5 Hal Yang Orang Tua Belum Tentu Lebih Tahu Dari Kamu

Orang tua adalah orang yang harus dihormati. Bukan hanya keberadaannya tapi juga perkataannya. Ada yang bilang sebaik-baiknya nasihat ya nasihat orang tua. Apa kata orang tua mah mendingan ikutin aja, daripada kenapa-napa.

Tentu aja, apapun yang orang tua bilang sebenernya adalah demi kebaikan kamu. Gak ada salahnya buat kamu untuk ngedengerin. Tapi, kamu juga punya hak untuk gak selalu ngikutin apa yang mereka mau loh. Karena banyak hal sesungguhnya hanya kamu yang ngerti, kayak hal-hal di bawah ini, belum tentu orang tua kamu tahu:

1. Kehidupan Cinta Kamu

Kamu jatuh cinta sama orang, orang tersebut jatuh cinta sama kamu. Terlepas dari apapun preferensi agamanya, bagaimanapun selera kamu atau kayak gimana cara kamu mencintai dia. Adalah hak kamu untuk menentukan sendiri nasib kamu. Toh kamu jatuh cinta sama orang kan yang penting.

Setidaknya kamu gak kaya dia. Pacaran sama babi.Setidaknya kamu gak kaya dia. Pacaran sama babi.

Jadi, ketika orang tua kamu mulai ikut campur ke urusan percintaan kamu dan kamu gak pernah curhat atau minta saran (bisa juga karena terlalu takut, tergantung kasusnya). Jelaslah kalo orang tua kamu belum tentu lebih tahu daripada kamu. Ibaratnya belajar matematika dari orang yang nilai matematikanya nol.

Orang tua selalu merasa punya hak untuk mikirin apa yang terbaik buat kamu. Padahal, sebenarnya apa yang mereka pikirkan hanyalah keuntungan bagi mereka. Inget, kamu yang ngejalanin kehidupan cinta kamu sehari-hari. Bukan orang tua kamu. Emang mau gak bahagia dalam hati. Gak enak kan.

2. Masa Depan Kamu

Hidup adalah soal pilihan. Pilihan yang baik atau buruk, hanya diketahui di kemudian hari. Satu yang jelas, kamu bisa merencanakan masa depan kayak apa yang kamu mau. Biasanya sih, hal-hal kayak gini baru berlaku setelah lulus sekolah. Pilihan yang diambil sangat menentukan masa depan.

Wajar jika orang tua ikut nimbrung ke kamu soal masa depan kamu. Toh kamu membutuhkan mereka, bukan cuma ngasih saran tapi juga ngebayarin kuliah kamu. Jadi gak enak ketika mereka memaksakan kamu kuliah di tempat yang kamu gak suka. Ya wajar aja terjadi, karena mereka belum tentu tahu apa sebenarnya yang paling kamu senengin.

Cara terbaik adalah jelasin sejelas-jelasnya apa yang kamu mau di masa depan kamu. Apa yang mau kamu lakukan dengan kehidupan kamu. Jangan ngambil keputusan gegabah dan terutama jangan ngambil keputusan yang gak kamu senengin.

3. Pilihan Politik Kamu

Ketika masa pemilu lalu, mungkin ada dari kamu yang dengan terpaksa dicecoki pandangan politik oleh orang tua kamu. Jangan pilih A, karena dia begini-begitu. Jangan pilih B, karena dia begono-begindang. Hal ini menunjukkan kalo sebenarnya orang tua kamu gak ngerti sama pilihan politik kamu.

Cara paling bagus adalah kamu menghindari debat gak perlu. Tapi, kalo kamu mau agak capek ya ceritain aja apa pandangan politik kamu. Inget, orang tua bukan gak boleh diajak ngobrol. (Ajak ngobrol dong sana, iya aku bilangin kamu, kamu yang 24 jam di layar komputer).

Sampe mau minta makan ke orang tua aja kamu harus nulis status di Twitter. Cih.Sampe mau minta makan ke orang tua aja kamu harus nulis status di Twitter. Cih.

4. Kehidupan Kamu Sehari-hari

Apapun yang kamu buat di luar rumah, stays di luar rumah. Peribahasa ini MBDC dapet ketika masih remaja. Ketika zamannya masih berkeliaran di jalanan jam 3 pagi. Ketika bernafsu pengen dilihat sebagai yang paling keren dengan ikut balap liar. (Ikut nontoninnya aja sih).

Orang tua kamu belum tentu tahu apapun yang kamu lakukan di luar. Karena besar kemungkinan mereka udah cukup capek untuk cari duit besarin kamu. Dengan ini, mereka mengabaikan apapun yang kamu lakukan. Pengecualian terjadi ketika kamu membawa pulang masalah ke rumah tentu.

Jika semuanya sudah tak terkendali, belajarlah meluangkan waktu sedikit buat orang tua mu. Tentu, mereka gak perlu lebih tahu dari kamu soal kehidupan kamu sehari-hari. Tapi, janganlah jadi anak brengsek yang tahunya nyusahin orang tua tanpa mereka ngerti apapun. Setidaknya bikinlah mereka mengerti. Oke? Telpon orang tua kamu sekarang. Bilang kamu sayang.

5. Siapa Kamu Sebenarnya

Nah, ini yang paling kamu krusial. Orang tua kamu belum tentu lebih tahu dari kamu tentang... Siapa kamu sebenarnya! Tolong jika ini terjadi, pastikan kalau mereka tahu kamu ini siapa. Jangan-jangan kamu bukan anaknya!

Hmm ternyata banyak ya hal-hal yang orang tua kamu belum tentu lebih tahu dari kamu. Apapun itu, kamu harus belajar menjelaskan apa pun pilihan kamu. Tapi, tentu aja. Apapun pilihan kamu. Kamu mesti bertanggung jawab sama konsekuensinya. Jangan sampe orang tua kamu bilangin "Tuh kan, apa yang Mama bilang". Belajarlah jadi orang sebaik-baiknya orang.

Ada yang pengen curhat? Share di comments