Fenomena Tren Sinetron dari Dulu Sampai Sekarang yang Bakal Bikin Kamu Nostalgia

Buat kamu yang setidaknya masih ingat apa aja yang terjadi pada dunia pertelevisian dari tahun 90-an sampai 2000-an, mungkin tahu nama-nama sinetron, drama atau mini seri kayak Tokyo Love Story, Dawson's Creek, Esmeralda, dan masih banyak lagi.

Jika kamu jeli, tren sinetron yang tayang di Indonesia adalah nampilin produksi dari beda negara di tiap-tiap jamannya. Walaupun sinetron Indonesia juga gak kalah, tapi fenomena pergantian posisi tiap-tiap negara di televisi nasional merupakan hal yang menarik.

MBDC bakal ngebawa kamu mengenang perjalanan sinetron dari luar negeri, paling gak dari tahun 90an. Coba deh intip di bawah.

Jepang


Drama Jepang alias dorama bervariasi dari drama keluarga, sampai drama yang konyol dan lucu, yang biasa diadaptasi dari anime Jepang. Contohnya cerita cinta Kanji dengan Rika Akana dalam Tokyo Love Story, drama komedi Love Is a Wonderful Thing, sampai drama 2000-an Beautiful Life. Ada juga Oshin yang sebetulnya udah tayang di Jepang tahun 80an, tapi baru nyampe sini dekade berikutnya. Sekarang aja yang kayak udah gak ada tempat buat drama Jepang di televisi Indonesia.

India 1.0


Ramayana dan Mahabharata adalah dua nama ekspansi drama serial India ke Indonesia gelombang pertama tahun 90an. Selain film-filmnya yang emang juga populer ya. Mungkin karena budaya masa lalunya yang dekat dengan Indonesia maka gak susah-susah amat buat orang sini nangkap alur ceritanya. Dekade 2010an, demam India kembali terjadi di Indonesia dan bakal dibahas di bawah.

Amerika Latin


Alias Telenovela. Sekali, dua kali, atau malah seringkali kamu mantengin mata ke layar kaca yang nampilin ragam telenovela dari berbagai negara Latino seperti Meksiko yang jadi penyumbang terbanyak yaitu Maria Mercedes, Marimar, Cinta Paulina, Amigos x siempre, Rosalinda, Carita de Angel, juga ada perwakilan Brazil yakni Esmeralda (diadaptasi dari Venezuela), dan Kolombia yang nyumbangin satu di akhir ledakan telenovela, Betty La Fea.

Amerika Serikat


Negara adidaya kayak Amerika Serikat juga punya sumbangsihnya sendiri dalam dunia drama serial di pertelevisian nasional dengan kehadiran Dawson's Creek, Beverly Hills 90210 berserta spin-off-nya Melrose Place, drama aksi kayak Xena dan Hercules, horor misteri remaja Buffy the Vampire Slayer, drama misteri seperti The X-Files, sampai drama hukum Ally McBeal.

Taiwan


Ditandai dengan Meteor Garden tahun 2001, Taiwan pun naik sebagai penghasil drama yang digemari masyarakat sini. Bahkan sempat ada adaptasi lokalnya. Setelah itu menyusul kisah cinta lain seperti At The Dolphin Bay, Twins (100% Senorita), dan Fated to Love You. Tapi mereka gak akan eksis jika gak ada F4 yang memulai, jadi Taiwan, berterima kasihlah pada Vic Zhou, Jerry Yan, Vanness Wu, dan Ken Zhu. Selain main film, mereka juga nyanyi lho.

Korea Selatan


Endless Love: Autumn In My Heart adalah drama Korea pertama yang tayang di Indosiar, stasiun televisi yang banyak ngasih tempat buat sinetron asal Negeri Ginseng. Setelah itu diikuti All About Eve, Jewel In the Palace, Winter Sonata dan Full House. Setelah beberapa lama sempat surut, demam Korea kembali melanda Indonesia dan muncullah Boys Before Flower, Naughty Kiss, Princess Hour, 49 Days, My Fair Lady, dan City Hunter. Banyak ya, namanya juga demam.

India 2.0


Beberapa tahun ini Mahabharata mendominasi perhatian para pemirsa yang senang dan seringkali duduk di rumah. Serial berjudul dan berkisah serupa sebenarnya udah pernah dibikin tahun 80an oleh BR Chopra dan 2008 oleh Ekta Kapoor, tapi yang versi 2013 garapan Nishi Tiwari mendapat sambutan luar biasa hebatnya. DVD bajakannya aja laku di mana-mana. Sekarang yang ngikutin jejak Mahabharata di antaranya The Adventures of Hatim, Mahadewa, Jodha Akbar, dan Naaginn.

Turki


Ini sebenarnya baru banget dan baru SCTV yang nayangin drama produksi Turki. Tapi ngelihat yang udah-udah, formulanya adalah satu stasiun televisi nemu satu jagoan dramanya, maka siap-siap ngadepin kemunculan yang lainnya. Walaupun begitu, Elif yang tayang tiap jam makan siang masih harus membuktikan kompetensinya dengan India dan Korea.

Masih ada yang terlewatkan? Kayaknya sih ada ya. Kekuatan ingatan kita kan beda-beda. Kalo masih ada yuk dibagi di kolom komentar.