4 Alasan Klise Kalah Winning Eleven

Buat pecinta sepak bola, game Winning Eleven (WE) yang populer di era 90an lewat konsol Playstation pastinya udah gak asing lagi. Ketenaran WE berujung dengan banyak bermunculannya kejuaraan WE dan rental Playstation.

WE pun jadi hal yang sangat penting. Kalah dalam pertandingan WE bisa berimbas ke penurunan derajat di lingkungan pergaulan. Kemudian muncullah  alasan-alasan untuk menutupi kekalahan. Berikut beberapa alasan tersebut

1. Stik Gak Enak atau Rusak

Ini yang paling sering dijadiin alesan. Emang sih faktor stik yang kurang asik di genggaman atau rusak bisa mempengaruhi kinerja kamu dalam mengontrol para pemain. Tapi sekali lagi harus diinget yang namanya jago ya jago aja. Mau bentukan stiknya kayak gimana pun kamu masih bisa tetep menangin pertandingan. Gol demi Gol pun bisa kamu raih walaupun dengan susah payah. Itulah tandanya kesatria!

2. Baru Pemanasan

Kalah main WE itu cukup memalukan loh. Makanya kadang ada beberapa orang yang bereaksi cukup keras sampe membanting stik karena gak terima dirinya kalah. Tapi sebelum mengarah ke banting stik, biasanya diawali dengan satu alasan klise banget, Masih Pemanasan.

Kalah game pertama

"Tenang, masih pemanasan".

Kalah game kedua,

"Yaelah, tadi itu pemanasan pertama".

Kalah Game ketiga

"Ulang, lagi lagi lagi, timnya ini aja gak usah dirubah-rubah'

Kalah Game keempat

"Auk ah" sambil banting stik dan berlalu.

3. Kartu Merah

Pertandingan yang gak berimbang seperti jumlah pemain yang berbeda karena kena kartu merah merupakan salah satu faktor kekalahan tim yang mungkin bisa dimaafkan gitu deh. Di WE, kekurangan jumlah pemain mah udah pasti jadi jaminan kamu dilumat habis lawan kamu. Tapi dilain sisi, ini menjadi salah satu senjata mujarab menutupi rasa malu dari kekalahan dengan dalih "Ah, gue kartu merah 2" padahal saat itu kondisinya kamu udah kalah 3:0.

4. Hapalan atau Pake wan-cu

Paling susah emang mengakui kekalahan dan membabtis lawan kamu itu emang jago. Di mata kamu, yang harusnya jago ya cuma kamu dan kamu, walaupun kamu tau bahwa selalu ada orang yang lebih jago lagi. Makanya mau kayak gimana bentuk gol yang bersarang ke gawang tim kamu, alesan yang selalu keluar adalah "Ah, golnya hapalan" atau "Lo pake wan-cu terus, jangan pake wan-cu dong kalo berani"

*wan-cu: sebenernya one-two tapi karena komentator WE itu bahasa Jepang jadi kedengerannya wan-cu. Merupakan proses kerjasama antara dua pemain dalam mengecoh pemain lawan lewat proses passing membentuk segitita. Untuk mengeluarkan wan-cu di Playstation, kamu cukup menekan L1+X trus teken segitiga.

Begitulah kira-kira alasan yang kerap muncul karena gak mau nerima kekalahan dalam pertandingan WE. Mungkin kamu pernah nemuin atau punya alasan yang lebih klise lagi?