Seri Pengetahuan Umum: Teori umur 27 – Part 2

Karena MBDC orang-orangnya gak pernah bohong dan selalu tepati janji, MBDC lanjutkan tentang teori dibalik 27 Club. Kemarin udah dibahas 3 teori ya, sekarang kita masuk ke teori yang menurut MBDC paling keren dan paling masuk nalar MBDC, not to mention teori yang kemarin gak masuk nalar kita, cuma teori yang akan MBDC sebutkan setelah ini lebih cocok aja menurut MBDC. Yok.

Charles R. Cross Theory

Jadi nih, ibu nya Kurt Cobain sempet ngomong dulu ke Kurt, “Jangan gabung club bodoh itu!” maksudnya 27 Club ya. Sebenernya sih, Kurt Cobain itu udah mulai berusaha untuk bunuh diri ketika dia berumur 17, 25, dan 26 tahun, cuma gak kesampean aja kayaknya.

Nah si Charles R. Cross ini berargumen ‘Kenapa banyak musisi ternama yang baik secara langsung maupun tidak untuk meninggal di usia 27 tahun?’ karena meninggal di usia selain 27 itu gak biasa. Ya singkat kata buat ikut-ikutan aja sih, biar makin terkenal dan meninggalkan legenda. Kalau meninggalnya di umur 35 atau 42 gitu, kurang banyak musisi legendaris yang tergabung di dalamnya. Hmm. Ngerti kan?

Erik Erikson Theory

Terakhir, Erik Erikson, seorang pakar psikologis Jerman mengemukakan teori, dimana terdapat 8 tahap dari perkembangan psychosocial yang terjadi dari seseorang lahir hingga usia 65 tahun atau lebih. Nah menurut Erikson, umur 18 hingga 35 tahun adalah tahap dimana seseorang mengalami psychosocial crisis yang menentukan antara ‘intimacy’ dan ‘isolation’.

Di fase ini, para musisi handal, dimana yang umumnya bertipe kreatif, akan lebih rentan terhadap penyalahgunaan zat adiktif dan cenderung memilih ‘isolation’ daripada ‘intimacy’. Nah berangkat dari situ, adalah mustahil bagi mereka untuk melewati ‘dinding’ tersebut. Makanya, mereka memilih untuk terus mengkonsumsi obat-obatan tersebut dan secara gak langsung memilih untuk mati di usia 27 tahun.

Jadi itu lah teori-teori yang MBDC dapet mengenai 27 Club. Ada yang punya teori lain? atau menurut kamu ini semua hanya omong kosong belaka? Share dong.

Sebagai penutup, mari kita dengarkan bersama salah satu tembang kece milik Nirvana