Ini yang Harus Kamu Lakukan Kalo Mendadak Nganggur!

Artikel dari kamu adalah sebuah rubrik yang diisi oleh artikel-artikel random kiriman kamu yang dipost di Page Khusus Dari Kamu. Artikel di sini gak terlalu banyak MBDC edit dan kurang lebih masih seperti versi aslinya. Kenapa? Supaya kesannya…artikel dari kamu banget! Semua artikel yang ada di rubrik ini adalah pandangan dan pendapat pribadi para penulis, bukan MBDC. Selamat menikmati!

Di Suatu Hari Senin yang cerah ceria, atasan kamu yang (biasanya) baik hati mendadak manggil kamu untuk diskusi pribadi. Nggak tau kalo kamu gimana ya, tapi kalo saya biasanya merasa senang takut kalo diajak meeting pribadi. Apalagi di Hari Senin setelah morning briefing, apalagi menjelang tanggal gajian.

Aaaaanyway, dan terkuaklah alasan dari Atasan memanggil kamu. Bahwa ternyata performance kamu yang baru 3 minggu itu dianggap kurang memuaskan, bahwa kamu belum bisa memberikan kontribusi kepada perusahaan atau kantong pribadinya atasan kamu. Tanpa mempertimbangkan penilaian awal si Atasan/Owner tersebut yang menempatkan kamu di posisi Operational padahal latar belakang pekerjaan kamu adalah Sekretaris.

Tenang Sobat! karena itulah penulis berencana membagikan tips ini supaya kamu tidak galau, apalagi ngamuk dalam menghadapi hal ini. Lagian, sebenarnya semua hal yang dilakukan atas dasar emosi itu tidak baik. kecuali kamu punya sepasukan berani mati yang nenteng AK 47.

Ini dia hal yang harus kamu lakukan jika menghadapi persoalan diatas:

1. Sabar

I know, ini agak-agak klise. Tapi sabar memungkinkan kamu untuk berpikir dengan jernih sebagai titik awal membuat rencana baru. Gunakan segala cara untuk sabar, apalagi kalo kamu masih di lingkungan tempat kerja. Jangan pernah menunjukkan tanda-tanda emosi. Biasanya makan sambil membayangkan bahwa makanan kamu terbuat dari daging si bos sangat membantu untuk menjaga kesabaran. Atau segeralah ambil kesempatan kecil untuk berdoa kepada Tuhan. Sayang artikel ini dibuat pas bulan puasa, terpaksa menulis mengambil pilihan kedua.

2. Mengecek 

Yang dimaksud dengan mengecek adalah kamu harus mengecek segala hak dan kewajiban kamu. Pun sebagai karyawan yang baru sebentar bekerja di perusahaan itu. Cek baik-baik lagi kontrak kerja kamu, apakah kamu masih berhak mendapat gaji sebagai hak dasar kamu. Biar gimana kan perusahaan sudah meng-hire kamu berdasarkan pertimbangan atasan kamu. Ingat pula bahwa kamu sudah menginvestasikan waktu, energi, dan tenaga kamu di perusahaan ini, melakukan semua yang diperintahkan atasan.

3. Inventaris

Jangan lupa, sebelum siap-siap angkat kaki dari perusahaan kamu harus inventaris dulu barang-barang kamu yang disimpan di kantor. Seperti alat ibadah, stationary, laptop, sepatu, dll. Pastikan kamu nggak kelupaan sama barang-barang pribadi kamu karena akan SANGAT sungkan sekali untuk datang kekantor lagi cuma gara-gara ketinggalan.

Kalo berdasarkan pengalaman pribadi penulis sih, kadang suka ada aja yang iseng ngecek laci dan meja yang ditinggalkan karyawan, terus barang pribadinya dijadiin milik bersama (kecuali pembalut)

4. Hapus Jejak

Ini juga yang paling ultimate! jangan lupa hapus semua data-data pribadi kamu dalam komputer perusahaan. Termasuk juga browsing history kamu. Termasuk juga semua data pribadi kamu yang tersimpan di hard-disk komputer kantor kamu.

Apa? Kamu nggak punya komputer? Gimana mau ngelamar kerja lagi? ya itu mah gampang. simpan aja CV kamu (yang paling update tentunya) dalam draft e-mail pribadi kamu. next time kamu mau ngelamar kerja lagi ya gampang. Tinggal buka dari warnet.

Hapus jejak ini sangatlah penting, supaya kamu tetap bisa meninggalkan kesan positif di mata mantan teman-teman kerja kamu. Karena kamu nggak akan bisa menebak betapa luasnya jaringan pertemanan. Bisa aja salah satu staff di tempat yang nanti akan kamu lamar ternyata kenal sama mantan atasan kamu, dan ketauan lah bahwa selama bekerja di perusahaan lama kamu cuma main internet doang.

5. No Drama

Jelas kan? tapi pastikan kamu sudah mendiskusikan segala tata cara resignkamu dengan atasan/HRD. Termasuk pula dengan hak dan kewajiban terakhir kamu.

Kelar? Pulang dah

Yak, sekian saran dan nasihat dari penulis. Mudah-mudahan bermanfaat buat para pembaca MBDC yang memiliki nasib diatas. Kalo masih belum puas dan pengen meraung-raung, ya dirumah aja. Supaya nggak dikatain ‘orang gila’ sama anak kecil di pinggir jalan, thus meninggalkan kesan positif seperti yang disebutin diatas.

Tolong info penulis kalo ada lowongan kerja ya. Preferable yang di Bali.

Thanks

Fari Lubis