7 Pemain yang Pernah Jadi Rising Star Setelah Tampil Mengesankan di EURO

Dalam setiap gelaran turnamen sepak bola yang dilaksanain sekitar sebulanan, pasti akan munculin nama-nama baru yang siap jadi idola berikutnya. Nah berhubung masih dalam euphoria Euro 2016, MBDC bakalan bahas para pemain yang pernah jadi rising star karena penampilan mereka yang mencuri perhatian pecinta bola dalam edisi-edisi Euro sebelumnya. Supaya kamu bisa ikutan nyimak, pembahasan kali ini MBDC batasi cuma dari 5 gelaran Euro terakhir aja, biar gak kejadulan gitu. Dimulai dari...

Patrik Berger (Euro 1996)

Pada Euro 1996 yang diadakan di Inggris, Republik Ceko jadi tim debutan karena mereka sebelumnya tergabung dalam nama Cekoslowakia. Kerennya saat itu mereka langsung merangsek sampai ke babak final sebelum dihentikan sama Jerman lewat golden goal-nya Oliver Bierhoff. Salah satu punggawanya yang berhasil bikin publik terpesona adalah Patrik Berger yang saat itu mencetak gol di final dan sempet bikin pendukung Jerman deg-degan. Setelah tampil sensasional di Euro, Berger langsung diboyong ke Liverpool dan jadi idola baru di Anfield.

Pavel Nedved (Euro 1996)

Rekan setim Berger di timnas ini juga bikin publik lebih merhatiin dia setelah Nedved mencetak gol ke gawang Italia hanya empat menit setelah kick off. Padahal tau sendiri kan kalau Italia terkenal dengan pertahanan grendelnya dan saat itu gawangnya masih dijagain sama Angelo Peruzzi dan dicoverin Paolo Maldini sama Alessandro Costacurta. Kegemilangan Nedved berlanjut di semifinal dengan terpilih sebagai Man of the Match yang bikin dia dipinang sama Lazio dan selanjutnya jadi bagian dari sejarah hebat Juventus.

Zlatko Zahovic (Euro 2000)

Pemain yang jadi rising star emang sering datang dari tim yang gak dipehitungkan sebelumnya. Setelah Republik Ceko jadi debutan penuh kejutan di Euro 1996, Slovenia juga jadi debutan yang bikin letupan di Euro 2000. Sayangnya pencapaian Slovenia gak bisa seheboh Ceko karena mentok di penyisihan grup setelah kalah saing dengan Yugoslavia dan Spanyol. Uniknya Zlatko Zahovic bisa jebol gawangnya Yugoslavia dua kali dan Spanyol satu kali yang bikin dia langsung dibeli Valencia. Sayangnya karir Zahovic di Valencia ngeflop dan cuma bertahan setahun doang sebelum dia akhirnya dijual ke Benfica dan ngabisin karir di sana.

Savo Milosevic (Euro 2000)

Masih dari ajang yang sama, ada Savo Milosevic yang saat itu adalah ujung tombak dari Yugoslavia. Milosevic yang sebelumnya emang udah moncer bersama Real Zaragoza bisa ngebawa Yugoslavia melaju ke babak perempat final sebelum dilumat Belanda 6-1. Tapi meskipun cuma sampe perempat final doang, Milosevic masih bisa gelontorin lima gol dan jadiin dia top skor bersama Patrick Kluivert. Dengan prestasinya sebagai top skor Euro 2000, Parma kepincut sama Milosevic dan ngebeli dia dengan harga 25 juta Euro. Sayangnya bersama Parma, Milosevic justru kehilangan ketajamannya sehingga dia dibuang ke sana sini dan berakhir di Rubin Kazan.

Wayne Rooney (Euro 2004)

Portugal pernah jadi bagian dari sejarah seorang Wayne Rooney karena di sanalah dia pernah jadi sensasi dengan dua golnya ke gawang Swiss yang sempet bikin dia dicatat sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Euro. Dengan empat caps dan empat gol selama Euro 2004 serta usianya yang baru aja 18 tahun saat itu, Sir Alex Ferguson jadi gak pikir panjang lagi buat ngebayar lebih dari 25 juta Pounds untuk nebus Rooney dari Everton. Nyatanya sampai saat ini Rooney masih jadi andalan Manchester United meskipun Sir Alex udah pensiun.

Andrei Arshavin (Euro 2008)

Tangan dingin Guus Hiddink pernah membawa Rusia sampai ke semifinal Euro 2008 dengan Andrei Arshavin sebagai katalisnya. Meski dalam dua pertandingan awal Arshavin absen karena akumulasi kartu, dia berhasil bayar dengan gol-gol ke gawang Swedia dan Belanda yang bikin Arshavin dapet dua kali Man of the Match. Tiga laga dua gol cukup bikin Arsene Wenger lupa diri dan ngasih Zenit 15 juta Pounds buat ngelepas Arshavin pada bursa transfer musim dingin. Sayangnya dengan predikat pemain termahal sepanjang sejarah Arsenal saat itu, penampilan Arshavin masih jauh dari harapan.

Mario Balotelli (Euro 2012)

Euro 2012 emang rada sedikit aneh karena menghasilkan enam nama dalam daftar puncak top scorer. Di antara nama-nama itu ada Mario Balotelli yang bersanding dengan pemain macam Mario Gomez, Fernando Torres, dan Cristiano Ronaldo sebagai pencetak gol terbanyak. Paling diinget sih selebrasi garang Balotelli yang mamerin otot-otot bagian atas tubuhnya setelah bikin gol kedua ke gawang Jerman. Sayangnya setelah itu karir Balotelli berantakan karena ulahnya sendiri dan sekarang rasanya hampir semua klub ngeblacklist dia.

Emang sih gak semua pemain yang bersinar di ajang Piala Eropa ini bisa moncer karirnya di klub. Secara kan putaran Euro cuma sebulan doang dan kurang bisa ngebuktiin konsistensi si pemain. Tapi kayaknya seru juga sih kalau main tebak-tebakan siapa yang bakal jadi rising star baru di ajang Euro 2016 kali ini. Kalau kamu punya pemain yang kamu jagoin bakal melejit, coba deh tinggalin jejak di kolom komentar.