Detektif #Kode: Petunjuk Seorang Psikopat

Jumpa lagi bersama saya Detektif #Kode dalam sebuah rubrik yang sungguh dicintai dan pastinya kamu semua tunggu: Detektif #Kode. Detektif #Kode. Seperti biasa, saya akan membahas dan memecahkan #kode-#kode yang terdampar di dunia maya agar sekiranya bisa menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua. #Kode hari ini adalah:


Melihat #kode ini saya langsung bergidik. Bukan apa, saya hanya membayangkan horror yang bisa terjadi setelah tweet ini. Saya teringat sebuah kasus yang saya tayangi beberapa tahun yang silam. Saat itu terjadi kasus pembunuhan berantai di sebuah kota kecil. Saya sebagai seorang detektif handal diundang untuk memecahkan kasus tersebut.

Pembunuhan berantai yang terjadi cukup sadis. Korban digorok dengan menggunakan sebuah pisau kecil. Pastinya akan membuat orang yang tidak biasa akan mual dan muntah. Tapi saya, sebagai seorang detektif handal, sudah biasa melihat hal semacam ini.

Berhari-hari saya menyelidik dan mencari clue mengenai pembunuh berantai ini. Perasaan saya dengan yakin mengatakan bahwa pembunuhnya masih berkeliaran di sini. Dia tidak mungkin pergi. Dia terlalu menyukai kota ini.

Akhirnya pada hari kelima, saya menemukan si psikopat. Saat itu hujan turun dengan deras. Petir menyambar tak henti-henti. Saya berteduh di depan sebuah bar kecil sambil merokok. Udara sungguh dingin. Ketika itulah saya mendengarnya. Suara berbisik yang tak akan saya lupakan. Saya mencari sumber suara dan melihat seorang pemuda sedang berbicara sendiri. Tepatnya, dia berbicara dengan dompetnya. Dia membisikkan sebuah kata-kata yang tidak terlalu jelas, namun feeling saya mengatakan orang inilah pembunuhnya.

Tanpa pikir panjang saya langsung memukul orang itu dari belakang sampai dia pingsan dan membawanya ke kantor polisi terdekat. Di kantor polisi tersebut, orang tersebut dipukuli sampai akhirnya dia mengaku bahwa memang dia adalah pelaku pembunuhan berantai tersebut. Kasus ditutup. Saya berhasil memecahkan kasus tersebut.

Maka dari itu, melihat tweet di atas saya langsung teringat hal tersebut. Si penulis tweet pasti adalah seorang psikopat. Jika saya jadi anda, saya segera panggil polisi.