MBDC Nostalgia : 3 Film Terbaik Rhoma Irama Sepanjang Masa.

Ok, ini emang random banget, kenapa juga MBDC nulis tentang Rhoma Irama?! Yah kenapa gak ya kan? Karena sebagai pemuda harapan bangsa kita harus tau sejarah bangsa sendiri. Bagaimana bisa jadi insan kreatif kalau pengetahuannya cetek? Karena itulah kita berbagi informasi ini kepada kamu semua. Supaya kamu cerdas dan bisa mengharumkan nama bangsa! Ok kita mulai ya.

1. Satria Bergitar (1984)

Beuh, dari judulnya aja udah pengen bergetar gak sih? Dimana lagi kamu bisa menemukan judul seorisinil ini kalau bukan dari karya-karya Bang Haji ya kan? Alkisah di kerajaan Antioch Gaza (dari namanya aja udah mengundang konspirasi) yang kafir karena menyembah berhala, sedang terjadi perebutan kekuasaan antara Raja Wasit Aron dan Abu Garin. Jadi si Abu Garin ini setelah merebut paksa tahta si Raja juga ingin menguasai Mutiara Samudra dan menikahi sang putri raja, Tirza. Tsk tsk. Untung Rhoma sang musafir sholeh yang selalu membawa gitar kemana-mana sedang kebetulan lewat di kerajaan tersebut. Ia pun membantu kemelut di negeri itu sekaligus berdakwah dan berhasil membuat Raja Wasit dan pengikutnya masuk Islam. Tapi Abu Garin yang licik berhasil menculik Putri Tirza dan dipaksa untuk menikahinya. OMG! Tenang, kan ada bung Rhoma yang berhasil menyusup ke dalam istana Abu Garin sebagai rombongan pemusik (yaiyalah kan ksatria bergitar). Kemudian terjadi duel, yang pake pedang tentu saja, bukan main sambit-sambitan gitar sayangnya, antara Rhoma dan Abu Garin. Endingnya? Tentu saja kebaikan menang dong ah, masyarakat kita waktu itu belum siap dengan ending twist atau satir. Tapi bung Rhoma yang perkasa menolak dijadikan raja oleh Raja Wasit dan memilih melanjutkan menjadi musafir untuk berdakwah di bumi Allah. Subhanallah.

2. Begadang (1978)

Ah memang sungguh jenius bang Haji. Jikalau film ini kamu simbiosiskan dengan lagu andalan beliau yang berjudul sama, maka akan tercipta sebuah rangkaian dakwah yang luar biasa. Perhatikanlah lirik lagu begadang. Nah, kalau di situ disebutkan bahwa jangan lah begadang kalau tiada artinya, maka dalam film ini Rhoma memberikan gambaran bahwa begadang itu bisa menjadi malapetaka dalam kehidupan. Kita lupa detilnya pokoknya, Rhoma dituduh membunuh seorang hostes (yes pada masa itu istilahnya hostes), padahal kan gak mungkin dong musisi solehah seperti bung Rhoma membunuh ya kan? Dia pasti dijebak! Pasti awalnya dia hanya ingin membantu. Ah lagi-lagi kebaikan menang, Rhoma dibersihkan nama baiknya dan dikeluarkan dari penjara, sehingga ia bisa kembali bersatu dengan Ani kekasihnya. Film ini juga menunjukan kalau kamu adalah anak janda miskin pengangguran yang sukanya begadang di warung remang-remang sambil nyanyi gegitaran tapi kamu sama sekali tidak berjudi dan minum minuman keras, maka kamu akan menjadi terkenal. Amin.

3. Berkelana I dan II (1977)

Ani muncul lagi di film ini pemirsa! Siapakah Ani? Mengapa ia sering sekali menjadi nama tokoh wanita di film-film Rhoma? Yang pasti sih, Ani hampir selalu diperankan oleh Yati Octavia. Film dua jilid ini menunjukan bahwa tidak mudah untuk menjadi seorang musisi terkenal. Kak Rhoma harus diusir dari rumah, berantem dengan sang ayah, hidup di jalanan, solat di pinggir sungai, mengamen di jalanan, berkelahi dengan geng motor. Oh sungguh beratnya kehidupan. Tapi untung kak Rhoma sangat soleh, jago silat dan tentu saja karena ada kekuatan cinta dari Ani. Meskipun kehidupan cinta mereka sangat penuh rintangan, tapi mereka tetap teguh untuk selalu bersama selama-lamanya. Ah. *air mata menitik*

Demikianlah. Sebetulnya pemilihan judul diatas untuk kita ulas hanyalah berdasarkan polling asal-asalan semata. Karena kalau betul-betul dilakukan penelitian secara menyeluruh mengenai film-film Rhoma Irama, sesungguhnya semua filmnya adalah yang terbaik! Iyalah, kalau gak mana mungkin dia dapet gelar doktor kehormatan dari Amerika untuk karir musik dan film dangdutnya. Oh oh oh, dan konon katanya film-film Rhoma juga sangatlah panas membara. Banyak adegan yang bikin gerah. Uwoh. Tapi kita sih gak pernah lihat ya, soalnya kan nontonnya udah yang versi tipi pas lebaran. Jadi pasti udah di sensor abis lah. Menurut kamu gimana?