Petualangan Luar Biasa dari Enorelbot si Anak Naga

Pembaca yang tersayang, hari ini kami mau bercerita tentang legenda Enorelbot. Sosok lelaki sipit berkumis tebal ini bukanlah propaganda salah seorang calon gubernur DKI yang tempo hari banyak dibicarakan orang, doi adalah salah satu tokoh fiksi yang diceritakan secara turun temurun oleh para pembaca Provoke! Magazine kepada generasi penerusnya.

Jadi begini ceritanya…

Alkisah di sebuah tanah terjanji yang aman tentram dan nyaman bernama Provoketopia, hiduplah seorang Perawan beranak tiga bernama Tante Pinky. Menurut legenda setempat si tante ini adalah seorang janda (namun perawan) misterius yang selalu menolong siapapun yang membutuhkan bantuan dan sentuhan beliau *eh, karena itulah Tante Pinky begitu berkesan di hati masyarakat setempat walaupun tidak ada satu orang pun yang tahu siapa beliau sebenarnya dan apa peranan beliau dalam menyelamatkan bekantan dari kepunahan.

Di belahan bumi yang lain, tersebutlah seorang pria bernama Enorelbot yang datang jauh-jauh ke Bandung bukan buat nyari harta karun, tapi buat nyari Tante Pinky yang katanya perawan beranak tiga. Enorelbot ini nggak pernah tau siapa orangtuanya, kata Naga yang mengasuhnya sejak kecil, doi tau-tau muncul gitu aja dibawa sama burung bangau, delivery service gitu katanya. Karena itulah walaupun udah mengalami berbagai petualangan seru mulai dari naik Naga sampe mancing bareng Pterodakstil, Enorelbot tetep merasa ada yang kurang dalam hidupnya, makanya dia datang untuk mencari tau apakah dia adalah salah satu dari tiga anak Tante Pinky.

Setibanya di Bandung, Enorelbot memulai petualangan dari tempat yang paling banyak tante nya, Taman Lalu Lintas! setelah 356 kali bertanya kepada 356 tante yang berbeda, nggak ada satupun yang mengaku namanya Pinky. Di tempat ini Enorelbot justru kebingungan liat sosok mirip monster Loch-Ness yang perutnya bolong terus anak-anak pada main perosotan dari bolongan itu. Dulu Enorelbot pernah mati-matian ngejar Loch-Ness di Skotlandia tapi gagal melulu karena si Loch-Ness ngumpetnya di dalem danau, Enorelbot agak waterproof gitu, maksudnya beneran anti air, makanya jarang mandi.

Karena nggak nemu tante yang dicari, Enorelbot melanjutkan pencarian ke tempat yang menyimpan sejuta kenangan, bahkan kenangan dari masa sebelum masa, museum ! Dia berpikir bahwa pasti ada petunjuk yang bisa ia temukan di museum, karena hanya di museum lah segala rupa kenangan terkumpul menjadi satu, siapa tau ada kenangan tentang si tante. Tapi baru maju tiga langkah, Enorelbot udah bengong liat ada sosok yang gede banget,  lebih gede dari Naga yang ngasuh doi itu. T-Rex bro! Di Bandung ada T-Rex! Walaupun nampak dietnya si T-Rex ini terlalu ketat sampe tinggal tulang doang, tetep aja bikin bengong. Enorelbot jadi bertanya dalam hati bagaimana kira-kira caranya si T-Rex ini ngupil dengan tangan yang kecil banget begitu. Saking penasarannya Enorelbot soal itu, dia sampe lupa tujuan utama dia dateng kesana. Alhasil museum pun keburu tutup sebelum dia sempat menemukan kenangan tentang tante yang dicarinya.

Sebagai petualang sejati yang selalu gengsi untuk bertanya, Enorelbot pergi ke Gua Jepang. Berhubung matanya agak sipit, berarti dia adalah keturunan dari orang yang matanya sipit, orang Jepang kan sipit-sipit. Tapi sayangnya dia nggak nemu satupun orang Jepang disana, yang ada hanyalah pohon-pohon tinggi dan gua-gua kosong. Enorelbot sempet agak keder karena takut tiba-tiba ada monster yang keluar dari gua, tapi mengingat bahwa dia dibesarkan oleh seekor Naga, mestinya nggak ada yang bisa bikin doi takut sih…mestinya ya… eh tempat ini nggak angker kan? Nggak kan? Nggak kok kayaknya…kayaknya sih ya.

Dalam keputus-asaan yang mendalam, Enorelbot memutuskan untuk pergi ke gunung Puntang. Konon katanya disana ada kolam cinta, ya minimal kalo nggak nemu tante Pinky siapa tau malah menemukan cinta sejati. Sesampainya disana ternyata Enorelbot nemu puing-puing bangunan kuno yang konon katanya bekas stasiun radio jaman londo, mirip-mirip kayak di Machu-Pichu gitu deh. Bedanya cuma waktu disana Enorelbot dikejar-kejar suku primitif yang mau ngulitin kepalanya gara-gara doi naksir anak kepala suku, untung aja di Bandung kaga ada begituan… eh kaga ada kan ya? Orang Bandung baik-baik kan ya?

Sebenarnya Enorelbot masih mau melanjutkan pencarian tante Pinky, tapi apalah daya gugusan bintang di langit Bandung memberi pesan kepada sang petualang sejati untuk pergi ke India karena ada resep kari kambing yang harus diselamatkan dari kepunahan. Biasanya emang dia suka nggak sengaja menyelamatkan dunia gitu saat berpetualang. Tapi Enorelbot berjanji dia akan kembali lagi suatu hari nanti, percayalah.

Jika ada kesamaan nama ataupun tokoh dalam ini maka itu bukanlah kebetulan belaka dan mungkin itu semua adalah message of the universe bahwa kita sebenarnya berjodoh, maka dari itu sebaiknya lo baca Provoke ! Magazine untuk kenal lebih dekat dengan Tante Pinky dan Enorelbot. Salam sayang.

-as seen on Provoke! Magazine