3 Alasan Sederhana Kenapa Kamu Diputusin

Emang sih kita udah pernah bahasa alasan klasik lagipula bullshit untuk mutusin pacar. Oh dan kita juga pernah kasih alasan-alasan keren untuk mutusin pacar sampai kaidah yang baik dan benar-nya itu seperti apa. Tapi ya, kalau kamu mau tahu yang sebenarnya. Sebetulnya hal-hal dibawah ini adalah alasan yang sebenar-benarnya kenapa kamu diputusin:

Dia udah gak suka lagi sama kamu.

Gini, konon ya, hormon-hormon pembangkit rasa ingin berdekatan, rindu dan berbunga-bunga itu ada masa kadaluarsanya. 3 tahun lah paling lama. Setelah itu yang mengambil alih adalah common sense dan komitmen. Ketika kamu baru 3 bulan udah diputusin, yaitu berarti feromon dari kamu gak cukup kuat untuk terus memikat dia. Itu secara fisiologis. Secara psikologis, mungkin karena ternyata setelah sekian lama bersama itu, ada banyak banget kelakuan kamu yang gak keren di mata dia. Jadilah kamu ditinggalin.

Dia ada yang naksir dan jauh lebih keren daripada kamu.

Enough said ini mah. Pahit memang, tapi mau bagaimana lagi, diatas langit masih ada langit. Jarang sih emang ada orang yang ngaku kalau alasan sebenernya dia mutusin pacarnya itu adalah karena kepincut dan ditaksir orang lain. Karena kalau kayak begitu kesannya kok brengsek banget ya. Tapi menurut kami sih, itu manusiawi. Kamu kan gak pernah tahu besok ketemu siapa terus ditaksir atau sama siapa. Lagian ya, kalau kamu emang berkualitas baik sih gak akan ditinggalin karena alasan ini. Jadi kalo pacar kamu baru putus dua detik langsung tunangan sama yang lain, berarti kelakuan kamu ada yang salah tuh.

Kamu gak sekeren yang kamu bayangkan.

Rangkuman dari semua alasan bertele-tele dan berbelit dan ribet kenapa kamu diputusin. Alasan paling mendasar dari itu semua adalah satu: kamu kurang keren. Sebenernya MBDC pengen bilang, kamu gak seberharga itu berarti untuk diperjuangkan bersama terus-terusan. Tapi yah, kamu udah paham lah ya kira-kira. Jadi, ketika kamu diputusin dengan alasan apapun, termasuk alasan alasan masuk akal sampe yang gak jelas, ini yang harus kamu camkan: dia gak mau sama kamu lama-lama. Karena apa? Yaitu tadi: kamu gak sekeren yang kamu pikirkan. Makanya ditinggalin.

Ah pedih ya? Nyesek? Yah namanya juga kehidupan. Ada yang mau nambahin?