4 Jenis Orang yang Kamu Temui di Taman Kota

Suatu hari, kamu lagi iseng jalan-jalan ke taman kota gitu. Biar beda sama anak-anak muda lain, kamu nongkrong disana. Terus kamu baru sadar, terlalu banyak jenis-jenis orang yang ada disini. Kamu pun mulai mengobservasi keadaan sekitar.

Tukang parkir

Ini yang biasanya pertama kali nyamperin kamu. Setelah kamu parkir, pas mau turun untuk menikmati keindahan taman kota, tiba-tiba ada yang nyamperin kamu.

“Mas 5 ribu mas”

Lengkap dengan priwitan dan topi rimbanya. Kenapa dia minta duit sekarang? Supaya kamu gak bisa kabur nanti.

Sepasang kekasih

Ini yang biasanya paling gampang teridentifikasi gitu. Kamu ngeliat ada sepasang manusia yang tengah saling rangkul dan menatap penuh mesra. Kamu ngeliat bahwa mereka tengah berbicara mesra penuh arti.

Si masnya tengah ngegombalin si mbak nya. Tiba-tiba tangan si masnya bergerilya. Dan...Ah sudahlah, kita tau kok kamu udah gede.

Si Segar Bugar

Yang ini baru keliatan di sekitaran jogging track (Kalo tamannya bagus biasanya ada jogging track). Dimana orang-orang pada duduk menikmati hijau-hijauan yang ada di tengah kota, si segar bugar ini melakukan olah tubuh. Ada yang jogging sendiri, ada juga yang jalan santai sambil bawa anjingnya. Pokoknya sehat banget deh hidupnya.

Anjingnya sampe kecapekan diajak jogging, kasian. Anjingnya sampe kecapekan diajak jogging, kasian.

Kalau yang versi senjanya, kamu bakalan liat seorang lansia yang sedang jalan santai dengan setelan pakaian olah raga. Yang kayak gini biasanya pas muda suka ekstrem gitu. Seperti minum minyak rem misalnya.

Pencari Arti Hidup

Setelah lelah mengobservasi, kamu duduk dan terdiam. Kamu pun tiba-tiba berpikir, “Apa yang harus aku lakukan dengan kehidupanku selanjutnya...” dan ternyata tanpa kamu sadari, kamu memasang muka serius penuh arti dengan tatapan kosong.

Apalah arti hidup ini...Apalah arti hidup ini...

Kamu pun jadi sasaran MBDC untuk jadi bahan menulis artikel. Udahlah, ga usah terlalu mikirin yang berat-berat, sana gih pulang.

Segitu aja dari kita. Ada yang mau nambahin lagi? Mungkin kamu ternyata adalah si pencari arti hidup itu?