Kembalinya Neng Dara dan Cerita Tentang Vajacial

MBDC, teman-teman, brondong-brondong Neng sekalian, Neng sudah pulang! Pada kangen Neng gak sih? Neng kangen loh sama kalian. Bibir Neng sampai terkedut-kedut karena rindu mengetjoep. Ah ya ya ya, selayaknya tahun lalu, Neng memang habis ngambil jatah jalan-jalan tahunan Neng. Tentunya demi menimba ilmu seputar kegiatan perhoohan yang lebih mumpuni agar bisa memuaskan gejolak keingintahuan yang menggelora dari para pembaca MBDC.

Beberapa bulan terakhir ini Neng memang sengaja absen karena Neng sedang melakukan penelitian khusus seputar cara-cara membuat vajayjay Neng makin cemerlang. Mulai dari yang tradisional macam ratus keraton, yang agak-agak new age macam detox vagina, yang bling bling a la vajazzling, semua sudah Neng jalani. Nah salah satu treatment yang sungguh mengena di hati Neng adalah vajacial. Soalnya baru pertama kali aja gitu, jadinya cukup mengesankan. Neng jadi kepingin berbagi.

Bling bling Vajazzling is so last year. It’s time for Vajacial now!Bling bling Vajazzling is so last year. It’s time for Vajacial now!

Jadi Vajacial itu sebenernya facial, tapi untuk vajayjay. Nah kamu yang cowok-cowok pasti bertanya-tanya facial apa yang sebenernya Neng maksud di sini. Bukan. Maksudnya bukan yang ngeluarin di muka. Facial itu kayak yang kalau kamu ke salon atau ke spa, terus muka kamu dipijit-pijit lembut, dibersihin, dikasih masker, pokoknya dimanjain deh. Nah, facial itu yang Neng maksud. Tapi kali ini bukan buat muka tapi buat vajayjay.

Jadi sebenernya itu vajayjay diapain? Nih Neng kasih tau ya.

Dibersihin

Jadi pertama-tama vajayjaynya dibersihin dulu. Fancy banget deh bersih-bersihnya. Gak mungkin cuma pake sabun batangan. Pas Neng waktu itu sih vajayjay Neng dibuai dengan washing gel anti bacterial yang konon terbuat dari bahan-bahan organik. Kemudian dipijit-pijit lembut dengan menggunakan exfoliating scrub yang kata mbak-mbak yang mijitin Neng terbuat dari ekstrak sari pepaya. Benar atau tidaknya, ya Neng sih percaya aja sama dia.

Dimasker

Setelah dibersihin, vajayjay Neng kemudian dimasker dengan menggunakan (lagi-lagi) enzim pepaya. Masker-maskeran ini berlangsung selama dua puluh menit. Rasanya dingin-dingin sedap gitu.

Dicabut

Sebenernya sebelum Neng memulai vajacial ini Neng udah waxing dulu sih. Jadi rambut-rambut menggemaskannya sangatlah minimal di vajayjay Neng kala itu. Tapi tetep setelah dimasker si mbak-mbaknya menggunakan pinset untuk kembali lagi mencabut segala rambut-rambut yang masih tersisa. Pokoknya habis itu vajayjay Neng jadi lembut selembut-lembutnya.

Dilembutkan

Setelah kegiatan pencabutan yang melembutkan itu, ternyata vajayjay Neng masih dikasih pelembut lagi. Bukan dengan pelembut pakaian tentunya. Vajayjay Neng dikasih semacam lotion gitu yang katanya berfungsi membuat vajayjay Neng lebih lembut dari sutra. Ah sedap lah pokoknya.

Vajacial ini makan waktu kira-kira 60 menit lah, dan setelah di vajacial, tampaknya vajayjay Neng senang sekali karenanya. Terbukti dia menjadi lebih aktif dan bergelora dalam menjalani hari-harinya. Waktu itu sih Neng harganya sekitar USD 65 sekali treatment. Lumayan mahal sih memang. Jadi Neng sekarang memutuskan menanam pohon pepaya di depan rumah Neng supaya bisa Neng ambil saripatinya demi melembutkan vajayjay Neng.

By the way, di Indonesia katanya belum ada yah treatment vajacial macam begitu? Gimana, para pembaca MBDC ada yang tertarik buka usaha vajacial kitu? Barengan sama Neng? Yuk ah! Salam ketjoep sadayana!