Seri Makhluk Legenda: Naga - Part 2

Holaa, balik lagi di seri makhluk legenda yang sedang membahas mengenai naga. Nah, kalo kemarennya kita udah membahas mengenai naga-naga di dunia barat, sesuai janji kali ini gantian yang kita bahas adalah naga-naga di kebudayaan dan peradaban timur. Sudah siap? Nah jadi:

Naga Cina

Berbeda dengan naga dalam mitologi Eropa yang digambarkan sebagai makhluk yang jahat, naga Cina justru sebaliknya. Naga dalam kebudayaan Cina adalah makhluk suci yang sangat dihormati dan merupakan perlambang dari kekuasaan, kekuatan dan nasib baik. Dalam terminologi Yin dan Yang, naga adalah Yin yang melengkapi Yang, yang disimbolkan dengan Phoenix. Naga juga merupakan simbol dari kerajaan Cina. Kayak misalnya Serigala itu lambang Mongols, sedangkan Monyet merupakan lambang dari Tibet.  Bentuk dari naga Cina ini mirip-mirip sama naga Eropa, cuma kadang-kadang ada beberapa ilustrasi yang menggambarkan naga Cina bertanduk dan berkumis. Bentuknya juga lebih ular memanjang dibandingkan naga Eropa yang seperti hewan vetebrata berkaki empat dan memiliki sayap.

Naga India

Pada era vedic dalam kebudayaan India kuno, naga ada disebut dalam mitologi mereka. Bentuknya agak berbeda dengan naga Eropa dan Cina. Naga India adalah ular raksasa biasa dan ada juga yang berbentuk ular cobra. Naga dalam kebudayaan India kadang-kadang adalah perwujudan dari para dewa yang sedang turun ke bumi. Sifatnya tergantung keperluan si dewa, bisa jahat, bisa juga membantu manusia.

Naga Jepang

Sebeneranya naga Jepang gak terlalu berbeda dengan naga Cina dan Korea, mungkin karena mereka juga masih dari rumpun yang sama. Di Jepang namanya Tatsu, dianggap memiliki kekuatan spiritual yang agung, tinggal di danau pada musim semi. Konon kalau bisa mengumpulkan 9 bola naga secara utuh maka sang naga akan muncul dan mengabulkan permohonan. Haha.

Naga Vietnam

Seperti naga Cina, naga Vietnam juga menyimbolkan kekuatan dan rejeki yang bagus. Karena katanya hujan itu adalah kuasa dari para naga. Nah mitologi setempat juga menyebutkan bahwa naga adalah nenek moyang dari orang-orang vietnam. Eh tapi, para ahli sejarah meragukan referensi naga Vietnam ini, karena konon segala bentuk mitologi asli Vietnam dari dinasti Nguyen sudah di-Sinicization semua. Apa ya itu bahasa Indonesianya? Cinaisasi? Jadi pokoknya semua aspek peradaban dari mulai ekonomi, hukum, makanan, industri, bahasa bahkan sampai kebudayaan sudah disamakan semua dengan budaya Cina. Tapi konon bentuk asli naga Vietnam ini adalah perpaduan antara buaya, ular, kadal dan burung. Pada cerita dalam dinasti yang lain, naga-nya malah digambarkan campuran ular, kucing dan ikan. Oh well.

Naga Jawa

Kata siapa Indonesia gak punya naga? Itu di suku Batak ada kan Sinaga. Eaa. (Tolong jangan diulangi lagi ya. Kurang lucu. - red) Eh tapi beneran, dalam mitologi Jawa ada ular raksasa yang merupakan perwujudan dari dewa Shiwa, namanya Antaboga, ia adalah dewa penjaga di perut bumi. Agak berbeda sedikit dengan naga Eropa dan Cina, Antaboga gak punya kaki dan pakai mahkota. Nah konon, Antaboga ini adalah awal dari segala makhluk. Dia bersemedi hingga akhirnya menciptakan semesta dan segala isinya.

YAK! Tentang Naga usai sudah. Kalo ada yang mau nambahin atau ngoreksi silaken. Ada makhluk legenda lain yang pengen kita bahas? Silakan tulis di comments.