MBDC Travel: Tokyo - Persiapan

Beberapa waktu yang lalu, MBDC berkesempatan untuk travel ke kota Tokyo, Jepang. Eh, sebenernya bukan MBDC juga sih. Sebenernya cuma @JHadiprojo aja. Gak dibayarin juga perjalanannya. Tapi supaya dikasih ijin jalan-jalan, jadi dia harus bikin artikel atas perjalanannya ini. Nah, jadi sebulan ini, MBDC akan punya artikel yang membahas tentang hal-hal yang setidaknya perlu kamu tahu kalo kamu liburan kali ini mau jalan-jalan ke Tokyo!

Di edisi pertama ini, MBDC akan membahas tentang apa yang harus kamu persiapkan kalo kamu mau pergi ke Tokyo.

Visa

Kalo kamu mau jalan-jalan ke Jepang, kamu butuh Visa. Bisa Mastercard aja gak? Gak bisa, karena visa di sini bukan visa kartu kredit. Gimana sih kamu. Becandaannya kayak om-om deh. Visa adalah dokumen yang kamu butuhkan untuk masuk ke sebuah negara. Jadi jangan sembarangan berangkat, terus udah sampe sana kamu gak bisa masuk Jepang. Jangan dipikir mereka ntar bakal kasian trus gak enak sama kamu, trus kamu boleh masuk ya. Kalo kamu gak punya visa, kamu bakal dideportasi langsung.

Nah, jadi gimana cara ngurus visa ke Jepang? Pengurusan visa ke Jepang dilakukan di kedutaan besar Jepang, yaitu di Jl. M.H. Thamrin 24, Jakarta Pusat. Itu lho, gedung warna coklat yang ada di antara Plaza Indonesia dan EX, sebelahnya Grand Hyatt. Kamu bisa mengajukan visa itu setiap hari kerja, mulai dari jam 08.30 - 12.00.

Dokumen

Nah, ketika datang ke sini, kamu udah harus mempersiapkan beberapa dokumen yang diperlukan untuk mengajukan visa. Dokumen tersebut adalah:

  1. Paspor (pastiin masih berlaku minimal 6 bulan sebelum abis)

  2. Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
  3. Fotokopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
  4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
  5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)

  6. Jadwal Perjalanan [download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
  7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
  8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:
    1. Bila kamu sendiri yang bertanggungjawab atas biaya, berarti harus siapin: Fotokopi bukti keuangan, kayak rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir. Nah, kalo penanggungjawab biayanya itu adalah orangtuamu, maka harus lampirin juga dokumen semacam kartu keluarga.
    2. Bila pihak Pengundang yang bertanggungjawab atas biaya.
      * Surat Jaminan [ download (PDF) ]
      * Dokumen yang berkenaan dengan pengundang seperti tercantum di bawah ini (salah satu saja)- Surat Keterangan Pembayaran Pajak (nouzei shomeisho) yang mencantumkan besar penghasilan.- Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)/(kakutei shinkokusho hikae)- Surat Keterangan Penghasilan (shotoku shomeisho)

      - Surat Referensi Bank

      - Fotokopi buku tabungan 3 bulan terakhir

      - Surat Keterangan Bekerja yang mencantumkan lama bekerja dan besar penghasilan

      * Surat Keterangan Domisili Pengundang (juminhyo). Bila Pengundang adalah WN Asing yang berdomisili di Jepang, maka Surat Keterangan Pencatatan Domisili (Alien's Registration Card/ Certificate).

Kalo kamu punya teman atau saudara di Jepang, ada baiknya kamu minta mereka untuk ngisi surat undangan ini dan minta mereka bikinin kamu surat rekomendasi. Ini akan sangat membantu dalam proses pembuatan visa sih.

Mungkin kamu ngeliat list di atas trus udah takut duluan. Tapi sesungguhnya gak sesusah itu kok. Yang penting kamu baca aja dengan teliti dan pastikan kamu melengkapi semua yang diminta dan dibutuhkan.

Oh iya, mungkin kamu bingung dengan poin nomer 7. Itu diperlukan kalo kamu itu pergi sama orang tua atau istri atau anak kamu. Kalo kamu pergi sendirian, sama temen, atau sama pacar, itu gak perlu, karena kamu harus ngajuin visanya sendiri-sendiri.

