Kenapa Diet Itu Tidak Perlu

Ah, diet. Gak terhitung berapa jumlah orang yang pada saat malam tahun baru kemarin berjanji bahwa mereka ingin diet sampe kurus di tahun 2013 ini. Gak terhitung juga jumlah orang yang gagal atau menyerah untuk memenuhi janji mereka setelah dua hari kelaperan.

MBDC jadi mikir, apa sih fungsinya diet? Emangnya ada ya? Kenapa kita nggak bangga dengan kebuncitan-kebuncitan kita? Akhirnya MBDC pun menarik kesimpulan bahwa diet itu tidak perlu! Kenapa? Karena:

1. Diet Itu Susah

Masih ingat ketika kamu ditegur oleh orang tua atau guru kamu dengan teguran: “kamu jangan suka cari masalah ya!”. Nah itu juga bisa diterapkan dalam konteks diet.

Namanya juga manusia, kalau laper ya makan. Makan seadanya aja, kalau yang ada di dekat kamu hanya restoran fast food, ya makan aja fast food, terutama kalau kamu emang demen fast food. Jangan mempersulit diri dengan pulang ke rumah padahal rumah kamu jauh banget dari di mana kamu berada sekarang cuma untuk makan ketimun mentah. Jangan dibikin susah lah.

2. Yang Penting Kepribadiannya

Ini adalah pernyataan yang sangat populer juga. “Penampilan itu nggak penting, yang penting kepribadiannya” atau “Jangan menilai orang dari penampilannya” adalah alasan kenapa diet itu gak penting.

Kalau kamu benar-benar percaya dengan dua kalimat diatas, untuk apa kamu diet? Untuk apa kamu bersusah payah menahan lapar? Kan yang penting kepribadian kamu baik. Dari pada kamu diet mati-matian dan ngegym, mendingan kamu ikut sekolah kepribadian aja. Belajar cara salaman dan senyum.

Eh ngomong-ngomong, ada yang tau nggak kenapa kalimat “Penampilan itu nggak penting, yang penting kepribadiannya” itu biasanya keluar dari orang yang rada…kurang komersil gitu wujudnya?

3. Cinta Itu Buta

Follow up dari poin nomor 2, kalau kamu diet mati-matian karena kamu  merasa gendut dan itu adalah penyebab kamu masih jomblo aja, berarti ada sesuatu yang tidak benar dalam sistem sosial kita. Katanya yang penting kepribadiannya? Kok kalo perutnya six-packs lebih gampang dapet pacar dari pada kalo perutnya six-months?

Ini masalah prinsip aja sih. Kalau kamu percaya bahwa “cinta itu buta”, “penampilan itu nggak penting, yang penting kepribadiannya”, dan sebagainya. Seharusnya kamu tau kalau kamu nggak perlu repot-repot ngegym supaya cepet dapet pacar. Kalau emang jodoh nggak kemana. Jangan pada putus asa ya, sabar.. *tepok tepok pundak*

4. Buncit Adalah Lambang Kebahagiaan

Wah yang ini MBDC udah nggak bisa lebih setuju lagi nih. Orang yang buncit adalah orang yang hidupnya bahagia. Mau makan ya makan, mau minum ya minum, mau leha-leha depan tv sambil ngemil nasi padang atau tumpeng ya bisa.

Liat deh bapak-bapak koruptor, eh MBDC nggak nyebut politikus ya, MBDC bilangnya koruptor – bukan politikus. Liat deh. Perutnya pada buncit-buncit kan? Bahagia tuh hidup mereka.

Yak yang buncit ayo ngacung!