Penjelasan Ilmiah Kenapa Masturbasi Itu Sehat

Masturbasi adalah kunci! Bohong kalo seorang pria gak pernah masturbasi atau mengalami fase 'ketagihan' masturbasi. MBDC pernah ngasih tahu cara terbaik buat melakukan masturbasi, kapan kamu sebaiknya melakukan masturbasi atau apa yang harus kamu lakukan kalo ketauan masturbasi.

Sayangnya dalam masyarakat masih juga menganggap bahwa masturbasi adalah hal yang tabu dibicarakan, padahal banyak sekali manfaat yang bisa dapatkan dari melakukan masturbasi.

Gak percaya? Ini beberapa fakta ilmiah yang akan membuat kamu yakin:

Mencegah Kanker

Sebuah studi yang dilakukan oleh majalah sains, New Scientist membuktikan bahwa lelaki yang berejakulasi lima kali seminggu kemungkinan terkena kanker prostatnya lebih kecil. Wooh gimana bisa gitu? Karena masturbasi ternyata dalam bidang kedokteran diibaratkan seperti membilas sistem reproduksi pria dan mencegah berkembangnya kanker. Behh kasih fakta ini dah ke pacar kamu pasti dia bakal seneng kamu melakukan kegiatan sehat.

Bakal Bikin Keras Terus

Semakin tua seseorang, secara natural semakin hilanglah otot yang ada di tubuhnya... bahkan bagian bawah juga loh. Ehem. Seks yang rajin dan masturbasi membantu otot dasar panggul kamu untuk terus bergerak dan mencegah disfungsi ereksi. Ehem. Kalo pengen kenceng terus nih anu kamu, disarankan untuk melakukannya 3-5 kali seminggu.

Meningkatkan Mood Kamu

Masturbasi membantu kamu merilis dopamine dan oxytocin yang dapet ningkatin semangat kamu, menambah kepuasan kamu dan mengaktivasi reward circuit dalam otak kamu. Narkoba punya kemampuan yang sama untuk urusan dopamine, tapi karena narkoba tidak baik disarankan agar kamu masturbasi aja. Tidak merugikan dan gratis.

Menambah Daya Tahan Kamu

Menurut seorang spesialis, ejakulasi juga meningkatkan level hormon cortisol. Cortisol menurutnya bisa membantu memperkuat daya tahan kamu, meskipun dalam skala kecil. Setidaknya dengan kamu masturbasi, sistem imun kamu sedikit bertambah kuat.

Tuh kan. Apapun itu pasti ada manfaatnya. Ada mudaratnya juga sih, tapi ya tergantung gimana kamu menyikapinya. Kalo dilakukan sesuai dosis pasti sehat kok!