MBDC Nostalgia : 3 Grup/Duo Pelawak Indonesia Jadul Paling Ternama

Kalau kamu masih sering nonton TV lokal, pasti memperhatikan fenomena dimana semua aktor kita mendadak jadi pelawak. Bahkan mungkin teman-teman di sekitar kamu tiba-tiba masuk TV untuk ikutan jadi komedian berdiri. Oh wow. Tapi masih ingat gak sama para pelawak ini, yang terkenal di era 80-90an? Pelawak yang beneran pelawak gitu, yang konsisten dari awal emang jadi pelawak. Warkop DKI sama Benyamin Sueb udah gak kita masukin lagi ya, kan udah ada artikelnya sendiri. 

Srimulat

Grup lawak ini sungguh legendaris. Bisa dibilang gaya lawakan Indonesia banyak mencontoh dari gaya lawakan Srimulat. Pertama didirikan tahun 1950 oleh R.A Srimulat dan suaminya Teguh Slamet Rahardjo. Sebelum masuk TV, Srimulat adalah rombongan kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan lawakan dan kesenian keroncong Jawa. Mereka berkeliling dari satu pasar malam ke pasar malam lain di kota-kota di Jawa.  Sampai akhirnya mereka membuat pertunjukan tetap di Surabaya dan menjadi terkenal. Masih ingat kan siapa aja personilnya? Basuki, Asmuni, Gepeng, Paul, Nunung, Nurbuat, Tarzan, Tessy, Gogon, Kadir, Bendot, Nurbuat, Pete, Polo, Jujuk, Mamiek, dsb dsb. Banyak deh.

Jayakarta Grup

“Apaaaaa siiiih Joooooon?” itu mungkin kalimat yang paling sering dilontarkan Cahyono kepada Jojon. Kalau masih ingat, Jojon dulu tidak sendiri, ia bersama-sama dengan Cahyono, Prapto (yang lebih sering menjadi cewek bernama Esther) dan Uuk. Sama seperti Srimulat mereka sudah merambah dunia lawak jauh lebih lama daripada umur TV swasta lokal Indonesia. Jaman dulu orang masih jarang punya TV, jadi akses lawak ya kalau gak datang ke pertunjukan (kayak Srimulat) atau beli kaset lawak. Ngelawak via suara doang itu lebih susah lho daripada visual, karena pastinya gak bisa slapstik atau pake mimik dan gestur lucu sebagai pendukung. Kalau kamu mau iseng dengerin kaset lawak, coba dengerin punyanya si Jayakarta Grup ini yang judulnya Main Botol. Masih lucu banget dan bikin sesek napas ketawa lho dibandingkan dengan lawakan didorong jatoh ke stereoform.

Kwartet Jaya

Ah kalau yang ini benar-benar sudah tinggal nama, Eddy Sud, Ateng, Iskak, dan Bing Slamet. Mereka semua sudah berpulang. Mereka sangat ternama sepanjang era 70-80an. Kaset-kaset lawak yang mereka banyak yang sudah diadaptasi menjadi film layar lebar. Kalau kamu memperhatikan dulu sih masih sering diputer di tipi. Ada yang masih inget film Ateng Minta Kawin? Adegan Ateng ngosek-ngosek tanah nangis minta dikawinin sama Vivi itu masih teringat jelas sampe sekarang. Antara kocak dan creepy gitu. Biasanya Ateng emang jadi objek penderita, Iskak jadi pelempar banyolan, dan gongnya adalah Bing Slamet. Eddy Sud sih biasanya yang jadi penengah dan pengaturan lemparan lawakan dari ketiganya. Kadang-kadang ada yang cewek juga Vivi Sumanti buat pemanis.

Nah udah, tiga aja ya? Sisanya tambahin sendiri deh di komen.