawat tidak membutuhkan kedua mesinnya untuk terbang

Selama ini kita mengira apabila mesin pesawat mati salah satunya, maka bahaya akan terjadi. Ternyata tidak, sebuah mesin pesawat didesain dapat bertahan hingga beberapa jam untuk terbang dan tiba di tujuan. Bahkan, ketika kedua mesin mati total, pesawat masih bisa terbang mengandalkan glide ratio.

7. Asbak rokok selalu tersedia di toilet pesawat

Walaupun banyak petunjuk larangan merokok dan disebutkan pula oleh awak kabin, mungkin saja ada perokok yang bandel dan ingin merokok. Karena itu, untuk orang sejenis ini, diharapkan jika ia merokok diam-diam di toilet, ia bisa membuangnya di asbak, tidak asal ke tempat sampah tisu yang mungkin dapat menyulut api. Tapi bakal ketahuan juga kalau merokok dan ditegur, sih. Mendingan enggak usah!

8. Fungsi lubang kecil di jendela pesawat

Mungkin selama ini kamu perhatikan ada lubang sangat kecil di bagian bawah jendela di sampingmu. Buat apa, sih? Untuk mengatur tekanan kabin tentunya. Jendela itu terbuat dari tiga lapis akrilik, paling luar untuk melindungi tekanan kabin dan kalau mengalami kerusakan, lapis kedua atau tengah akan menjadi cadangan. Nah, lubang ini nantinya menjaga tekanan udara agar lapis kedua tetap aman.

9. Mengapa makanan pesawat rasanya kurang enak

Ini bukan karena kualitas makanannya, melainkan memang karena kondisi di dalam pesawat yang memiliki kelembapan sangat rendah. Menurut penelitian, kondisi ini menyebabkan makanan manis kurang terasa dan yang asin makin terasa. Karena itu, jangan terlalu berharap bisa merasakan makanan nikmat.

10. Masker oksigen cuma bertahan 15 menit

Selama ini kita selalu mendengar bahwa saat terjadi bahaya atau pesawat meluncur turun, kita harus memakai masker oksigen. Yang tidak kita tahu, masker itu cuma tahan 15 menit. Terus kita bakal kehabisan napas dong? Enggaklah. Saat pesawat terus meluncur, saat mencapai ketinggian 10.000 kaki, kita bisa bernapas dengan normal dan tak butuh masker. Dan biasanya pesawat meluncur turun terjadi dalam seperkian detik dan menit. Amit-amit, deh, pokoknya.

11. Kenapa ada jejak putih di belakang pesawat

Itu adalah jejak sisa-sisa kondensasi atau uap air. Mesin pesawat mengeluarkan uap air dalam prosesnya dan saat uap air yang panas itu menyentuh uadara yang dingin di atmosfer, terbentuk garis putih di angkasa. Prosesnya persis seperti saat kita bernapas di udara dingin.