Liputan: Djaksphere 2012

Tidak ada yang lebih menyenangkan dari nontonin para musisi dari dua generasi yang berbeda saling adu skill. Sabtu malam kemarin tanggal 10 November 2012, Balai Sarbini dirusuhi para musisi non-mainstream yang sangat berkarakter dan audiens yang sangat antusias. Acara apa sih? Kok heboh banget?!

djaksphere

Kembali dengan line-up yang menggugah hati, event dengan nama yang amat sangat panjang (dan susah diucapkan) ini, Djakartartmosphere, menawarkan satu acara musik kolaboratif kreatif yang dikaryakan oleh G Production. Tujuan acara ini sebenarnya sangat sederhana, hanya ingin ‘membisikkan’ masyarakat bahwa musik itu beragam lho. Idenya sesimpel itu, yang diperlukan cuma sedikit dorongan untuk menyebarluaskannya.

djaksphere 2

Yang perlu MBDC tekankan, definisi ‘generasi yang berbeda’ ini benar-benar berbeda karena perbedaan eranya terasa sekali. Djakartartmosphere menggaet musisi senior dan junior untuk saling berunjuk gigi dan berbagi pengalaman. Acara dibuka oleh mantan rocker pembangkang (masih tetep membangkak sih sampai sekarang) di era tahun 70an, Benny Soebardja, dengan band rock asal Bandung, The S.I.G.I.T..  Penonton sekejap tersihir alunan musik mereka. MBDC girang banget sih, soalnya tatanan set panggungnya bersahabat sekali. Audiens dan performernya diberikan keleluasaan dalam bergerak, sehingga interaksinya pun terasa nyata.

Setelah sekawanan rocker membuka konser Djakartartmosphere, tiba-tiba muncul dua karakter setengah kuda setengah manusia berautis ria memasuki panggung. MBDC berpikir memang tujuan acara ini main asal mengganti atmosfer semaunya kali ya. Dentingan nada-nada yang sulit didefinisikan menggaung di lingkaran panggung Balai Sarbini. Tak lain dan tak salah lagi prediksi MBDC bahwa ini pasti kerjaannya Zeke Khaseli. Zeke memasuki panggung dengan membawa pasukan Power Rangers-nya. Performa Zeke dibumbui sosok legendaris yang membawa khas jazzy tunes beraksen bossanova dari Ermy Kullit. Bayangkan Rocky Horror Show versi mellow.

djaksphere 5

Makin penasaran dong ya sajian apa lagi setelah ini. Dari remang-remang lampu permainan stage set, muncul sosok laki-laki yang mengungkapkan kebanggaannya karena berhasil mengenakan celana garis-garis andalan yang sudah menemani dirinya sejak tahun 2006. Pelanun aliran musik New Wave, The Upstairs, mengambil alih atmosfer panggung (MBDC lagi suka pakai kata atmosfer, biar Djakartartmosphere banget gitu). Kemudian tak mau kalah, dengan memakai kostum intergalactic berwarna silver, Andy Ayunir datang entah dari mana (mungkin menggunakan teknologi ala Star Trek) menenteng synthesizer menghujani seketika dengan musik elektroniknya. Jiwa MBDC dibawa melayang tak karuan.

djaksphere6

Kegilaan Djakartartmosphere ditutup dengan para pengendara Vespa yang khas dengan musik Ska Reggae Jazz, Shaggy Dog, dengan opa Bob Tutupoly. SANG LEGEND!! (sengaja MBDC tulis dengan huruf kapital).

Baiklah, MBDC sekarang dapat kembali bernapas. MBDC tahu sih sejak pertama mengintip websitenya Djakartartmosphere yang penuh dengan motion, pasti acara ini akan pecah. Tidak sabar menunggu Djakartartmosphere selanjutnya deh. Satu kata sih….. GILAAA!

Report by Philea Adhanti | Photos by Rude Billy & Philea Adhanti