Biaya

Pembuatan Visa ke Jepang dikenakan biaya Rp. 325,000 dan dibayar kalo visanya udah jadi. Kalo visa kamu sampe ditolak, kamu gak perlu bayar. Ini jauh lebih enak dibanding ngajuin visa ke Amerika atau Eropa yang kamu harus bayar di muka dan kalo ditolak duit kamu gak balik.

Lama Pembuatan

Pembuatan visa ke Jepang itu salah satu yang paling cepet (katanya). Cuma makan waktu sekitar 4 hari, terutama kalo dokumen kamu lengkap dan memuaskan. Jadi kalo kamu ngajuin hari Senin, hari Kamis udah bisa kamu ambil visanya.

Masa Berlaku

Masa berlaku visa Jepang kalo untuk tujuan wisata itu 3 bulan. Jadi kalo kamu bikinnya tanggal 30 Januari 2012, visa itu akan abis masa berlakunya tanggal 30 April 2012. Jadi kalo kamu mau berangkat bulan Maret, ya jangan bikin dari bulan September tahun sebelumnya. Percuma juga, pas kamu mau berangkat, Visanya udah basi. Oh iya, di Visa itu juga akan dicantumkan berapa lama kamu boleh stay di Jepang dalam sekali kunjungan.

Uang

Ini adalah salah satu yang paling banyak ditanyakan oleh orang-orang yang mau ngajuin visa ke Jepang: Butuh tabungan berapa sih supaya visanya diterima? Jawabannya adalah: gak ada jawaban yang pasti.

Sebelumnya, buat yang belum tahu: iya, kamu perlu nunjukkin bukti bahwa kamu punya tabungan buat berangkat ke sana. Besarnya berapa, itu yang gak ada jawaban pastinya. Semua itu tergantung itinerary (jadwal perjalanan) kamu selama di sana. Kata kuncinya adalah masuk akal. Semuanya harus masuk akal.

Jadi gini: Kalo di jadwal perjalanan kamu tertulis bahwa kamu cuma akan muter-muter di Tokyo dan nginep di rumah temen, maka mungkin dengan dana sekitar Rp. 10 juta aja visa kamu udah bisa diterima. Tapi kalo di itinerary kamu tertulis bahwa kamu mau keliling Jepang trus nginepnya di hotel bintang 5 mulu, tapi di rekening kamu cuma ada Rp. 5 juta, ya gak bakal diterima visanya. Bikin itinerary tuh ya yang masuk akal gitu lho. Gimana sih. Eh tapi bukan berarti kalo kamu udah bikin itinerary kayak gini trus kamu beneran harus pergi sesuai itinerary lho ya. Bebas aja sih.

Tapi mungkin kamu berpikir: "Oke, tapi sebenernya butuh duit berapa di Jepangnya?!". Nah, ini juga gak ada jawaban pasti sih. Yang jelas, biaya hidup di Jepang, terutama Tokyo, itu tinggi. Sekali makan kamu bisa abis sekitar ¥ 280 - ¥ 500, atau sekitar Rp. 30 ribu - Rp. 50 ribu. Untuk nginep, hotel yang paling murah (hostel) itu sekitar ¥ 3000 semalem atau sekitar Rp. 300ribuan. Belum lagi godaan untuk beli-beli barang, karena sesuai legenda, barang-barang di Jepang itu unik-unik dan lucu-lucu. Ya kamu itung-itung aja deh sendiri.

Cuaca

Jepang itu punya 4 musim dan ini harus kamu perhatikan banget. Jangan sampe kamu salah bawa kostum pas pergi ke sana. MBDC sih ke sana pas bulan Maret kemaren. Harusnya itu kan udah musim semi yah? Tapi ternyata suhunya masih berkisar 4 - 10 derajat Celcius tuh. Dan itu DINGIN BANGET. Jadi pastikan kamu cekbebicek dulu masalah cuaca sebelum pergi ke sana. Kalo emang cuaca lagi dingin, gak usah bawa baju banyak-banyak. Yang penting bawa jaket super tebel aja. Percuma bawa baju banyak-banyak, gak kepake juga.

Nah, untuk persiapan kayaknya itu aja sih. Di edisi berikutnya, MBDC akan berbagi tips dan pengalaman tentang masalah transportasi dan akomodasi di Tokyo! Sampai jumpa minggu depan!