Pelajaran-Pelajaran Yang Harusnya Diajarkan Di Sekolahan Dulu

Pasti  pernah terlintas dalam pikiran kamu, kenapa sih harus belajar tentang trigonometri? Persamaan linear? Tentang abad pencerahan? Tentang apa yang dilakukan Raja Kertanegara untuk mengembangkan wilayah Singosari? Kenapa kita gak pernah diajarin hal-hal yang bener-bener praktis untuk dilakukan dalam kehidupan kita? Nah, menyambut Hari Pendidikan Nasional, inilah dia pelajaran-pelajaran yang menurut MBDC sih harusnya diajarkan di sekolah dulu!

1. Cara Menghitung Pembagian Bayaran Kalau Lagi Makan Rame-Rame

Ini penting banget nih dalam kehidupan dan pergaulan. Dengan menguasai teknik ini, kamu akan bisa nongkrong bersama teman-teman dengan tenang tanpa harus deg-degan saat bon datang. Pertemanan juga akan semakin solid karena tidak ada gerutuan kalau ada yang curang bayar lebih murah dari yang seharusnya. Jago Logaritma jelas gak akan membantu disini.

 2. Cara Mengatasi Cewek Yang Sedang PMS

Kita belajar soal perbedaan cewek dan cowok secara biologis, mempelajari reproduksi, hormon, susunan tulang belakang, struktur otak, cara kerja jantung dan sebagainya. Tapi kenapa kita gak pernah diajarkan kalau cewek saat PMS itu mengerikan? Nah, bagaimana seharusnya menghadapi mereka setiap bulan secara biologis ini seharusnya diajarkan. Apakah kita harus memberikan makanan yang manis-manis supaya mereka bahagia? Atau justru jangan karena akan memberikan efek sugar rush dan membuat mereka semakin beringas? Apakah kita harus meneteskan zat seduktif di minuman mereka, supaya mereka tenang dan kalem? Heu. Kurikulum pelajaran biologi memang sudah seharusnya ditinjau ulang.

3. Cara Mengatasi Kemacetan

Kita mengetahui persis kenapa erosi menyebabkan turunnya tingkat kesuburan tanah di pegunungan, apa itu formasi beting gisik, sistem radar di pengindraan jauh, tapi kenapa kita belum juga bisa mengatasi kemacetaaan di kota besar? Kenapaaaah? Tsk. Percuma dong bertahun-tahun sekolah.

 4. Cara Bertanya

Iya sih tiap habis pelajaran kita bakalan ditanya, ‘ada pertanyaan?’. Tapi kan kita gak pernah diajarin cara bertanya yang baik dan benar tentang 'apakah dia sayang juga sama kamu atau gak', 'apakah dia mau jadi pacar kamu', 'apakah dia masih perawan', 'apakah dia masih kepikiran sama mantannya', dan sebagainya. Hiks.

 5. Cara Senggama yang Baik dan Benar

Emang sih berkopulasi termasuk hal paling dasar, naluriah dan seringkali dengan mudah dilakukan hanya dengan mengandalkan insting. Tapi sebetulnya kopulasi itu tidak melulu kegiatan vaginal yang natural dilakukan, melainkan juga ada interaksi psikologis dua manusia disitu. Karena berbeda dengan hewan, kita melakukan hubungan seksual bukan semata-mata untuk reproduksi, tapi juga rekreasi. NAH! Kalau dilakukan dengan baik dan benar akan menurunkan kadar stress dan orang-orang yang bakalan nyinyir di komen, bawa-bawa agama mengenai hal ini bakalan lebih bahagia hidupnya dan cinta damai. Belum lagi soal kesehatan organ reproduksi, jangan cuma dikasih pengetahuan soal penyakit-penyakit kelamin doang, tapi juga cara merawatnya dan menggunakannya dengan selayaknya itu bagaimana. Karena yang diajarin sama pelajaran biologi itu gak ada seujung kuku sama yang diajarin sama filbo.  Ehm, kenapa jadi serius beginih?

Anyway, merubah kurikulum pendidikan tentu gak semudah cukur bulu ketek, karena itulah MBDC hadir untuk kamu semua. Untuk memberikan pelajaran-pelajaran dan informasi yang tidak akan pernah kamu temui di sekolah. Ah sedap. Gitu deh pokoknya, atau kamu punya ide lain? Pelajaran memanah hati wanita yang dipuja mungkin? Atau pelajaran menjadi geek yang baik dan benar? Atau apa? Ide dong.