Cara Berbohong

Sering kali kita mendapati diri kita berada di posisi yang memaksa kita untuk berbohong. Ada yang ngeles pake alasan ‘berbohong demi kebaikan’ atau istilah gaulnya white lies. Kalau menurut MBDC, bohong mah bohong aja, nggak usah ngeles.

Nah, di artikel ini, MBDC akan membantu kamu untuk menjadi seorang pembohong yang ulung, lincah dan bersemangat. Berikut panduan MBDC untuk berbohong:

1. Bikin Dulu Ceritanya

Dalam berbohong, produk yang kamu tawarkan ke korban kamu adalah, tidak lain dan tidak bukan, sebuah cerita. Jadi, cerita kamu harus bagus supaya sang korban bisa terjerat dustamu.

Seperti apakah cerita bohong yang bagus itu? Cerita bohong yang bagus adalah cerita bohong yang masuk akal. Yang ‘mungkin terjadi’ gitu lho, jangan yang mustahil-mustahil banget.

Misalnya kalau kamu terlambat, bilang aja macet, karena macet itu sangat mungkin terjadi di Indonesia Raya ini. Jangan bilang kamu ketemu mas mas / mbak mbak rupawan di jalan dan maksa dianterin pulang. Ingat, tampang kamu pas-pasan, nggak mungkin ada orang yang super ganteng/cantik maksa kamu nganterin dia pulang.

2. Ulangi Cerita Kamu Di Kepala

Setelah cerita kamu jadi, langkah selanjutnya adalah mengulang-ulang cerita kamu tadi di kepala. Kenapa langkah ini perlu? Dengan mengulang-ulang cerita kamu di kepala, kamu akan sadar kalau misalnya cerita kamu nggak masuk akal, jadi kamu bisa sedikit mengkoreksi cerita bohong kamu.

Manfaat lain adalah kamu jadi hafal cerita kamu. Kalau kamu hafal cerita kamu, proses berbohong kamu jadi lebih lancar. Proses berbohong yang lancar ini adalah kunci utama kesuksesan kebohongan kamu (ya iyalah).

3. Eksekusi

Ini merupakan fase paling rentan akan kesalahan dalam proses berbohong. Tapi jangan takut! Kalau kamu sudah mengikuti dua poin diatas, niscaya kebohongan kamu akan berjalan lancar.

Dalam proses eksekusi ini, attitude yang paling baik adalah sok cuek. Misalnya kamu mencret-mencret di kampus sampe celana kamu jadi coklat-coklat gitu di daerah pantat. Kalau kamu malu mengakui kamu mencret dan teman kamu nanya: “Woi, kenapa tuh celana? Mencret lo?”. Jawablah dengan: “Oh ini, engga tadi orang disebelah gua mencret, nyemprot ampe kena gua..”. Dengan sok cuek, orang yang kamu bohongi akan bertendensi untuk lebih percaya.

Dalam berbohong, berikan cerita kamu dalam beberapa bagian. Jangan langsung kamu kasih semua ceritanya, kamu malah akan kelihatan mencurigakan. Kasih cerita kamu dalam beberapa bagian, kalau orang yang kamu bohongi sudah percaya setelah bagian pertama, kamu nggak perlu lanjut ke bagian ke dua. Tapi kalau penggalan dusta kamu yang pertama belum cukup meyakinkan, baru lanjutin penggalan kedua. Demikian seterusnya.

Kalo udah begitu sih harusnya kamu udah siap untuk bohong. Selamat berbohong!

Other Post