4 Tipe Orang yang Bukan Penonton Konser Tapi Hadir di Setiap Konser

Artikel dari kamu adalah sebuah rubrik yang diisi oleh artikel-artikel random kiriman kamu yang dipost di Page Khusus Dari Kamu. Artikel di sini gak terlalu banyak MBDC edit dan kurang lebih masih seperti versi aslinya. Kenapa? Supaya kesannya…artikel dari kamu banget! Semua artikel yang ada di rubrik ini adalah pandangan dan pendapat pribadi para penulis, bukan MBDC. Selamat menikmati!

Konser adalah salah satu 6 huruf berawalan kon- yang (pernah) menghiasi hidup manusia era 2.0 kini. Seringnya, manusia menasbihkan konser sebagai bagian ritual hidup yang harus dilakukan sebelum di shut down oleh Sang Pencipta.

Terutama bagi mereka yang sudah bertahun-tahun menggemari musisi favorit kesayangan mereka. Kalau biasanya cuma bisa mantengin tampilan audiovisual melalui perangkat teknologi, kini bisa melalui mata sendiri! Iya mata sendiri, masak Juan Mata?

Sekalipun harga tiket yang melambung tinggi dari rasionalitas pikiran dan dompet, walau halangan, rintangan, semakin panjang membentang, tak jadi masalah dan tak kan jadi beban pikiran bagi para penonton konser yang siap hadir bak semut dalam lautan gula. Sayangnya, banyak yang bukan penonton konser yang hak asasinya untuk enggan hadir tapi harus hadir di konser tersebut. Siapa sajakah mereka? Apakah kamu bagian dari umat-umat tersebut?

1. Sanak Keluarga

Hal ini sering ditemukan apabila adik, anak, sepupu, keponakan kamu minta ditemenin buat nonton tapi mereka masih dibawah umur. Emang sih, ada juga yang nemenin karena ngepens juga sama artisnya, jadinya sekalian deh ikutan biar ada temen buat berdendang. Paling kasian kalo ngeliat papa mamanya mau gak mau harus nemenin anaknya biar keselamatan sang anak terjamin.

Tapi ini kadang jadi berkah juga bagi kamu yang mau gak mau nonton konser dan artisnya girlband korea. Siapa sih yang ga seneng liat segerombolan temen adik kamu yang Cerdas, Atraktif, Bersemangat dan Energetic joget-joget bareng. Tapi hati-hati ya nanti bibir kamu jadi kepedesan kalo mereka makin menggila.

2. Tukang Minuman

Walaupun ini konser bukan lomba tujuhbelasan yang siapa aja boleh hadir, faktanya kehadiran tukang minuman sangat dinanti-nanti lho. Sekalipun kehadiran mereka di dalam gig yang mendatangkan artis mancanegara minim kayak absensi kamu tapi mereka tetap dicari oleh penikmat konser setelah acara berakhir.

3. Aparat Keamanan

Kamu pasti pernah liat sekuriti yang jadi pager bagus di bawah panggung sang artis kan? Nah tugas mereka adalah untuk mengantisipasi segala bentuk tindakan kriminal maupun menolong kamu yang lagi kejepitan sama temen-temen adik kamu yang semakin menggila dan bikin kamu pengen cepet keluar dari kerumunan tersebut.

Nah kalo kamu jeli biasanya suka ada ada polisi yang ikut seliweran baik yang terlihat atau engga di tengah-tengah penonton atau duduk-duduk manis di tempat duduk belakang. Dan jangan kaget kalo mereka kadang nyanyi dan lebih hapal liriknya daripada kamu. Emangnya kamu doang yang ngikutin lagu-lagu top 40?

4. Copet

Secara tiba-tiba kamu menemukan orang dengan ciri-ciri tidak bernyanyi, tidak bete,tidak berekspresi, bergeming tidak melihat jam kapan konser berakhir dan bukan sanak keluarga, tukang minuman, pedobear, apalagi aparat keamanan yang dempet-dempet ke penonton dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Sudah bisa dipastikan bahwa itu adalah kru!

Kamu tau karena kamu liat kaos belakangnya tulisannya crew. Tapi kalo kamu liat orang pake baju Barcelona tulisannya Messi bukan berarti dia jago main bola beneran kan? Demikian juga dengan orang yang bajunya crew belum tentu kru.

Nah hal sederhana ini yang luput dari mata kamu ketika lagi asik-asiknya jagain temen-temen adik kamu. Karena dengan menggunakan falsafah hidup modal dengkul untuk sebakul, para copet dapat menggasak barang-barang berharga milik kamu hanya dengan modal selembar tiket yang sama kayak kamu beli. Abis seneng-seneng nyanyi, nangis deh karena HP kamu ilang.

Ingat kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya tapi karena ada kesempatan. Waspada deh!

Artikel Kiriman dari: Bapak Gubernur