#TanyaHukum Bersama Bang Loyer : Penipuan Online Shop

Bang Loyer hadir lagi nih. Kali ini Bang Loyer mau jawab pertanyaan dari @riraen seputar penipuan yang dilakuin sama online shop

rsz_twit

Halo @riraen. Ketentuan hukum tentang penipuan yang sering terjadi di dunia online shop, emang belum optimal, tapi bukan berarti sista-sista dan agan-agan tukang tipu itu gak bisa dijerat pake hukum

Beberapa ketentuan mengenai informasi dan transaksi elektronik udah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam Pasal 28 ayat (1) dan 45 ayat (2) UU ITE itu, ada ketentuan mengenai larangan bagi setiap orang yang dengan sengaja menyebarkan berita bohong serta menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik.

Kalau melanggar ketentuan di atas, maka pelakunya bisa di penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Ketentuan itu sebenarnya gak langsung spesifik tentang larangan penipuan tapi lebih kepada larangan untuk menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian bagi konsumen.

{source name="ol shop" url="olshopdanpenipuig.tumblr.com"} Barang gak sesuai pesanan, ngeselin sih

ol shop via olshopdanpenipuig.tumblr.com

Barang gak sesuai pesanan, ngeselin sih

Misalnya, ada iklan, alat cukur A punya kekuatan 220V dan tahan pakai sampai 24 jam. Tapi pas dibeli dan dipake ternyata dayanya cuma 200V terus cuma tahan 2 jam. Itu kan tandanya konsumen dirugikan, maka ketentuan di atas dapat berlaku. Karena mereka kan memberikan informasi bohong yang tak sesuai kenyataan.

Lalu bagaimana soal penipuan?

Jauh sebelumnya, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sudah mengatur mengenai larangan penipuan. Ketentuan KUHP itu meskipun dibuat pada zaman mesin tik juga dapat menjerat penipuan online.

Dalam Pasal 378 KUHP, terdapat ketentuan yang pada intinya menyatakan larangan bagi barang siapa yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan menggunakan nama palsu, martabat palsu, tipu muslihat, rangkaian kebohongan, supaya orang tergerak memberikan sesuatu. Kamu bingung ya?

Pokoknya intinya tuh, siapapun dilarang menggunakan nama palsu, tipu muslihat, rangkaian kebohongan, dan seterusnya untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

Dan, barang siapa yang melanggar ketentuan di atas dapat dikenakan pidana penipuan yang ancamannya pidana penjara paling lama empat tahun.

Bedanya apa dengan larangan menyebarkan informasi bohong?

{source name="ol shop" url="www.instagram24.com"} Udah ditransfer, eh dia kabur

ol shop via instagram24.com

Udah ditransfer, eh dia kabur

Kalau penipuan itu, misalnya, ada kedai online B yang menjajakan obat peninggi dan pelangsing badan di akun orang-orang terkenal. Terus kamu tertarik dan memesan kemudian mengirimkan uang. Lama ditunggu, barang tak kunjung sampai dan nomor yang dihubungi mendadak di luar jangkauan terus dan atau tiba tiba tidak terdaftar. Tsk.

Sampai sini masih mudeng ga? Kalo berita bohong tuh, barangnya sampai tapi gak sesuai, kalo penipuan tuh barangnya tak kunjung sampai. Seperti jodoh kamu. Aw.

Oh berarti pilih salah satu gitu?

Tenang, kamu gak harus memilih diantara dua ketentuan itu, kok. Keduanya bisa diterapkan secara bersamaan dan pihak yang berwajib bakal proses lebih lanjut.

Untuk prosesnya, kamu gak perlu khawatir bakal ribet. Kalo kamu tau ada online shop yang tukang boong, laporin aja ke Polisi, jangan ke kak Seto. Nanti Pak polisi cs bakal proses laporan kamu. Semua gratis, gak perlu bayar. Kalo emang Polisi gak mau kerjasama, kamu jangan langsung pulang terus nangis di pojokan,

kamu bisa pergi ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang kredibel dan bergerak di bidang konsumen. Biasanya mereka mau bantu kasus kamu, apalagi kalo muka kamu melas

Semoga bermanfaat dan selamat berbelanja online.

Artikel ini adalah hasil kerjasama antara MBDC dengan Indonesia Jentera School of Law

Ada yang mau kamu tanyain? Tanyain ke Bang Loyer via twitter MBDC tiap Selasa dengan hashtag #TanyaHukum.