Bara Asmara Bersama Neng Dara: Dikecup Di Dada, Tapi Tak Berasa

Tanya:

Neeeeng  *kecup* Mau tanya perihal hal yang membuat gue bertanya-tanya... Ehm, masa kalo si Ayang kecup-kecup dada akuh ngga berasa ya? Katanya temen-temen yang sering dikecup (sama pacar nya masing2 bukan Ayang akuh!) katanya kan geli-geli gitu ya? Neng gitu gak? Apa ada yang salah dengan syaraf sensor dada akuh? Kalo areola (apa aerola?) nya digigit-gigit sih berasa hehehe, cuma kalo dikecup-kecup aja ngga… Kenapa yah ? Padahal si Ayang cukup ber-brewok macho looh… Sekian yah neng, dijawab atuh. Nuhuuun... – Lala

Jawab:

Dear Lala tralala trilili, salam kecup kembali! Jadi sebenarnya tampuk permasalahan kamu adalah kamu nggak berasa gitu kalau dikecup-kecup dadanya sama ayang kamu?

Hmmm… sebelumnya… coba tanyakan  pada diri kamu sendiri. Apakah di dadamu ada senyumnya si Ayang? Ada cintanya? Ada hasratnya? Ada kumisnyaaaa… ada kupingnyaaa… di dalam dadamuuu… ada kamuu….

Aduh maafkan jawaban Neng jadi sedikit melantur. Membaca pertanyaan kamu tentang masalah dada Neng tiba-tiba jadi kepengen nyanyi lagunya Mama Vina sambil milin-milin ujung rok dan berputar-putar centil.

Sebentar ya Neng tuntaskan dulu urusan menari berputar-putar ini. *brb*

Oke. Kembali ke pertanyaan kamu. Jangan kuatir Lala tralala, bukannya syaraf sensor dada kamu kok yang terganggu. Memang betul, dada alias payudara adalah salah satu bagian tubuh perempewi yang cukup peka terhadap rangsangan anu-anuan. Ini karena, dalam payudara terkandung syaraf-syaraf yang peka terhadap sentuhan-sentuhan maupun rangsangan-rangsangan fisik lainnya. Yang berbeda-beda antara perempewi yang satu dengan perempewi lainnya adalah kadar kepekaannya. Dan ini semua normal normal saza, wahai Lala tralala.

Nah, areola alias lingkaran berwarna di sekitar puting kamu memang memiliki kepekaan yang lebih dibandingkan wilayah payudara yang lainnya. Makanya kalau digigit-gigit lucu gitu lebih kerasa. Lalu, di sekitar areola itu kan kadang-kadang ada rambut-rambut halus yang menggemaskan kan? Nah, rambut-rambut itu konon juga berperan aktif dalam menghantarkan daya rangsang-merangsang sampai pada tujuannya yang membuat anu-anuan! Jadi coba tolong diperhatikan yah, wahai kaum lelaki (atau perempuan)!

Lalu kenapa payudara kamu nggak begitu merasakan apa-apa kalau cuma dikecup-kecup aja? Ini banyak penyebabnya. Bisa jadi karena ukuran payudara kamu lumayan besar. Pada umumnya, payudara yang ukurannya lebih kecil memang lebih sensitif dan lebih mudah dirangsang, sedangkan payudara yang lebih besar juga butuh rangsangan yang lebih kuat atau lebih ekstra. Ini Neng bukannya ngarang, jadi asal muasalnya adalah karena jumlah syaraf pada payudara itu sama seberapapun besar ukuran payudaranya. Artinya, kalo permukaannya lebih besar, rangsangan yg diperlukan juga lebih besar. Maka, kalau selama ini si Ayang cuma kecup-kecup mesra saja, bolehlah dibisikkan pada daun telinganya untuk mencoba berkutat pada payudara kamu dengan lebih intens. Misalnya, mengganti “kecup” menjadi “cipok”. Atau yang sejenislah lah. Pokoknya sampai berasa aja geli-geli-nya. Kamu kan lebih tahu… hihihihi…

Tapi kalau memang ukuran dada kamu nggak heboh dan kamu tetap nggak terlalu berasa ketika dikecup-kecup dadanya, cobalah mengkombinasikannya dengan rangsangan pada titik-titik erogenous yang lain seperti leher, pundak, perut, bahkan ketiak. Eh serius, ketiak juga salah satu titik rangsangan loh. Hihihi… ada yang pernah mencoba?

Demikian jawaban Neng Dara untuk kamu, Lala tralala. Ngomong-ngomong, jadi ceritanya Ayang kamu brewok macho nih? Ih bikin gemes. Neng suka tuh cowok-cowok brewok macho hihihi. Salam ketjoep menggelora yaaa!