Dinget-Inget Ya! Kenapa Pacaran Harus Memperhitungkan Duit

MBDC percaya kamu yang sering main-main ke website ini sudah cukup dewasa, artinya, kamu sudah bukan berada di usia yang menye-menye mengenai percintaan. Well, kalaupun masih, seenggaknya artikel ini bisa dipake buat jadi bahan pertimbangan kamu dan pasangan ke depannya.

Biar lebih jelas, MBDC akan mempersempit definisi “pacaran” yang akan dijabarkan dalam artikel ini. Pacaran disini mengacu kepada komitmen berpasangan sejoli untuk saling mencintai, walaupun belum terikat secara hukum maupun Agama. Singkat kata, pacaran yang akan dibahas disini adalah pacaran yang lebih serius. Ketika kamu sudah harus mempertimbangkan bibit, bebet, dan bobot dari pasangan kamu.

Ongkos Jarak Tempuh Ketika Apel

Aduh pada tau apel kan ya?

Ketika ada lelaki dewasa yang memasukan kriteria “rumahnya deket sama rumah gue” dalam mencari pasangan, ketahuilah, lelaki tersebut telah memperhitungkan hal ini.

Mungkin, terkesan sepele, apalagi buat kamu wanita atau yang masih ngempeng sama orangtua. Tapi ketika jarak rumah kamu dan pasangan terpaut cukup jauh, ketahuilah, itu bisa ngaruh ke intensitas bertemu kamu dengan pasangan dan berapa banyak biaya yang keluar ketika kamu ingin berinteraksi dengan pasangan kamu.

Bayangin. Kalau sekali ketemuan aja kamu perlu ongkos transport sampai dengan 100.000 rupiah, dalam seminggu kamu ketemuan minimal dua kali, berapa yang kamu keluarkan untuk setahun?

Padahal nikah  sama dia aja belum tentu.

Biaya Ketemuan

Ini poin berikutnya. Emang, ini juga terkesan sepele, bahkan gak sedikit pasangan dengan pola pikir terbuka yang beranggapan pengeluaran mereka harus seimbang, gak melulu si cowok yang harus bayarin, cewek juga harus ambil peran dalam pengeluaran biaya pacaran.

Ini adalah hal yang harus diperkirakan dan dihitung dalam pacaran. Gak perlu lah tiap Minggu atau tiap ketemuan makan di restoran mewah atau nonton di bioskop mahal, kenapa? Kalau sekali ketemuan aja kamu menghabiskan 100.000 rupiah untuk berdua dan kalian bertemu seminggu dua kali, berapa biaya yang kamu habiskan dalam setahun?

Padahal nikah sama dia aja belum tentu.

Apa yang Kamu Dapet?

Pada dasarnya semua manusia itu selalu melakukan tindakan jual dan beli.  Baik sadar maupun enggak. Kita mau beli ilmu, maka bayar dengan waktu, biaya dan pikiran selama kuliah. Kita mau beli waktu biar gak capek ngegoreng pisang, kita bayar jasa dan bahan pembuatan pisang goreng ke warteg yang jual pisang goreng. Semuanya, tanpa kita sadari, adalah proses jual-beli.

Nah, kamu menjual waktu, biaya dan tenaga kamu selama pacaran.

Apa yang kamu dapet?

Kepercayaan? Kesempatan buat ML? cinta dari pasangan kamu? Itu yang harus kamu perhitungkan.

Padahal nikah sama dia aja belum tentu.

Berapa Lama Investasi Kamu Akan Balik Modal?

Ini dia, ketika kamu melakukan transaksi jual-beli, kamu tanpa sadar juga udah menanam modal atau melakukan investasi berupa waktu, tenaga, dan biaya. Dalam pembahasan yang lebih luas dari sekedar “Apa yang kamu dapat?” yang namanya investasi itu memiliki jangka waktu. Ada yang pendek, yaitu kurang dari 5 tahun, atau yang jangka panjang, 5 tahun lebih.

Berapa lama sih investasi kamu itu akan balik modal? Yang mana definisi “balik modal” nya itu sendiri merupakan turunan dari poin sebelumnya di artikel ini.

Berapa lama kamu pacaran dan mau pacaran?

Mau dibawa ke arah mana sih hubungan kamu? Karena ujung dari pacaran Cuma 2, nikah atau putus.

Apakah investasi kamu sesuai dengan return-nya? Jangan sampe kamu pacaran 10 tahun, terus nikah 2 tahun dan akhirnya cerai. Segala sesuatunya harus dihitung dari Year 0 atau tahun pertama penanaman modal investasi tersebut, atau dengan kata lain, dari pertama kamu mau PDKT ke pasangan kamu.

Pada akhirnya, yang menentukan mau dibawa kemana hubungan kamu dan pasangan kamu yaaaa kamu dan pasangan kamu sendiri. Ketika kalian belum siap dan berdalih “liat nanti aja” atau “jalanin aja” tanpa ada ancer-ancer yang tepat, siap-siaplah perahu kalian akan tenggelam dan karam di tengah pelayaran cinta kalian. Asik.

Yah, itulah pentingnya untuk mengkalkulasi dan mengestimasi segala kemungkinan dalam hidup, termasuk dalam pacaran. Nah, jadi, kapan nikah?