Detektif #Kode: Sebuah Kode Tentang Musim Hujan

Jumpa lagi bersama saya, Detektif #Kode, dalam sebuah rubrik yang tentunya sudah sangat dinanti: Detektif #Kode. Dalam rubrik ini, saya akan membantu para pemirsa sekalian untuk memecahkan kode-kode yang tersembunyi di jagad dunia maya ini. Nah, di hari ini, saya mendapatkan sebuah kode yang sungguh menarik:

Ah. Saya jadi teringat sesuatu. Sesungguhnya hari ini saya sedang malas memecahkan kode. Namun #kode hari ini membuat saya teringat akan sesuatu. Maka ijinkanlah hari ini saya untuk mencurahkan isi hati saya.

Anda semua tentu tahu, bahwa belakangan ini cuaca di ibukota sedang kacau balau. Dari yang seharusnya panas, tiba-tiba menjadi hujan badai. Sunguh misterius. Nah, hujan badai ini membuat jalanan menjadi macet luar biasa. Saya adalah korbannya.

Jadi beberapa waktu silam, saya ada janji kencan dengan seorang wanita yang cantik. Saya sudah mengejarnya beberapa bulan, namun baru sekarang akhirnya saya bisa mengajaknya kencan. Semua sudah sempurna. Saya memakai baju baru dan saya memakai parfum yang sungguh wangi. Wangi parfum saya bisa dicium dari jarak 3 meter. Saya membawa hadiah berupa sebuah kalung  imitasi (tapi tidak kelihatan seperti imitasi) dan juga setangkai bunga mawar merah, yang saya beli di lampu merah. Semua sempurna. Saya pasti akan bercinta malam ini.

Namun ibukota memang kejam. Saya terjebak macet selama lebih dari 3 jam dan akhirnya si wanita cantik itu pun membatalkan janjinya. Saya memang terlambat berangkat sih. Kami berjanji untuk bertemu jam 7 malam dan saya baru berangkat dari rumah jam 7 lewat 5. Tapi saya memang orang sibuk, jadi harusnya hal-hal semacam ini bisa dimaklumi. Dan lagi andaikata Jakarta tidak semacet itu, tentu saya telat tidak akan lama. Jadi saya menolak untuk disalahkan dan saya memutuskan untuk menyalahkan kemacetan ibukota.

Demikian uneg-uneg saya. Sekian dan terima kasih.