5 Alasan yang Bisa Kamu Gunakan Kalau Kamu Telat Ngumpulin Tugas

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Peribahasa yang sangat kondang itu sungguhlah dalam artinya. Meskipun kamu adalah seseorang yang perfeksionis, ambisius serta berbudi pekerti dan juga luhur, ada kalanya kamu mengalami situasi-situasi di mana kamu terpaksa (maupun tidak terlalu terpaksa) telat mengumpulkan tugas dari waktu yang sudah ditentukan oleh dosen atau bos kamu.

Sayangnya, dosen, bos atau pun bang mandor seringkali nggak begitu bisa berempati pada peribahasa tupai-melompat-jatuh itu. Kamu pun lantas bisa kena masalah kalau kamu telat ngumpulin tugas. Jangan sedih. Besok-besok kalau kamu telat ngumpulin tugas lagi, kamu bisa pakai alasan-alasan ini:

Internet/Printer/Listrik/dll Mati

Jadi, kamu sebenernya udah kepengen ngerjain tugas, tapi hal maha penting yang harus kamu gunakan untuk ngerjain tugas itu tiba-tiba modar. Mati. Isdet. Supaya lebih meyakinkan, kamu juga bisa bikin skenario yang menegaskan kesialan kamu. Semacam… internet di rumah kamu mati, terus kamu udah niat ngerjain tugas di warnet, eh pas kamu datengin warnet langganan kamu ternyata warnetnya korslet, komputernya meledak dan seisi warnet jadi kebakaran. Kamu pun terpanggil untuk membantu memadamkan api sambil menunggu pemadam kebakaran datang. Dengan bersimbah peluh kamu berjibaku menyelamatkan para korban yang masih terperangkan di dalam warnet. Para korban selamat. Kamu adalah seorang pahlawan. Dosen, atau bos kamu pun jadi trenyuh dan membolehkan kamu telat ngumpulin tugas. Kamu menang.

Kamu Dijambret

Nah, untuk yang satu ini nih sebenernya tugas kamu udah selesai, tinggal dikumpulin aja. Eh tapi tiba-tiba sebelum sempet dikumpulin, tiba-tiba kamu kena jambret! Tas kamu yang berisikan tugas yang sudah diprint tersebut raib seada-adanya. Kalau mau lebih malang lagi kamu juga bisa bilang kalau tugas kamu ada di laptop, dan laptop kamu hilang dicuri orang.  Semua orang pun menjadi kasihan pada kamu dan kamu dimaafkan meski telat ngumpulin tugas. Fyuhhh…

Kamu Ada Urusan Keluarga

Kalau kamu mau menggunakan alasan ini, pastikan ‘urusan keluarga’-nya sangatlah maha penting dan gak bisa diganggu gugat. Tapi kalau bisa jangan terlalu mengada-ada juga. Misalnya, agak berbahaya kalau kamu bilang alasan kamu telat ngerjain tugas adalah kamu sedang di tengah-tengah proses perceraian, padahal bos/dosen kamu tahu kalau kamu udah lima tahun terakhir ini nggak pernah punya pacar. Eh, nggak juga deng. Bisa aja dosen/bos kamu malah justru memberikan kamu pandangan iba kalau kamu menggunakan alasan itu. Kamu akan dianggap delusional karena jomblo menahun, dan kamu pun diberi keringanan untuk telat mengumpulkan tugas. Yess!

Kamu Sakit

Ini alasan yang lumayan umum namun sangatlah ampuh! Tapi kamu harus jeli mencari jenis-jenis sakit yang bisa menyerang dengan mendadak dan juga sembuh dengan nyaris tanpa bekas ketika kamu harus berhadapan dengan bos/dosen kamu itu. Jenis-jenis penyakit yang bisa kamu gunakan sebagai alasan antara lain adalah asma, diare, migren, maag akut, atau vertigo. Tapi hati-hati juga sih kalau sakit dipake jadi alasan, ntar kalau kena tulah trus sakit beneran kan males juga.

Konspirasi Zionis

“Tapi MBDC, semua alasan di atas sudah pernah dan sering kugunakan! Aku butuh alasan lain yang sungguh ‘megang’ dan sakti mandraguna!”

Yak! Saatnya kamu menggunakan alasan pamungkas yang sangat masuk akal untuk digunakan dalam situasi-situasi yang menuntut kamu untuk ngeles. Apa lagi kalau bukan konspirasi zionis! Bilang aja kamu terpaksa telat karena ada sebuah konspirasi besar yang menghalang-halangi kamu mengumpulkan tugas tersebut. Pada dasarnya alasan ‘konspirasi zionis’ ini sangatlah logis dan mampu diterima akal sehat oleh siapa pun. Kalau cuma dijadiin alasan ngeles karena telat ngerjain tugas aja mah sepele, orang dijadiin alasan ngeles dari dakwaan korupsi aja bisa kok. Jadi ingat, ini semua adalah konspirasi zionis!

Punya alasan-alasan ampuh lain yang biasa kamu gunakan kalau kamu telat ngumpulin tugas? Pernah sukses make alasan ‘konspirasi zionis’? Ceritain di comment ya!