Detektif #Kode: Lampu Merah

Jumpa lagi bersama saya, Detektif #Kode, dalam sebuah rubrik yang pastinya sudah kamu tunggu-tunggu: Detektif #Kode. Dalam rubrik fenomenal yang dibaca jutaan orang setiap harinya ini, saya akan memecahkan berbagai #kode pelik dari dunia maya dan diharapkan dengan demikian, para pembaca dapat belajar sesuatu. Hari ini saya menemukan kode yang sungguh menarik:

Tidak seperti biasanya, kode yang satu ini sungguh menarik perhatian saya. Kode hari ini membuat saya teringat pada sebuah cerita. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini ijinkanlah saya untuk bercerita.

-

Malam itu langit sedang cerah-cerahnya. Bintang bertaburan di malam yang sunyi. Aku sendirian membelah malam. Tidak ada suara yang menemani selain deru mesin mobilku yang sudah mulai menua, tanda kesetiaan. Ah, mobil tuaku. Selalu bisa diandalkan. Entah berapa kali Ia menyelamatkanku dari keadaan genting.

Malam sudah semakin larut. Aku hanya ingin pulang. Hari ini adalah hari yang sungguh berat. Kupacu mobilku sedikit lebih kencang lagi. Aku hanya ingin menginjakkan kaki di rumah. Merasakan sapaan hangat bantal dan guling. Namun saat itulah aku merasakannya. Perutku mengetuk. Meminta jatah. Aku baru sadar, sudah 12 jam sejak terakhir aku mengisinya. Aku pun memutuskan untuk mampir ke sebuah warung yang menjual mie instan dan roti bakar. Malam itu aku merasakan salah satu hidangan paling enak yang pernah kusantap dalam hidupku.

-

Saya tidak tahu kenapa #kode di atas mengingatkan saya pada momen spesifik dalam hidup saya ini. Namun ada pelajaran yang bisa diambil dari semua ini. Intinya adalah, kita harus selalu mendengarkan orang lain. Mudah-mudahan pemikiran kali ini bisa mencerahkan hati saudara sekalian dan dengan ini kalian bisa belajar sesuatu. Sekian.