Detektif #Kode: Misteri Sebuah Kata Dari Dunia Lain

Jumpa lagi di Jumat yang ceria ini bersama saya, Detektif Kode, dalam sebuah rubrik yang pastinya dinanti semua orang: Detektif Kode. Seperti biasa saya akan mencoba membantu menyelesaikan #kode-kode yang tersembunyi di jagad dunia maya. Hari ini saya mendapat kiriman sebuah #kode yang sungguh misterius:

Saat pertama kali saya membaca tweet tersebut, tidak ada yang salah. Namun bagian terakhir kalimat tersebut membuat saya sedikit tertegun. Apakah sekiranya maksud kata tersebut? 'ngebmdeluan'? Dimana saya pernah mendengar kata-kata tersebut sebelumnya? Apakah sesuatu di masa kecil saya? Ataukah hanya dalam khayalan saja? Kata-kata ini bagaikan sebuah kata yang muncul dari dunia lain.

Ngomong-ngomong tentang dunia lain, saya jadi teringat sebuah cerita seram di masa lalu saya. Ketika itu, saya masih seorang detektif junior. Saya ditugaskan untuk mencari seseorang yang hilang di daerah Jawa Tengah. Hanya saya sendiri.

Saya pergi naik mobil, menyetir sendiri. Perjalanan saya ke daerah tersebut mengharuskan saya untuk melewati Alas Roban, sebuah daerah yang memang terkenal angker. Namun saya tidak pernah takut. Sejak kecil saya memang terkenal pemberani. Saya pernah berkelahi melawan seorang preman yang meminta sepatu Air Jordan saya. Saya kalah dan sepatu serta tas saya diambil. Namun intinya bukan itu. Intinya saya adalah pemberani.

Jadi malam itu saya menyetir melewati Alas Roban sendirian. Para supir truk saja tidak berani melewati jalan ini sendirian. Namun saya berani.

Suasana angker langsung menyelimuti ketika saya melewati jalan Alas Roban yang berliku-liku tersebut. Hanya lampu mobil saya yang menerangi jalanan gelap tersebut. Tanpa saya sadari, saya sedikit berkeringat. Saya pun menyalakan AC mobil. Udara AC mobil menyentuh tangan saya. Dingin. Tiba-tiba saya merasakan jantung saya berdegup kencang. Ada apa ini? Saya tidak pernah merasakan jantung saya berdegup sekencang ini. Terakhir kali saya merasakan ini ketika saya sedang berada di kamar berdua saja dengan Suci Hapsari, wanita idaman saya saat jaman sekolah.

Saya memacu kendaraan saya lebih kencang lagi. Entah kenapa, saya ingin buru-buru melewati jalan ini. Tiba-tiba, dari balik tikungan, sebuah truk besar muncul dengan kecepatan tinggi. Saya kaget. Saya banting setir....dan berhasil menghindari maut. Tapi saya sungguh deg-degan. Ketakutan tak beralasan saya sudah hampir membuat saya kehilangan nyawa. Saya pun belajar dari kesalahan saya. Sejak saat itu, saya semakin berani.

Saya rasa cukup sekian untuk artikel hari ini. Atas perhatiannya, saya ucapkan banyak terima kasih.