Seri Pengetahuan Umum: Kenapa Nonton F1 Itu Seru

Buat kamu yang punya televisi, terkadang ada momen dimana kamu sedang suntuk weekend gak ada kerjaan dan cuma bisa duduk nonton gonta-ganti channel. Suatu ketika channel televisi berganti pada acara balapan Formula 1. Mungkin biasanya kamu akan langsung memindahkan channel lagi dan akhirnya berpuas diri menyaksikan kontes dangdut. Tapi, MBDC mau mengajak kamu untuk menggali lebih dalam olah raga ini agar bisa menikmati serunya aksi balapan mobil Formula 1. MBDC gak secemen itu kok untuk menyebutkan kalo umbrella girl (atau yang orang British bilang “pit babe”) adalah salah satu faktor yang membuat Formula 1 menjadi keren, tapi, yah sebagai penyemangat awal artikel ini bolehlah…

Strategi Pit Stop

Sebagian dari kamu mungkin menyukai balapan MotoGP karena balapan motor itu lebih seru dengan banyaknya aksi salip-menyalip yang ada. Ya, sebagai olah raga balap tentunya Formula 1 juga memiliki aksi saling menyalip tersebut, tapi, banyak orang akan lebih merasa bosan karena salip-salipan di Formula 1 jauh lebih sedikit frekuensinya karena dimensi mobil yang emang lebih gede dari motor jadinya lebih sempit jalanannya.

Ibaratnya film, MotoGP itu lebih kaya film-film action, sedangkan, Formula 1 itu lebih kaya film yang cukup serius mikirnya. Strategi pit stop adalah salah satu unsur yang paling penting dalam Formula 1 untuk mencapai kemenangan. Hal ini dikarenakan pit stop bisa menentukan apakah seorang pembalap bisa menyalip banyak sekali pesaingnya atau justru kehilangan posisi terdepan yang dimilikinya. Pit stop adalah fenomena yang seru di balapan Formula 1. Penggemar F1 bahkan bisa bersemangat hanya dengan melihat catatan waktu pit stop para pembalap, “Alonso pit stop cuma 9 detik, hebat! Yah, Hamilton lama nih pit stop-nya 14 detik.”

Tergantung dari sirkuit yang ada, strategi pit stop bervariasi mulai dari 1 hingga 3 kali sepanjang balapan. Lebih seru lagi kalau cuaca tiba-tiba hujan karena kamu bakal melihat para mobil tersebut buru-buru masuk pit untuk ganti ke ban basah. Ini jadi cerita menarik ketika Rubens Barrichello bersikukuh memakai ban basah dari awal lomba karena cuaca mendung, mengakibatkan ia berada di posisi ke-18 di awal balapan. Lalu, hujan turun di tengah balapan dan Barrichello pun berhasil jadi juara karena tim lain harus menambah satu kali pit stop untuk ganti ban. Rupanya pepatah "Sedia payung sebelum hujan" itu sangat benar dalam situasinya si Barrichello.

Teknologi Tinggi

Alasan lain untuk menyukai F1 adalah teknologi tinggi yang dimiliki oleh olah raga ini. Kamu gak bakal nemuin ahli aerodinamika, thermodinamika, mekanika kuantum dan ahli sains lainnya di klub sepakbola. Dalam F1, semuanya dirancang berdasarkan teknologi dan sains tingkat tinggi. Merancang dan mengendalikan mobil yang bisa mencapai kecepatan 300 km/jam bukanlah sebuah hal yang mudah. Teknologi yang tinggi ini kemudian dipaket dengan sistem keselamatan yang tinggi pula. Dengan kecepatan segitu, kerikil yang mental ke helm pengemudinya itu sama aja kayak peluru lho. Robert Kubica pernah tabrakan di tahun 2007 pada kecepatan 321 km/jam dan dengan beban tekanan 75G yang menghantam tubuhnya, doi masih dapat keluar mobil tanpa luka serius. Gila banget gak tuh!!!

Melihat teknologi yang diimplementasikan pada Formula 1 hampir sama serunya dengan melihat kecanggihan NASA. Badan induk Formula 1, FIA, sampai harus membuat banyak batasan agar tidak terjadi jenjang yang lebar antara tim yang sudah sangat maju dengan tim lainnya. Namun, dengan berbagai batasan yang ada tersebut, para ahli F1 tetap saja bisa menemukan cara untuk menjadikan mobil mereka melaju cepat.

Kinetic Energy Recovery System (KERS) dan Drag Reduction System (DRS) adalah salah satu inovasi terbaru dalam Formula 1 yang mampu meningkatkan kecepatandan akselerasi mobil. Teknologi ini membuat F1 jadi lebih seru karena banyaknya salip-menyalip yang terjadi karenanya. Terbukti musim ini F1 mencetak sejarah dengan 7 pemenang berbeda di 7 balapan pertama mereka, sementara MotoGP sejauh ini baru dimenangi oleh 3 pembalap dari 12 balapan yang telah berjalan.

Tabrakan

Bukannya seneng ngeliat orang lain menderita siih...Biarpun ajang balapan lain juga punya yang namanya tabrakan, tapi tabrakan di Formula 1 tuh kayaknya seru gitu. Jadi biarpun tadi kita udah menyinggung dikit soal keamanan di F1, tapi yah namanya juga manusia, kadang-kadang ada ajalah kesalahannya. Gak tau gimana tiba-tiba mobilnya keguling aja. Keseruannya sama deh kayak ngeliat skater yang kepleset trus bijinya kena railing. OK, mungkin emang kita suka aja sih ngeliat orang lain menderita.

Intinya, MBDC cuma mau ngasih tau aja sebagian alasan kenapa olah raga ini menempati urutan ketiga setelah sepak bola dan olimpiade dalam daftar olah raga paling populer dan banyak disaksikan di dunia. Seru aja ngeliat olahraga yang gak melulu kontak fisik tapi juga penuh dengan ketelitian dan kecermatan yang didukung sains dan teknologi. Lumayan lah, bikin berasa pinter kalo nonton F1 sambil tau teknologinya juga.