Apa Yang Harus Kamu Lakukan: Kalo Jadi Orang Ketiga

Katanya sih kalau kamu lagi berdua itu yang ketiga setan. Tapi ada yang berpendapat juga kalo yang ketiga itu Tuhan. Tergantung situasinya seperti apa. Nah, tapi gimana ceritanya kalo yang ketiga di sini adalah kamu? Apa yang harus kamu lakukan kalo kamu menjadi orang ketiga di tengah sebuah situasi? Apakah kamu harus jadi setan atau tuhan? MBDC mencoba memberikan bantuan bagi kamu dalam beberapa situasi!

Situasi 1

Kamu kenalan dengan seseorang yang sangat lucu lagipula pintar dan enak dilihat. Setelah beberapa saat beradu pantun, hubungan kalian semakin dekat, kamu semakin yakin bahwa dia memang dikirim sama semesta untuk jadi pasangan kamu selamanya. Sampai tiba-tiba, dia bilang kalau dia sebetulnya sedang berada dalam hubungan jarak jauh dengan pacarnya, dan hubungan mereka sudah gak harmonis lagi.

Yang Sebaiknya Kamu Lakukan :

Jaga jarak dengan dia sampai dia menyelesaikan masalahnya sama pacarnya, sukur-sukur mereka putus dan dia memilih bersama kamu. Kasih tengat waktu, kalau gak ada tanda-tanda dia mau mutusin pacarnya, ya tinggalin aja sih mendingan. Ngapain amat.

Situasi 2

Dalam satu kesempatan kamu menjadi akrab dengan dua orang di lingkungan kamu. Kalian sering melakukan banyak aktivitas bertiga, nongkrong, nonton, belajar, seru-seruan. Lama-lama ternyata kedua orang tersebut saling jatuh cinta dan menjadi pasangan. Euh.

Yang Sebaiknya Kamu Lakukan :

Ini resek sih emang, mendadak jadi obat nyamuk gini. Kalau mereka masih bisa behave di depan kamu dengan gak terlalu lovey-dovey ala ala lovebirds gitu sih ya santai aja. Tapi kalau kamu mulai disuruh antriin tiket bioskop sementara mereka cium-ciuman dulu di parkiran atau disuruh jagain pintu pas mereka lagi gejolan sih mendingan kamu ikutan aja sekalian ajakin threesome. Tapi kalau mereka menolak, yah tergantung kebesaran hati kamu sih. Tapi ya saran kita sama ama diatas, tinggalin aja mendingan. Ngapain amat.

Situasi 3

Terjadi perseteruan antara dua orang yang cukup dekat dengan kamu. Misalnya sahabat atau orang tua gitu. Kamu terjebak di tengah-tengah bagaikan pelanduk diantara gajah-gajah yang sedang bertarung.

Yang Sebaiknya Kamu Lakukan :

Kalau kamu sudah tau harus memihak siapa, ya gak ada masalah kalau begitu. Tapi gak, ya mendingan kamu netral aja. Tegaskan juga pada mereka yang sedang berseteru itu kalau kamu netral dan gak mihak siapa-siapa. Nah tinggal pinter-pinter kamu deh tuh bersikap sama keduanya, gak membela, gak juga mencela, dan tetap bisa diajak becanda. Tapi ya lebih aman kalau kamu (lagi-lagi) menjaga jarak dengan keduanya. Daripada malah jadi pihak yang paling dirugikan? Mendingan apa? Mendingan tinggalin aja. Ngapain amat.

Nah demikianlah, ada banyak situasi lain yang bisa diterapkan, tapi intinya lagi-lagi adalah kebesaran hati kamu dalam menyikapi peran sebagai pihak ketiga. Kalau dalam perjanjian hukum, pihak ketiga lumayan berat tanggung jawabnya sebagai saksi dan kadang-kadang sebagai penjamin. Ribet urusannya lah. Maka usahakanlah untuk menghindari posisi ini dalam kehidupan, kecuali jelas manfaatnya untuk kamu. Punya pendapat beda mengenai apa yang harus kamu lakukan kalo jadi orang ketiga? Silakan share pendapat kamu di comments!