Detektif #Kode: Misteri Angka 11.11.11.1.11

Salam sejahtera. Berjumpa lagi dengan saya, Detektif #Kode, di sebuah rubrik yang dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat: Detektif #Kode. Di sini saya akan mencoba memecahkan seluruh #kode-kode yang tersebar di jagat raya internet dan mudah-mudahan warga masyarakat yang budiman bisa belajar banyak dari hal tersebut.

Hari ini #kode yang dikirimkan ke saya adalah sebagai berikut:

Begitu melihat angka tersebut, bulu kuduk saya merinding. Mungkin banyak di antara saudara-saudara sekalian yang pernah mendengar bahwa 11.11.11 itu adalah sebuah angka yang penuh misteri dan konspirasi. Ada yang bilang bahwa itu adalah pertanda menuju gerbang lain. Saya jadi teringat sebuah cerita di masa lalu. Cerita yang berusaha saya lupakan dari hidup saya.

Cerita yang mengerikan.

Waktu itu saya masih duduk di bangku kuliah. Ketika itu sedang libur menuju semester baru. Kami libur sekitar 2 bulan. Saya dan teman-teman memutuskan untuk melakukan road-trip ke Jawa Tengah. Kami pergi berlima.

Semula semuanya berjalan dengan baik-baik saja. Kami bernyanyi dan bersenda gurau selama perjalanan. Namun di tengah perjalanan, tiba-tiba mobil yang kami naiki mogok. Saat itu sudah malam. Kami terdampar di sebuah daerah antah berantah. Kami kebingungan. Saat itulah kami melihatnya.

Sebuah gubuk di tengah antah berantah.

Tanpa pilihan lain, kami berjalan menuju gubuk tersebut. Udara terasa dingin. Kabut tipis mengiringi perjalanan kami. Gubuk tersebut terlihat lebih reot dari depan. Ada bau usang yang timbul dari gubuk itu. Pelan-pelan kami membuka pintu gubuk tersebut. Pintu berderit.

Suasana sangat gelap. Kami ketakutan. Tapi kami tidak punya pilihan. Kami memilih untuk bermalam di sana.

Saat itu mungkin sudah sekitar jam 1 malam. Hari Jumat. Tanggal 13. Kliwon. Tiba-tiba seseorang, atau sesuatu, menggedor-gedor pintu gubuk yang kami tempati dengan sangat keras. Gedorannya sungguh mengintimidasi dan kami sungguh ketakutan. Gubuk tersebut seperti bergetar. Kami tidak berani beranjak dan memilih untuk tidak berbuat apa-apa. Sekilas kami melihat sepasang mata berwarna merah mengintip dari balik celah-celah gubuk.

Tiba-tiba pintu terbuka dengan keras. Saya hanya mendengar suara teriakan dan kemudian --

Ah, saya tidak berani menceritakannya. Saya memilih untuk melupakannya saja. Biarlah ini menjadi sesuatu yang berlalu begitu saja. Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa hubungan #kode di atas dengan cerita saya. Terkadang memang ada hal-hal misterius yang tidak perlu kamu ketahui hubungannya. Terkadang lebih baik untuk tidak tahu.

Salam.